SURABAYA, – (GEMA
MEDIA) – Pembukaan rapat koordinasi Komwil IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh
Indonesia (APEKSI) ke 15 dilaksanakan di Convention Hall Hotel JW. Marriot ,
Jalan Embong Malang, Surabaya, Sabtu (23/3/2019). Dalam kesempatan ini,
Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari hadir secara langsung bersama Sekretaris
Daerah Kota dan beberapa kepala OPD serta staf. Ning ita, sapaan akrab Walikota
Mojokerto mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dan terlebih Kota
Surabaya yang mampu menjadi barometer kota terbaik. “Di Jawa Timur ini, Kota
Surabaya memang menjadi jawara. Dengan kata lain, menginspirasi kita para
kepala daerah untuk mengambil sisi positif seperti program inovatif dan
terobosan yang dilakukan Pemkot Surabaya dalam membangun kotanya,” kata Ning
Ita. Bagi kita, lanjutnya, apalagi Kota Mojokerto sebagai daerah penyangga bagi
Kota Surabaya, banyak sekali yang bisa diadopsi dari sana dan bisa diwujudkan
dalam waktu dekat. “Inovasi yang dilakukan Pemkot Surabaya dalam hampir dua
periode kepemimpinan ibu Risma mampu menyulap Kota Surabaya menjadi sangat
bagus di semua lini,” imbuhnya.
Melihat potensi Kota Mojokerto dengan luas wilayah yang tidak begitu besar dibandingkan dengan Kota Surabaya, Ning Ita optimis mampu membuat Kota Mojokerto menjadi lebih baik dan menyamai Kota Surabaya. “Justru dengan luasan wilayah yang lebih kecil itu adalah sisi positif untuk lebih fokus dan target capaian kita akan lebih mudah. Persoalan yang dihadapi Kota Mojokerto tidak sekompleks apa yang dihadapi oleh Kota Surabaya,” tukasnya. Selain itu, guna mencapai target pembangunan di segala bidang, tidak hanya terfokus dengan luas wilayah dan sumber daya alam, melainkan juga kinerja dari seluruh elemen. Salah satunya yang menjadi sorotan dalam pembukaan rakor APEKSI tersebut ialah kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). “Saya melihat di Kota Mojokerto, kinerja ASN bukan menjadi masalah atau hal yang sulit. ASN di Kota Mojokerto bisa diajak kerja sama dengan baik dan ke depan, saya sebagai kepala daerah akan menerapkan pemberian reward bagi OPD yang mampu melampaui target kerja. Begitu juga sebaliknya, saya akan memberikan punishmen bagi OPD yang tidak mencapai target kerja,” pungkasnya. (Ron/an)
Melihat potensi Kota Mojokerto dengan luas wilayah yang tidak begitu besar dibandingkan dengan Kota Surabaya, Ning Ita optimis mampu membuat Kota Mojokerto menjadi lebih baik dan menyamai Kota Surabaya. “Justru dengan luasan wilayah yang lebih kecil itu adalah sisi positif untuk lebih fokus dan target capaian kita akan lebih mudah. Persoalan yang dihadapi Kota Mojokerto tidak sekompleks apa yang dihadapi oleh Kota Surabaya,” tukasnya. Selain itu, guna mencapai target pembangunan di segala bidang, tidak hanya terfokus dengan luas wilayah dan sumber daya alam, melainkan juga kinerja dari seluruh elemen. Salah satunya yang menjadi sorotan dalam pembukaan rakor APEKSI tersebut ialah kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). “Saya melihat di Kota Mojokerto, kinerja ASN bukan menjadi masalah atau hal yang sulit. ASN di Kota Mojokerto bisa diajak kerja sama dengan baik dan ke depan, saya sebagai kepala daerah akan menerapkan pemberian reward bagi OPD yang mampu melampaui target kerja. Begitu juga sebaliknya, saya akan memberikan punishmen bagi OPD yang tidak mencapai target kerja,” pungkasnya. (Ron/an)

No comments:
Post a Comment