Memiliki ide yang kreatif dan gagasan yang cemerlang
mampu mengantarkan Nur Rachmah, ST menjadi tenaga Kesehatan (Nakes) teladan
tingkat Nasional. Bukan hanya karena ada lomba semata, untuk berbuat yang
terbaik, akan tetapi sudah menjadi kewajiban bagi Sanitarian Puskesmas Wates
ini untuk melakukan banyak hal yang bisa merubah perilaku masyarakat lebih baik
utamanya terhadap peningkatan derajat kesehatan. Berawal dari
mengikuti seleksi Nakes tigkat Provinsi Jawa Timur, Ibu dua anak ini mewakili
Kota Mojokerto berkompetisi dengan para Sanitarian se-Jawa Timur. Alhasil
perempuan murah senyum yang lahir di Gresik, 7 Juni 1978 menjadi juara I
kategori Sanitarian tingkat Jawa Timur. Atas keberhasilan ini Nur, mendapatkan
penghargaan dari Gubernur Jawa Timur berupa piala, piagam dan uang sebesar 5
juta rupiah. Tidak berhenti sampai disini, ibu dari dua anak yang
bernama M.Farhan Raihan dan Nadia Aulia,tinggal di Jl. Suromuruka 7 Nomor 32
Perum Surodinawan Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto terus berkompetisi
tingkat nasional.
Penilaian yang begitu kompetitif sejak bulan Maret
hingga Agustus 2018, dan bersyukurlah Duta Kota Mojokerto berhasil meraih penghargaan
sebagai tenaga Kesehatan terbaik I tingkat Nasional. Atas keberhasilan ini
kepadanya diberikan hadiah berupa piagam, piala, dan laptop serta beasiswa S2
(Strata 2). Apa sebenarnya kiat sukses Nur Rachmah hingga mampu
menyisihkan peserta lainnya se-Indonesia? Istri Oni Koerniawan ini menuturkan,
berawal adanya inovasi yang dirintis yaitu POSKO PAMAN (Program Oke Singkirkan
Kesakitan Diare Dengan Observasi Pangan Aman, mencuci tangan pakai sabun dan
air minum aman).. Untuk ini dilakukan mulai tahun 2016 melalui pemberdayaan
masyarakat dimulai dari pembentukan kader, sosialisasi, mengadakan bimtek,
pembentukan POSKO PAMAN di posyandu. Hal yang terpenting adalah komitmen
bersama, selain itu sebagai tenaga sanitarian juga menjalankan tupoksi sanitarian
dengan sempurna. .Keberhasilan program ini mampu menurunkan angka penyakit
diare yang semula masuk 10 besar penyakit terbesar di wilayah kerja puskesmas
pada tahun 2015 menjadi peringkat ke 13 tahun 2017. Bukan
itu saja prestasi yang dikantongi Nakes perempuan ini. Prestasi lainnya Juara I
Lomba YANKESLING tingkat propinsi Jawa Timur tahun 2018. Untuk persiapan
layanan konseling kesehatan lingkungan berjalan dg baik, Pencatatan dan
pelaporan yankesling lengkap, sudah melaksanakan STBM 5 pilar, inovasi kesling
SIROHMAH (singkirkan rokok dari dalam rumah), BANK SATE (Bank Sampah Terpadu)
dan POSKO PAMAN. Selain itu Nur Rachmah seringkali menjadi Narasumber bidang
Kesehatan Lingkungan di wilayah Kota Mojokerto. Lomba Jumantik
tingkat Propinsi jawa timur 2013, Nur, juga meraih Juara 1 mewakili Kota
Mojokerto. Inovasi penyuluhan, yel 2, daur ulang sampah. Keberhasilan Nur
Rachmah ini juga berdampak pada Kelurahan Wates dengan gerakan POSKO PAMAN
menjadikan Kelurahan Wates sebagai promotor pangan aman tingkat Nasional.
Reword ini diberikan oleh BPOM RI tanggal 28 Pebruari 2018 dengan hadiah berupa
piala, piagam,dan uang tunai 5 juta rupiah. Hal yang membanggakan
bagi Nur adalah Implementasi POSKO PAMAN di masyarakat, menambah jumlah kader,
menambah jumlah warga yg mendapat sosialisasi, mendirikan posko paman di semua
posyandu, menambah jumlah keluarga sadar paman, melakukan uji pangan di
sekolah, bazar hatra, pkk. Untuk ini Pemerintah Kota Mojokerto
turut bangga dan telah memberikan penghargaan kepada Nur bersamaan pada upacara
Hari Kesehatan Nasional 22/11/2018 kemarin. Penghargaan diserahkan oleh
Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati,SH, M.Si didampingi Cristiana
Indah Wahyu, Apt, M.Si. selamat ya ….lanjutkan pengabdianmu (ri)
No comments:
Post a Comment