Orang-orang dalam gangguan jiwa (ODJD) juga tidak luput
dari perhatian pemerintah Kota Mojokerto. Contohnya di Kelurahan Balongsari,
termasuk angka cukup tinggi warga yang mengalami gangguan jiwa. Namun pihak
Puskesmas setempat bersama kader telah aktif melaksanakan layanan posyandu yang
dijadwalkan setiap dua minggu sekali dalam sebulan. Siswoyo
pihak pendamping dari Puskesmas Balongsari hadir pada layanan posyandu
menyampaikan bahwa, kegiatan Posyandu ODGJ di Kota Mojokerto hanya ada di
Kelurahan Balongsari. Oleh karena itu pihaknya ingin kegiatan ini berkembang
dan bisa meningkatkan layanan kepada anggota. Sehingga para penderita gangguan
jiwa ini pelan-pelan bisa sembuh. Kelurahan Balongsari menjadi contoh
tingkat Kota karena di Kelurahan lain belum ada. “saya berharap kepada pengurus
/kader ODGJ dapat mengembangkan perencanaan kegiatanya agar layanan kita dapat
semakin berkualitas” kata Siswoyo. Sementara itu sekretaris Posyandu ODGJ
Kelurahan Balongsari Chusnul Chotimah menyampaikan bahwa, kegiatan Posyandu ini
berjalan lancar dan para binaan juga aktif mengikuti kegiatan seperti senam,
bernyanyi, tenis meja dan mengikuti pelatihan keterampilan.
Ditambahkan oleh Hj. Etyk Rusminingsih bahwa, jumlah ODGJ Kelurahan Balongsari yang terdaftar dalam posyandu sebanyak 65 orang dan 7 orang diantaranya adalah penderita epilepsi. Menurut Etyk, kedala yang dihadapi dalam layanan Posyandu adalah tidak tersedianya anggaran operasional. Untuk itu melalui pertemuan yang digelar pada sabtu, 24/11/2018 kali ini berencana mencari donatur tetap dan sukarelawan. Dari jumlah sasaran tersebut saat posyandu didampingi oleh keluarganya, agar pihak keluarga juga memahami kehidupan mereka sehingga tidak akan terjadi diskriminasi atau mengucilkan anggota keluarganya yang ODGJ. Sebab dalam proses penyembuahan maka faktor keluarga sangat menentukan. Siti Machrufah dan Sispriatin seksi ketrampilan juga mengatakan, saat memberikan pelatihan mereka juga bisa mengikuti. Pernah diberi pelatihan cara membuat tempat minum air mineral dari bahan daur ulang juga bisa diikuti. Kedepan akan diberikan materi yang ringan – ringan saja agar tidak menjadi beban yang penting terukur.(ri)
Ditambahkan oleh Hj. Etyk Rusminingsih bahwa, jumlah ODGJ Kelurahan Balongsari yang terdaftar dalam posyandu sebanyak 65 orang dan 7 orang diantaranya adalah penderita epilepsi. Menurut Etyk, kedala yang dihadapi dalam layanan Posyandu adalah tidak tersedianya anggaran operasional. Untuk itu melalui pertemuan yang digelar pada sabtu, 24/11/2018 kali ini berencana mencari donatur tetap dan sukarelawan. Dari jumlah sasaran tersebut saat posyandu didampingi oleh keluarganya, agar pihak keluarga juga memahami kehidupan mereka sehingga tidak akan terjadi diskriminasi atau mengucilkan anggota keluarganya yang ODGJ. Sebab dalam proses penyembuahan maka faktor keluarga sangat menentukan. Siti Machrufah dan Sispriatin seksi ketrampilan juga mengatakan, saat memberikan pelatihan mereka juga bisa mengikuti. Pernah diberi pelatihan cara membuat tempat minum air mineral dari bahan daur ulang juga bisa diikuti. Kedepan akan diberikan materi yang ringan – ringan saja agar tidak menjadi beban yang penting terukur.(ri)

No comments:
Post a Comment