Untuk mencegah terjadinya
kebocoran informasi yang bersifat rahasia negara, setiap OPD di Kota Mojokerto
mutlak harus melakukan pengamanan informasi . Mengingat disinilah peran
persandian dan keamanan informasi berada, sebagai entitas pengaman informasi
melalui penyelenggaraan persandian. Persandian harus mampu memberi jaminan
keamanan informasi di lingkungan pemerintahan. Demikian disampaikan Aulia Bahar
Permana Kasi. Persandian Diskominfo Propinsi Jawa Timur saat menjadi Narasumber
dalam acara workshop tentang keamanan informasi dan persandian yang
diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto,
selasa 13/11/2018. Lebih lanjut dikatakan, Tantangan di era digital
mengharuskan SDM Persandian untuk dapat bergerak menuju penerapan keamanan
informasi secara digital. Sebagai contoh salah satunya dikenalnya tanda tangan
elektronik, di mana permintaan implementasi tanda tangan elektronik saat ini
mengalami peningkatan, seiring meningkatnya penggunaan aplikasi elektronik di
instansi pemerintah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012
tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik tersebut, sebagai
contoh tanda tangan elektronik sudah dapat digunakan sebagai alat verifikasi
dan autentikasi yang sah atas dokumen atau informasi elektronik. Akan tetapi
penggunaan tanda tangan elektronik diperhatikan kembali karena tanda tangan
elektronik yang memiliki pembuktian yang kuat adalah tanda tangan elektronik
yang tersertifikasi atau tanda tangan digital dan juga banyak lagi yang lainnya
terkait persandian, pungkasnya.
Workshop yang diselenggarakan di Hotel
Slamet Jalan Panglima Besar Sudirman, No 51, Kelurahan Jagalan Kecamatan
Magersari, Kota Mojokerto, Jawa Timur diikiti sebanyak 72 (tujuh puluh dua)
peserta dari perwakilan OPD se-Kota Mojokerto berlangsung tanggal 13-14
Nopember 2018. Pada kesempatan tersebut Ovie Risna Kartika. S.Pd, M.Si
sekretaris Diskominfo Kota Mojokerto dalam sambutannya berharap, kegiatan ini
berlangsung sukses dan bermanfaat guna peningkatan kinerja. “Manfaatkan
kegiatan ini dengan serius dan sungguh-sungguh, sehingga dapat bermanfaat buat
peserta khususnya dan juga instansi tempat bertugas,” pinta Ovie sapaan
akrabnya. Kegiatan ini masih kata Ovie, juga bisa meningkatkan
kemampuan para peserta di bidang teknologi informasi mengingat teknologi
informasi saat ini sudah merupakan kebutuhan mutlak jika ingin selalu eksis
dalam kompetisi global. Pentingnya kegiatan ini bagi OPD adalah melindungi data
penting pemerintahan dari peretas-peretas IT, yang mana bisa di salah gunakan
oleh pihak luar. Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi, maka
kebutuhan pengamanan informasi menjadi kebutuhan yang sangat vital bagi
individu maupun bagi institusi, selain itu bisa memberi pemahaman kepada
peserta untuk memiliki kesadaran dalam pengamanan informasi dan persandian
pemerintah.(jen/ri) .

No comments:
Post a Comment