Untuk memperingati Hari
Kartini tahun 2018, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Mojokerto, menggelar
lomba Ratu Luwes hari Senin, (23/4/2018). Acaranya dipusatkan di Gedung Pendopo Graha Praja
Wijaya, jalan Gajah Mada. Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Mojokerto Hj.Nanik
Fauziah Gentur Prihantono, ketika membuka acara mengatakan bahwa kegiatan lomba
ratu luwes dalam rangka memperingati
hari Kartini tahun 2018. Seperti
diketahui bersama bahwa semangat
perjuangan Raden Ajeng Kartini sebagai inspirasi bagi kaum wanita. Oleh sebab
itu sebagai kaum wanita patut kiranya mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini. Kita di sini
bersama-sama untuk mengenang jasa ibu kita Kartini yang telah memperjuangkan
keseteraan wanita dengan laki-laki. Maka seluruh peserta lomba mengenakan
pakaian adat jawa, mengenakan kebaya lengkap dengan asesorisnya. Dalam kesempatan
tersebut Ketua DWP Kota mengajak semua anggota DWP unsur pelaksana untuk terus
mengenang jasa Raden Ajeng Kartini, karena tanpa ibu kita Kartini, nasib para
ibu-ibu tidak akan seperti sekarang. Tetapi diingatkan oleh ibu Ketua, bahwa
persamaan kedudukan wanita dan laki-laki tidak boleh kebablasan.
Semuanya tetap
tidak menyimpang dari ajaran agama.Demikian ujar Nanik. Tujuan digelarnya lomba
ratu luwes yang diikuti 29 (dua puluh sembilan)
dari masing-masing unsur pelaksana Dharma Wanita Persatuan Kota Mojokerto. Menurut
Ny. Erry Purwati Imron, SE, Ketua Panitia penyelenggara lomba selain untuk
melestarikan budaya asli bangsa Indonesia, menggali dan mengasah kemampuan
sebagai seorang wanita untuk selalu tampil cantik dalam berbagai kesempatan
dalam hal berbusana, bertata rias dan berpenampilan dan untuk memberi ruang
ekspresi wanita dalam mengisi pembangunan serta menjaga kekompakan sesama
anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Mojokerto. Semoga dengan tema melestarikan
budaya bangsa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini, kaum wanita menjadi
pribadi yang lebih percaya diri, maju . Untuk menambah wawasan
dan kemampuan, peserta menjawab beberapa pertanyaan di hadapan 3 (tiga) dewan
juri diantaranya Nyong Larunga, juri I selaku Ketua Dewan Juri, Ani Sumadi Juri
II dan Heny Y juri III, sekitar peranan wanita baik sebagai peran ganda maupun peran seorang
ibu dalam mengawasi putra-putrinya dalam penanggulangan bahaya narkoba. Mengapa
masalah narkoba menjadi materi pertanyaan dalam lomba ini karena menurut salah
satu panitia penyelenggara bahwa peran orang tua khususnya ibu sangatlah besar
dalam membentengi anak-anak terhadap pengaruh penyalahgunaan narkoba dan
obat-obat terlarang. Seperti yang disampaikan oleh Walikota Mojokerto dewasa
ini penyalahgunaan narkoba sudah semakin mengkhawatirkan karena itu diperlukan
bekerja sama dengan semua pihak untuk mengatasi termasuk ibu-ibu Dharma Wanita
Persatuan Kota Mojokerto. (My)

No comments:
Post a Comment