Drs. M. Shokeh , Kementrian Agama Kota
Mojokerto , meresmikan dan membuka Gedung Sanggar Seni Budaya
yang terletak di Halaman Sekolah Madrasah Ibtidaiyah GUPPI 2,
Kelurahan Kedundung Kecamatan Magersari Kota Mojokerto. Peresmian
tersebut disaksikan oleh Pengawas Pendidikan Kemenag Ali Effendi,
Ketua Kelompok Kerja Madrasah Drs. H. Muhammad Mufid, tokoh RW/RT dilingkungan
Balongrawe Baru, Karang Taruna serta Ketua / Pengurus Komite dan wali murid. Peresmian
ditandai dengan pemecahan gentong yang berisi burung, yang mengandung makna
anak-anak muda yang berkreativitas dan bebas berinovasi, serta dilakukan
pembacaan puisi “ Anak-anakku “ oleh Kepala Sekolah, Kasi Penmas, Pengawas dan
Komite. Dalam puisi tersebut mengandung pesan, anak-anak harus bangkit menatap
hari esok yang lebih baik. Dalam sambutannya Shokeh mengatakan beliau bangga
dan mengapresiasikan terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Sekolah MI Guppi,
dengan diresmikan gedung sanggar seni budaya ini, selain untuk seni juga untuk
penguatan karakter anak. Sehingga dengan berdirinya sanggar seni budaya yang
berada di sebelah selatan MI Guppi 2 ini, seni budaya di Kota Mojokerto baik
yang tradisional maupun yang modern dapat dikembangkan. Sokheh berharap
kepada remaja-remaja di Kota Mojokerto agar menampilkan kebolehannya, tidak
berhenti kreativitas dalam hal seni dan budaya. Yang dapat ditunjukkan dalam
seni “ Wayang dakwah “.
Dalam pertunjukan wayang dakwah ini sebagai upaya untuk
membentuk karakter anak bangsa. Selain dilakukan oleh lembaga-lembaga
pendidikan, membentuk karakter anak bangsa juga dapat dilakukan dalam kehidupan
bermasyarakat melalui media-media pendidikan yang memuat nilai-nilai
karakter anak. Salah satu media yang digunakan untuk pendidikan karakter anak –
anak di MI Guppi dengan wayang dakwah sebagai kebudayaan pribumi terkandung
nilai-nilai moral dan spiritual. Melihat realita saat ini pertunjukan
wayang dakwah dapat dijadikan sebagai salah satu media penguatan nilai karakter
anak. Selain itu melalui kegiatan istighosah rutin setiap hari Kamis kedua oleh
MI Guppi kelas 1 sampai dengan kelas 6, yang dibimbing oleh guru agama Abdul
Rokhim dan 1 (satu) bulan sekali hari Sabtu terakhir dengan Wali murid dan
Komite Sekolah. Selain siraman rohani kegiatan diisi informasi tentang
pendidikan. Menurut Abdul Haris DH, S.Pd.I, Kepala MI. GUPPI 2, Sanggar Seni
Budaya yang diresmikan adalah sanggar seni yang memprioritaskan atau fokus pada
materi yang mengandung unsur seni dan musik. Sedangkan tujuan diresmikan
sanggar ini adalah semata-mata ingin menampung bakat seni anak-anak muda dan
untuk melestarikan dan mempertahankan tradisi atau budaya yang ada di Kota
Mojokerto serta untuk mempertunjukkan sesuatu yang merupakan hasil dari
kreativitas anak-anak dan generasi muda anak-anak bangsa kepada masyarakat
umum. Masih menurut Haris wayang adalah warisan budaya masyarakat Indonesia yang
dapat dimanfaatkan sebagai wahana penguatan karakter, disamping itu wayang
sebagai suat seni dan budaya asli masyarakat Indonesuia memiliki sejumlah nilai
yang mencerminkan kepribadian bangsa. Jadi pertunjukan melalui wayang dakwah
bukan hanya pagelaran yang bersifat menghibur saja, tetapi juga dapat dijadikan
dakwah islamiah dan lain-lain yang sarat akan nilai-nilai kebajikan dan
falsafah hidup. (Orz).

No comments:
Post a Comment