Untuk meningkatkan kewaspadaan
terhadap penularan penyakit HIV/AIDS di Kota Mojokerto , Komisi Penaggulangan
AIDS (KPA) Kota Mojokerto mengadakan pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev),
program pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV / AIDS dan IMS, hari Rabu
(8/11/2017) bertempat di Gedung Pertemuan Dharma Wanita Persatuan, Jalan Hayam
Wuruk dengan mengundang seluruh pengelola program pencegahan penanggulangan HIV
/ Aids , Puskesmas, Rumah Sakit dan OPD terkait. Pertemuan yang merupakan
kelanjutan dari monev sebelumnya itu bertujuan untuk melakukan Monitoring
dan evaluasi terhadap pelaksanaan program guna memastikan dan menjamin
pelaksanaan program dilakukan dengan baik dan tepat sasaran. Selain itu juga bertujuan
untuk menentukan strategi dan kebijakan untuk kedepannya. Acara tersebut
diawali Hj. Endang Sutadi Sekretaris KPA Kota Mojokerto menjelaskan tentang
program kerja KPA Kota Mojokerto.
Selanjutnya Endang Sutadi meminta semua
lini turut berpartisipasi untus menuntaskan penanggulangan HIV / AIDS di Kota
Mojokerto, pasalnya koordinasi tersebut sangat penting dari OPD terkait saling
memberikan masukan, salah satunya dari Kemenag calon penganten
harus di test kesehatan dalam program di Kementrian Agama Kota Mojokerto
ada bimbingan bagi calon pengantin dapat diberikan materi seputar HIV / Aids
supaya calon penganten bebas dari HIV / Aids. Monev penanggulangan HIV / Aids
menghadirkan 1 orang pemateri dari Dinas Kesehatan kota Mojokerto dr. Sri
Wahyuni. Sri Wahyuni, menyajikan materi “ Analisis Situasi Program Pencegahan
dan Penanggulangan HIV / Aids dan IMS di Kota Mojokerto” Sri Wahyuni juga
mengatakan jumlah penderita yang ditemukan tahun 2017 sampai dengan bulan
September 2017 = 83 orang, yang berasal dari Kota Mojokerto 18 orang.
Kasus HIV / Aids yang ditemukan dari usia produktif. Untuk itu harus dilakukan
pencegahan, untuk mendeteksi secara dini semua ibu hamil harus dilakukan test
HIV di Puskesmas secara gratis. Kepada peserta monev diharapkan apabila
menemukan ibu hamil mengidap HIV / Aids segera dilaporkan karena sudah
disiapkan vaksinnya. Ia kembali menegaskan, HIV dan Aids bukanlah penyakit yang
mudah menular seperti penyakit lainnya, jika kita bandingkan dengan penularan
penyakit tuberkulosis (TB) justru penyakit TB lebih membahayakan jika pengidap
mengobrol dengan orang lain, maka virusnya akan mudah menular. Berbeda dengan
HIV / Aids yang penularannya membutuhkan hal spesifik, seperti melakukan seks
beresiko, menggunakan jarum suntik secara bergantian khususnya bagi pengguna
narkoba, serta penularan melalui transfusi darah atau cairan lainnya. Juga pada
permasalahan ODHA, karena masyarakat belum sepenuhnya memahami bahwa HIV / Aids
tidak menular melalui hubungan sosial. Hingga saat ini kasus HIV dan Aids di
Kota Mojokerto terus meningkat dengan penularan dan penyebaran sangat cepat dan
meluas tanpa mengenal usia, status sosial serta batas wilayah sehingga perlu
dilakukan upaya penanggulangan secara maksimal, komprehensif, terpadu, terarah
dan berkesinambungan dibawah koordinasi Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota
Mojokerto.Diharapkan dengan pertemuan adalah adanya analisa capaian, kemajuan,
tantangan dan rencana tindak lanjut dalam upaya penanggulangan Aids di Kota
Mojokerto. (Orz).

No comments:
Post a Comment