SEKRETARIAT : JLN. GAJAHMADA NO. 100 GEDUNG GMSC KOTA MOJOKERTO TELP : 0822 3117 3218 Email : telecenterpalapakotamojokerto@gmail.com, Blogger : http://telecenterpalapa.blogspot.co.id/

Wednesday, November 15, 2017

KOMISI PENANGGULANGAN AIDS (KPA), MONITORING DAN EVALUASI PENANGGULANGAN HIV / AIDS

Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit HIV/AIDS di Kota Mojokerto , Komisi Penaggulangan AIDS (KPA) Kota Mojokerto mengadakan pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev), program pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV / AIDS dan IMS, hari Rabu (8/11/2017) bertempat di Gedung Pertemuan Dharma Wanita Persatuan, Jalan Hayam Wuruk dengan mengundang seluruh pengelola program pencegahan penanggulangan HIV / Aids , Puskesmas, Rumah Sakit dan OPD terkait. Pertemuan yang merupakan kelanjutan dari monev sebelumnya  itu bertujuan untuk melakukan Monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program guna memastikan dan menjamin pelaksanaan program dilakukan dengan baik dan tepat sasaran. Selain itu juga bertujuan untuk menentukan strategi dan kebijakan untuk kedepannya.  Acara tersebut diawali Hj. Endang Sutadi Sekretaris KPA Kota Mojokerto menjelaskan tentang program kerja KPA Kota Mojokerto.
Selanjutnya Endang Sutadi meminta semua lini turut berpartisipasi untus menuntaskan penanggulangan HIV / AIDS di Kota Mojokerto, pasalnya koordinasi tersebut sangat penting dari OPD terkait saling memberikan masukan,  salah satunya  dari Kemenag calon penganten harus di test kesehatan dalam program  di Kementrian Agama Kota Mojokerto ada bimbingan bagi calon pengantin dapat diberikan materi seputar HIV / Aids supaya calon penganten bebas dari HIV / Aids. Monev penanggulangan HIV / Aids menghadirkan 1 orang pemateri dari Dinas Kesehatan kota Mojokerto dr. Sri Wahyuni. Sri Wahyuni, menyajikan materi “ Analisis Situasi Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV / Aids dan IMS di Kota Mojokerto” Sri Wahyuni juga  mengatakan jumlah penderita yang ditemukan tahun 2017 sampai dengan bulan September 2017 = 83 orang, yang berasal dari Kota  Mojokerto 18 orang. Kasus HIV / Aids yang ditemukan dari usia produktif. Untuk itu harus dilakukan pencegahan, untuk mendeteksi secara dini semua ibu hamil harus dilakukan test HIV di Puskesmas secara gratis. Kepada peserta monev diharapkan apabila menemukan ibu hamil mengidap HIV / Aids segera dilaporkan karena sudah disiapkan vaksinnya. Ia kembali menegaskan, HIV dan Aids bukanlah penyakit yang mudah menular seperti penyakit lainnya, jika kita bandingkan dengan penularan penyakit tuberkulosis (TB) justru penyakit TB lebih membahayakan jika pengidap mengobrol dengan orang lain, maka virusnya akan mudah menular. Berbeda dengan HIV / Aids yang penularannya membutuhkan hal spesifik, seperti melakukan seks beresiko, menggunakan jarum suntik secara bergantian khususnya bagi pengguna narkoba, serta penularan melalui transfusi darah atau cairan lainnya. Juga pada permasalahan ODHA, karena masyarakat belum sepenuhnya memahami bahwa HIV / Aids tidak menular melalui hubungan sosial. Hingga saat ini kasus HIV dan Aids di Kota Mojokerto terus meningkat dengan penularan dan penyebaran sangat cepat dan meluas tanpa mengenal usia, status sosial serta batas wilayah sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan secara maksimal, komprehensif, terpadu, terarah dan berkesinambungan dibawah koordinasi Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Mojokerto.Diharapkan dengan pertemuan adalah adanya analisa capaian, kemajuan, tantangan dan rencana tindak lanjut dalam upaya penanggulangan Aids di Kota Mojokerto. (Orz).

No comments:

Post a Comment