Yang pertama kali di Indonesia penyelenggaraan
festitval fashion daur ulang yang dikemas dalam acara Fashion Recycle
Festival bertempat di Tempat Penampungan Akir (TPA). Pada umumnya
kegiatan festival dilaksanaan ditempat-tempat yang istimewah, seperti gedung,
dan hotel berbintang, namun fakta kali ini jauh bebeda. Dipilihnya tempat di
TPA Randegan menurut Amin Wachid Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto
adalah untuk mengenalkan masyarakat terhadap TPA. Bahwa TPA bukanlah
tempat yang harus dijauihi, tetapi dicintai sehingga masyarakat merasa ikut
peduli dan bertanggung terhadap sampah disekitarnya.
TPA Randegan sengaja dimake over sedemikian rupa menjadi sarana edukasi dan
wisata bagi masyarakat. Amin berharap masyarakat dapat menikmati kawasan
wisata di TPA Randegan. Fasilitas yang tersedia di TPA, antara lain terdapat
layanan Bank Sampah Induk (BSI) berikut Caffe BSI Methanol, produksi pupuk
kompos dan pupuk cair, gas metan, sarana bermain anak, bukit teletubis dan juga
taman terapi kaki bagi penderita strok dan yang lainnya sebagai pendukung
progrm KASIH SETIA. Ruang galeri, Taman Baca, Tanaman Obat Keluarga juga
ada di area TPA. Siapapun yang datang kali pertama memandang terkesan
sebuah taman yang penuh dengan penghijauan. Kesan TPA tidak tampak sama sekali,
lantaran tidak sedikitpun ada bau busuk atau kesan kumuh, lalatpun tidak ditemukan
padahal disitu rumah sampah. Festival fashion daur ulang kali ini diikuti lebih
dari 200 peserta terdiri dari sekolah, Bank sampah RW dan PKK. Ragam
kreasi dan inovasi diciptakan oleh peseta untuk membuat desain sedemikian rupa
sehingga menjadi sebuah busana yang cantik dan menarik walau semua itu berbahan
sampah atau bahan bekas. Sunguh diluar dugaan masyaraat Kota Mojokerto
memiliki kharisma yang tinggi dalam mengembangkan bakat dan minat. Tema yang
diambil beaneka ragam, ada yang mengambil tema Mojopahitan, putri cantik,
bentuk karnival dan masih banyak yang lain. Selain peragaan busana pada
kesempatan yang sama juga berlangsung lomba keasi daur ulang. Lomba ini
diikuti oleh perwakilan Bank Samph sekota Mojokerto. Dalam lomba kreasi
ini peserta diharapkan memulai proses pembuatan dari awal dan bahan dasarnya
sehingga benar-benar hasil karya sendiri. Acara berlangsung meriah,masyarakat
penonton dan sporter menyaksikan keindahan sang bintang sambil duduk
dibawah pepohonan yang rindang. Ratusan pelajar tak canggung lagi belenggak
lenggok diatas karpet merah sambil beraksi didepan juri. Tak ubahnya acara
fashion show yang digelar oleh desainer kondang, tak kalah meriahnya acara
'Fashion Show Busana Daur Ulang' dalam acara 'Fashion Recycle Festival ini
justru menampilkan busana hasil daur ulang sampah dari plastik bekas pewangi,
kopi sachet, aqua gelas dll. Berkat sentuhan tangan orang-orang kreatif ini
sampah plastik daur ulang justru dapat dibuat menjadi busana menarik.Tim juri
profesional, diantaranya Model Surabaya, Nganjuk festival dan Jember festival.
Hadiah yang direbutkan untuk lomba kreasi daur ulang total sebesar Rp 6 juta,
sedangkan fashion daur ulang total sebesar Rp 9 juta Walikota Mojokerto KH.
Mas’ud beserta jajaran forum pimpinan Daerah, pimpinan OPD serta
ketua TP PKK Kota Mojokerto memberikan apresiasi yang yang luar biasa
melihat masyarakat Kota Mojokerto yang terus maju dan berkembang. “Saya merasa
senang melihat antusias masyarakat dalam mengikuti lomba kali ini. Ini sebagai
bukti bahwa warga Kota Mojokerto juga memiliki potensi unggul” kata
Walikota. Lebih lanjut pak kyai ini bilang, kegiatan festival kali
ini sesuai dengan tema pemangunan tahun ini yaitu Kota Mojokerto yang
berkreasi, berinovasi dan berprestasi. Tampaknya ide ini ditangkap oleh
Kepala DLH ditejemahkan sebagai suatu program sesuai dengan tupoksi
intistusinya. Dengan adanya festival dan lomba kreasi daur ulang ini
dapat mendorong masyarakat untuk terus berkresi. “ Saya bangga bahwa TPA
Randegan ini sudah menjadi arena wisata, karena reduksi sampah sudah berhasil
dijalankan oleh Bank Sampah ditingkat RW.” Kata Walikota. Kesadaran
masyarakat cukup tinggi semakin hari semakin banyak berdirinya Bank Sampah
ditingkat RW. Masyarakat sudah memahami bahwa sampah memiliki nilai
ekonomi. Dengan fashion ini akan meninkatkan kepedulian masyaakat dalam
mengelola sampah. Oleh karena itu kedepan kegiatan ini terus ditingkatkan
lebih banyak bekerjasama denga para pihak dan leih banyak kepesertaannya.
Melalui feshion Recycle Festival dapat dijadikan media hiburan juga bagi
masyarakat. Kedepan Walikota berharap agar berbagai kreatifitas warga yang
mendaur ulang sampah menjadi bahan aneka busana menarik dapat bernilai
ekonomis. (ri)
Alhasil dari lomba Fashion Recycle Festival dan kreasi daur ulang
para pemenangnya sebagai berikut:
|
FASHION RESCYCLE
|
KREASI DAUR ULANG
|
||
|
Kejuaraan
|
Nama juara
|
Kejuaraan
|
Nama Juara
|
|
Juara I
|
SMK Taman Siswa
|
Juara I
|
SMP Negeri 4
|
|
Juara II
|
SMA Negeri 1
|
Juara II
|
BS. Margo Asri
|
|
Juara III
|
SMP Negeri 9
|
Juara III
|
PKK Kel. Kedundung
|
|
Harapan I
|
Kelurahan Miji
|
||
|
Harapan II
|
SMP Ngeri 1
|
||
|
Harapan III
|
SMA Negeri 1
|
||

No comments:
Post a Comment