Dalam
rangka memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun sedunia tahun 2017, Tim
Penggerak PKK Kota Mojokerto menghimbau kepada semua lapisan masyarakat,
anak-anak sekolah dan semua pelaksana kesehatan (Puskesmas dan Rumah Sakit)
untuk melaksanakan kegiatan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun. Kegiatan tersebut
akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 26 Oktober 2017. Begitulah yang
disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK, Hj. Siti Amsah Mas’ud Yunus. Adapun lokasi
yang akan dikunjungi oleh Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto antara lain untuk
wilayah Kecamatan Magersari yakni TK Karya Bhakti Kelurahan Wates dan SDN
Balongsari 5,6, dan 10 Kelurahan Balongsari dan Wilayah Kecamatan Prajurit
Kulon yakni SDN Kauman, Kelurahan Kauman.
Terkait dengan kegiatan
tersebut , Kader – kader PKK dan istri Kepala Kepala Kelurahan selaku Ketua Tim
Penggerak PKK Kelurahan siap mendampingi anak-anak SDN dan anak-anak TK Karya
Bhakti. Kegiatan mengedukasi masyarakat Indonesia khususnya di Kota Mojokerto
akan pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) akan dimulai pukul 07.00
sampai dengan pukul 08.00 dimulai dari TK Karya Bhakti Kelurahan Wates, pukul
08.00 sampai dengan pukul 09.00 Wib SDN Balongsari 5,6 dan 10 dan terakhir
pukul 09.00 sampai dengan pukul 10.00 SDN Kauman yang berada di Jalan Kartini,
Kelurahan Kauman. Rencananya ini acaranya memang dirayakan bersama-sama
siswa-siswi TK dan Siswa-siswi SD, para kader PKK serta perwakilan OPD terkait,
Kepala Puskesmas terkait, dan Dinas Kesehatan. Ditambahkan Siti Amsah
bahwa setiap tahunnya, dunia merayakan “ Global Handwashing Day “ atau “ Hari
Cuci Tangan Sedunia “ ini untuk mengedukasi pentingnya cuci tangan pakai sabun
dalam menjaga kesehatan tubuh. Kebiasaan cuci tangan pakai sabun adalah cara
yang paling efektif untuk mencegah penyakit disaat diare dan pneumonia masih
menjadi penyebab Kematian tertinggi di dunia. Sementara Ketua Tim Penggerak PKK
Kecamatan dan Kelurahan yang sudah hafal dengan gerakan cuci tangan ini
menyatakan siap adanya kunjungan gerakan cuci tangan pakai sabun di Wilayahnya
karena menurutnya kegiatan menjadikan cuci tangan menjadi sebuah kebiasaan
dengan satu harapan mereka akan turut serta menjadi agen perubahan, yang
akan secara pro aktif mengkampanyekan gerakan cuci tangan pakai sabun pada
keluarga dan lingkungan masing-masing. Oleh karenanya kepada Ketua Tim
Penggerak PKK Kecamatan, Kelurahan dan para kader PKK saya minta agar cuci
tangan pakai dapat dengan mudah ditangkap dan dipahami oleh anak-anak dan
masyarakat Kota Mojokerto agar tumbuh budaya hidup bersih dan sehat. Karena
Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku yang dipraktekkan oleh
setiap individu dengan kesadarn sendiri untuk meningkatkan kesehatannya dan
berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang sehat. PHBS harus diterapkan
dalam setiap lini kehidupan manusia kapan saja dan di mana saja. Seperti halnya
di rumah tangga/keluarga, instusi kesehatan, tempat-tempat umum, sekolah maupun
ditempat kerja karena perilaku tersebut merupakan sikap dan tindakan yang akan
membentuk kebiasaan seseorang untuk berperilaku sehat.(Orz).

No comments:
Post a Comment