Semua
tahu kalau pengguna narkoba hanya merugikan diri sendiri, keluarga dan
lingkungan masyarakat. Namun yang lebih mengejutkan ialah pecandu narkoba juga
berpotensi lebih tinggi mengalami gangguan jiwa. Begitulah yang disampaikan
Siswoyo dari Puskesmas Gedongan ketika memberikan penyuluhan bahaya narkoba di
Balai Kelurahan Magersari hari Kamis (19/10/2017). Dikatakan Siswoyo umumnya,
penyebab gangguan jiwa yang diketahui oleh orang awam hanya stress dan depresi.
Pada hal lebih dari itu gangguan jiwa diantaranya cemas, depresi, psikotik atau
skizofrenia, gangguang afektif (sering sedih), maniakal (respon berlebihan),
banyak tertawa, banyak optimis, paranoid (suka curiga), hingga gangguan akibat
zat tertentu (alkohol dan narkoba).
Menurut
Siswoyo, gangguan jiwa yang tingkatannya lebih tinggi diakibatkan oleh pengguna
narkoba. Akibat tersebut masyarakat jangan malu berobat ke Puskesmas lebih
cepat ditangani lebih baik karena pengobatan pasien sakit jiwa karena narkoba
membutuhkan waktu dan pengobatan oral serta terapi lebih lama. Belum lagi ada
obat khusus untuk mengatasi ketergantungan obat. Pengobatan jauh lebih
intensif, bahkan pecandu narkoba yang sudah akut biasanya mengalami putusnya
saraf dan sel otak. Lebih lanjut dijelaskan oleh Siswoyo efek gangguan jiwa
karena narkoba tidak selalu sama pada tiap individu. Ada yang marah-marah,
tidak bisa tidur, bicara sendiri, diam saja, bahkan mengamuk, menganggu
aktivitas seharusnya bekerja tidak bekerja, tidak semangat (murung), tidak ada
keinginan berbuat positif, merasa tidak dihargai, sehingga ada perasaan bunuh
diri untuk apa hidup, tangan disilet-silet, darahnya diminum sendiri, kalau
pendarahan banyak akibat narkoba berakhir dengan Kematian. Gangguan jiwa
berat melibatkan tiga faktor penyebab yaitu biologis, psikologis dan
sosial. Faktor biologis misalnya ketidakseimbangan neurotransmitter dalam otak.
Faktor psikologis terkait dengan kepribadian pasien. Untuk itu pengobatan perlu
dilakukan. Di Puskesmas Gedongan tambah Siswoyo menyediakan poli gangguan jiwa
untuk mencegah terjadinya gangguan jiwa. Selain itu bagaimana sikap kita saat
orang terdekat alami gangguan jiwa. Ini diawali dari kesehatan mental merupakan
hal yang penting bagi setiap orang. Jika seseorang memiliki kerabat yang
terkena gangguan jiwa, penting untuk memahami bagaimana cara bersikap terhadap
orang tersebut. Ada beberapa hal yang harus dilakukan antara lain memahami
gejala gangguan jiwa seperti ketidak mampuan untuk berpartisipasi dilingkungan
sosial, masalah ingatan, gangguan pada aktivitas sehari-hari, kurang peduli
dengan kebersihan. Setelah memahami gejala yang dialami penderita gangguan
jiwa, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah tetap tenang, terutama
dihadapan si penderita, karena memperlihatkan emosi didepan penderita gangguan
jiwa dapat memancing emosinya. Kemudian beri dukungan kepada kerabat yang
mengalami gangguan jiwa. Ajak untuk melakukan aktivitas fisik seperti olah raga
dan aktivitas sosial yang mengalihkan pikiran. Hubungan sosial yang baik dapat
mengurangi keadaan stres. Dan selanjutnya hindari konsumsi alkohol dan narkoba
karena dapat semakin merusak perasaan dan psikologi anda.(Orz).

No comments:
Post a Comment