SEKRETARIAT : JLN. GAJAHMADA NO. 100 GEDUNG GMSC KOTA MOJOKERTO TELP : 0822 3117 3218 Email : telecenterpalapakotamojokerto@gmail.com, Blogger : http://telecenterpalapa.blogspot.co.id/

Tuesday, October 24, 2017

PECANDU NARKOBA RENTAN ALAMI GANGGUAN JIWA

Semua tahu kalau pengguna narkoba hanya merugikan diri sendiri, keluarga dan lingkungan masyarakat. Namun yang lebih mengejutkan ialah pecandu narkoba juga berpotensi lebih tinggi mengalami gangguan jiwa. Begitulah yang disampaikan Siswoyo dari Puskesmas Gedongan ketika memberikan penyuluhan bahaya narkoba di Balai Kelurahan Magersari hari Kamis (19/10/2017). Dikatakan Siswoyo umumnya, penyebab gangguan jiwa yang diketahui oleh orang awam hanya stress dan depresi. Pada hal lebih dari itu gangguan jiwa diantaranya cemas, depresi, psikotik atau skizofrenia, gangguang afektif (sering sedih), maniakal (respon berlebihan), banyak tertawa, banyak optimis, paranoid (suka curiga), hingga gangguan akibat zat tertentu (alkohol dan narkoba).
Menurut Siswoyo, gangguan jiwa yang tingkatannya lebih tinggi diakibatkan oleh pengguna narkoba. Akibat tersebut masyarakat jangan malu berobat ke Puskesmas lebih cepat ditangani lebih baik karena pengobatan pasien sakit jiwa karena narkoba membutuhkan waktu dan pengobatan oral serta terapi lebih lama. Belum lagi ada obat khusus untuk mengatasi ketergantungan obat. Pengobatan jauh lebih intensif, bahkan pecandu narkoba yang sudah akut biasanya mengalami putusnya saraf dan sel otak. Lebih lanjut dijelaskan oleh Siswoyo efek gangguan jiwa karena narkoba tidak selalu sama pada tiap individu. Ada yang marah-marah, tidak bisa tidur, bicara sendiri, diam saja, bahkan mengamuk, menganggu aktivitas seharusnya bekerja tidak bekerja, tidak semangat (murung), tidak ada keinginan berbuat positif, merasa tidak dihargai, sehingga ada perasaan bunuh diri untuk apa hidup, tangan disilet-silet, darahnya diminum sendiri, kalau pendarahan banyak  akibat narkoba berakhir dengan Kematian. Gangguan jiwa berat melibatkan tiga faktor  penyebab yaitu biologis, psikologis dan sosial. Faktor biologis misalnya ketidakseimbangan neurotransmitter dalam otak. Faktor psikologis terkait dengan kepribadian pasien. Untuk itu pengobatan perlu dilakukan. Di Puskesmas Gedongan tambah Siswoyo menyediakan poli gangguan jiwa untuk mencegah terjadinya gangguan jiwa. Selain itu bagaimana sikap kita saat orang terdekat alami gangguan jiwa. Ini diawali dari kesehatan mental merupakan hal yang penting bagi setiap orang. Jika seseorang memiliki kerabat yang terkena gangguan jiwa, penting untuk memahami bagaimana cara bersikap terhadap orang tersebut. Ada beberapa hal yang harus dilakukan antara lain memahami gejala gangguan jiwa seperti ketidak mampuan untuk berpartisipasi dilingkungan sosial, masalah ingatan, gangguan pada aktivitas sehari-hari, kurang peduli dengan kebersihan. Setelah memahami gejala yang dialami penderita gangguan jiwa, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah tetap tenang, terutama dihadapan si penderita, karena memperlihatkan emosi didepan penderita gangguan jiwa dapat memancing emosinya. Kemudian beri dukungan kepada kerabat yang mengalami gangguan jiwa. Ajak untuk melakukan aktivitas fisik seperti olah raga dan aktivitas sosial yang mengalihkan pikiran. Hubungan sosial yang baik dapat mengurangi keadaan stres. Dan selanjutnya hindari konsumsi alkohol dan narkoba karena dapat semakin merusak perasaan dan psikologi anda.(Orz).

No comments:

Post a Comment