bu hamil merupakan
kelompok yang rawan terhadap kekurangan gizi. Gizi kurang pada ibu hamil akan
mempengaruhi proses tumbuh kembang janin yang beresiko kelahiran Bayi Berat
Rendah (BBLR). Untuk mengatasi kekurangan gizi yang terjadi pada kelompok Ibu
Hamil Kurang Energi Kronis (KEK) perlu diselingi gerakan Pemberian Makanan
Tambahan (PMT) pemulihan, PMT pemulihan bagi ibu hamil KEK dimaksudkan sebagai
tambahan bukan sebagai pengganti makanan utama sehari-hari. Untuk mengatasi itu
semua Dinas Kesehatan Kota Mojokerto melalui UPT Puskesmas Mentikan mengadakan
Pembinaan dan Pelatihan bagi ibu hamil KEK selama 1 bulan, yang Pembukaannya
dilaksanakan 14/3/2019. Lily Nurlaily Kepala UPT Puskesmas Mentikan dalam
sambutan pengarahan pada Pembukaan Pembinaan dan Pelatihan Bumil Risti
mengatakan bahwa Taman Pemulihan Gizi (TPG) bagi ibu hamil risti perlu
dilaksanakan untuk menilai derajat ibu hamil agar dapat diketahui
perkembangannya, Bumil Risti memiliki resiko terjadinya komplikasi saat
persalinan dan pasca persalinan, sehingga perlu diketahui sedini mungkin . bayi
lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 Kg (2500 g) akan gampang terkena
penyakit.
Bayi-bayi lahir prematur (kurang bulan) mengakibatkan pematangan fungsi paru-paru kurang matang, sehingga bayi mudah sesak nafas. Dengan adanya pelatihan semacam ini Bumil KEK hamil yang Lila (lingkar lengan atas) kurang dari 23,5cm dan dari keluarga kurang mampu, diberikan Pembinaan dan Pelatihan bagaimana merawat bayi dan balitanya agar terpenuhi kebutuhan gizi, nutrisi untuk ibu hamil sesuai dengan menu seimbang (TKTP) dan memberikan contoh makanan sehat yang dimakan secara bersama-sama dengan ibu hamil yang lain. Di Taman Pemulihan Gizi juga dilengkapi berbagai macam materi yang menarik seputar kesehatan agar tetap dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan. Lily berharap agar para peserta (Bumil KEK) untuk selalu datang mengikuti TPG sesuai dengan jadwal yang ada. Menurut Elis Eko Widiastuti Pelaksana Program tujuan dilaksanakan kegiatan agar dapat menurunkan kasus bayi lahir dengan berat badan kurang dari 2500 g (2,5 Kg), memberikan informasi tentang prinsip dasar TPG ibu hamil KEK. Kegiatan dilaksanakan selama 30 hari dimulai dari tanggal 14/3/2019 di UPT Puskesmas Mentikan di ikuti 15 orang Bumil KEK, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala UPT Puskesmas Mentikan yang diberikan kepada salah satu peserta. Adapun Narasumber dari Tenaga Kesehatan Puskesmas, selain diberikan materi tentang kesehatan peserta juga diberikan ketrampilan daur ulang sampah dari kresek dan kertas koran, hal ini dimaksudkan agar para peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, sehingga kelak akan dapat meningkatkan ekonominya. (Sef/yuk).
Bayi-bayi lahir prematur (kurang bulan) mengakibatkan pematangan fungsi paru-paru kurang matang, sehingga bayi mudah sesak nafas. Dengan adanya pelatihan semacam ini Bumil KEK hamil yang Lila (lingkar lengan atas) kurang dari 23,5cm dan dari keluarga kurang mampu, diberikan Pembinaan dan Pelatihan bagaimana merawat bayi dan balitanya agar terpenuhi kebutuhan gizi, nutrisi untuk ibu hamil sesuai dengan menu seimbang (TKTP) dan memberikan contoh makanan sehat yang dimakan secara bersama-sama dengan ibu hamil yang lain. Di Taman Pemulihan Gizi juga dilengkapi berbagai macam materi yang menarik seputar kesehatan agar tetap dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan. Lily berharap agar para peserta (Bumil KEK) untuk selalu datang mengikuti TPG sesuai dengan jadwal yang ada. Menurut Elis Eko Widiastuti Pelaksana Program tujuan dilaksanakan kegiatan agar dapat menurunkan kasus bayi lahir dengan berat badan kurang dari 2500 g (2,5 Kg), memberikan informasi tentang prinsip dasar TPG ibu hamil KEK. Kegiatan dilaksanakan selama 30 hari dimulai dari tanggal 14/3/2019 di UPT Puskesmas Mentikan di ikuti 15 orang Bumil KEK, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala UPT Puskesmas Mentikan yang diberikan kepada salah satu peserta. Adapun Narasumber dari Tenaga Kesehatan Puskesmas, selain diberikan materi tentang kesehatan peserta juga diberikan ketrampilan daur ulang sampah dari kresek dan kertas koran, hal ini dimaksudkan agar para peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, sehingga kelak akan dapat meningkatkan ekonominya. (Sef/yuk).

No comments:
Post a Comment