MOJOKERTO – GEMA MEDIA
; TBC itu merupakan penyakit menular, yang upaya pemberantasannya mutlak
memerlukan partisipasi dan peran serta masyarakat, serta pemberdayaan
masyarakat secara lebih luas, Karena begitu besarnya efek negatif yang
ditimbulkan oleh penyakit TBC ini maka pada pertemuan rutin Rapat Pleno Tim
Penggerak PKK Kota Mojokerto hari Rabu (6/3/2019) diisi dengan sosialisasi
bahaya penyakit TB disampaikan oleh Ida Nurdiati, Kepala Seksi Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit Menular, Suyono dari bidang pengelolaan program P3M dan
dr. Hesty Hermawati, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Mojokerto. Kata
Hj.Nur Chasanah Achmad Rizal, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto. Pada
acara tersebut Nur Chasanah juga menyampaikan hasil Rakornas PKK tahun 2019
yang diikuti di Jakarta 26 Pebruari sampai dengan tanggal 28 Pebruari 2019
tentang pentingnya 1000 hari pertama kehidupan anak dan kegiatan peringatan
Satrak PKK dilaksanakan pada bulan April 2019.
Ditambahkan Nur Chasanah jika kader PKK diberi pengetahuan dan keterampilan mengenai tanda-tanda dan gejala penyakit TBC, cara pembrantasannya dan pengobatan TB ini, maka niscaya mereka juga dapat berperan sebagai penyuluh yang tepat guna, karena merekalah yang mengenali karakter, gaya hidup, dan budaya masyarakat yang menjadi binaannya. Sehingga Tanggal 24 Maret ditetapkan sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia. Dengan tema “saatnya Indonesia bebas TBC dimulai dari saya “ dengan gerakan “Temukan TB Obati Sampai Sembuh” (TOSS). Tema ini sekaligus menjelaskan bahwa setiap individu dapat menjadi pemimpin dalam upaya untuk mengakhiri tuberkulosis, terkait dengan bidangnya masing-masing. Adapun yang dibahas dalam rapat pleno yang dipandu Mamik Sriyono Sekretaris TP PKK Kota Mojokerto tersebut antara lain, dimulai dari Pokja I Pengajian Alkholifah setiap hari Kamis kedua, lomba membuat beberan simulasi tanggal 28 Maret 2019, Pokja II pelatihan dasar pengelolaan keuangan Mikro di Kelurahan tanggal 13 dan 14 Maret 2019, Pokja III kunjungan ke Kelompok Wanita Tani setiap hari Jum’at, tanggal 20 dan 21 Maret 2019 pelatihan berbahan kelor untuk Kelurahan Pulorejo dan 26 Maret lomba Gemar Makan Ikan, Pokja IV tanggal 12 Maret 2019 sosialsasi HIV. Untuk meningkatkan perekonomian melalui potensi yang ada, acara rapat pleno juga diisi dari Pokja III TP PKK Kota Mojokerto gelar dagang dari Kelompok Wanita Tani Srikandi Jaya Kelurahan Surodinawan. Selanjutnya, peran kunci yang dapat dilakukan oleh Kader PKK menurut Ida Nurdiati, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Mojokerto yakni pertama, ikut menggerakkan kader dan penemuan terduga TB dengan mengetahui gejala TB. Kedua kader dapat memberikan pengetahuan yang diperoleh saat ini ke Kelurahan sampai kader di RW/RT sampai dengan dasa wisma, screaning TB misalnya tempat berkumpulnya orang di sekolah-sekolah di Pondok pesantren dan lain-lain. Menjaga pola hidup yang sehat adalah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit TBC.(yuk).
Ditambahkan Nur Chasanah jika kader PKK diberi pengetahuan dan keterampilan mengenai tanda-tanda dan gejala penyakit TBC, cara pembrantasannya dan pengobatan TB ini, maka niscaya mereka juga dapat berperan sebagai penyuluh yang tepat guna, karena merekalah yang mengenali karakter, gaya hidup, dan budaya masyarakat yang menjadi binaannya. Sehingga Tanggal 24 Maret ditetapkan sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia. Dengan tema “saatnya Indonesia bebas TBC dimulai dari saya “ dengan gerakan “Temukan TB Obati Sampai Sembuh” (TOSS). Tema ini sekaligus menjelaskan bahwa setiap individu dapat menjadi pemimpin dalam upaya untuk mengakhiri tuberkulosis, terkait dengan bidangnya masing-masing. Adapun yang dibahas dalam rapat pleno yang dipandu Mamik Sriyono Sekretaris TP PKK Kota Mojokerto tersebut antara lain, dimulai dari Pokja I Pengajian Alkholifah setiap hari Kamis kedua, lomba membuat beberan simulasi tanggal 28 Maret 2019, Pokja II pelatihan dasar pengelolaan keuangan Mikro di Kelurahan tanggal 13 dan 14 Maret 2019, Pokja III kunjungan ke Kelompok Wanita Tani setiap hari Jum’at, tanggal 20 dan 21 Maret 2019 pelatihan berbahan kelor untuk Kelurahan Pulorejo dan 26 Maret lomba Gemar Makan Ikan, Pokja IV tanggal 12 Maret 2019 sosialsasi HIV. Untuk meningkatkan perekonomian melalui potensi yang ada, acara rapat pleno juga diisi dari Pokja III TP PKK Kota Mojokerto gelar dagang dari Kelompok Wanita Tani Srikandi Jaya Kelurahan Surodinawan. Selanjutnya, peran kunci yang dapat dilakukan oleh Kader PKK menurut Ida Nurdiati, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Mojokerto yakni pertama, ikut menggerakkan kader dan penemuan terduga TB dengan mengetahui gejala TB. Kedua kader dapat memberikan pengetahuan yang diperoleh saat ini ke Kelurahan sampai kader di RW/RT sampai dengan dasa wisma, screaning TB misalnya tempat berkumpulnya orang di sekolah-sekolah di Pondok pesantren dan lain-lain. Menjaga pola hidup yang sehat adalah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit TBC.(yuk).

No comments:
Post a Comment