MOJOKERTO – GEMA MEDIA
: Rabu, 20 Maret dan Kamis, 21 Maret 2019 Dinas Ketahanan
Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto menggelar acara Pelatihan Olahan
Dengan Bahan Dasar Daun Kelor , bertempat ruang pertemuan DKPP, Jalan Suromulang
Kelurahan Surodinawan Kecamatan Prajurit Kulon. acara tersebut
digelar untuk mewujudkan wirausaha yang mandiri dan sejahtera. Dalam Pelatihan
tersebut DKPP menggandeng Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kerja (LPPK) “
Rieny “ dari Kabupaten Kediri. Acara dibuka Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan
Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto Drs. R. Happy Dwi Prasetyawan, M.Si, dalam
sambutannya mengatakan Upaya Pemerintah Kota Mojokerto dalam
mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi gizi
masyarakat sesuai dengan potensi dan kearifan local untuk mewujudkan
hidup sehat, aktif dan produktif. salah satunya dengan memberikan pelatihan dan
ketrampilan bagi masyarakat Kelurahan Purlorejo. Karena Kelurahan Pulorejo
sebagai Kelurahan Percontohan dalam budidaya kelor. Hal tersebut dimaksudkan
agar masyarakat dapat berdaya, mandiri dan sejahtera,mengerti manfaat kandungan
gizi dari daun kelor, serta tata cara perawatan dan pengolahannya. Happy menambahkan pelatihan olahan dengan bahan dasar
daun kelor DKPP menghadirkan narasumber LPPK Rieny peserta akan memperoleh ilmu
pengetahuan baik teori maupun praktek mengolah bahan dasar daun kelor untuk
diolah menjadi beberapa macam produk olahan.
Dari hasil produk tersebut dapat dikembangkan sehingga menjadi Aikon Kota Mojokerto,menjadi oleh-oleh khas Kota Mojokerto sebagai produk unggulan di Kelurahan Pulorejo khususnya dan Kota Mojokerto pada umumnya. .Pemerintah Kota Mojokerto melalui DKPP dengan dengan digelarnya pelatihan tersebut R. Happy berharap setelah pelatihan peserta dapat mengembangkan usahanya sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan peserta menjadi wirausaha yang berhasil. Menurut Sri Asih, S.Sos, MM, Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Ketua penyelenggara kegiatan pelatihan menyampaikan laporan bahwa digelarnya pelatihan ini sebagai hasil musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) Kota Mojokerto tahun 2018. Maksud dan tujuan pelatihan diikuti 20 orang dari Kelurahan Pulorejo ini agar masyarakat mempunyai pengetahuan dan ketrampuilan dalam proses pengolahan daun kelor serta untuk menumbuhkan jiwa wirausaha yang kreatif dan inovatif. Lebih lanjut Sri Asih pelatihan berlangsung 2 (dua) hari mulai hari Rabu tanggal 20 Maret sampai dengan hari Kamis tanggal 21 Maret 2019 didampingi instruktur Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kerja (LPPK) “ Rieny “ dari Kabupaten Kediri peserta mendapatkan teori dan praktek 10 macam Olahan dengan bahan dasar daun kelor diantaranya krupuk daun kelor, bakpia pathuk kelor, permen tape kelor, pokis ayu kelor, sempol kelor, permen suke, sempol kelor, rollade ayam, pasta kelor, tepung kelor dan permen suke bahannya salah satunya dari tepung kelor. Sri Asih berharap sesuai Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, untuk pengembangan produksi olahan sekaligus memudahkan DKPP untuk melaksanakan pembinaan dan monitoring serta mengevaluasi perkembangan, pasca pelatihan peserta segera membentuk kelompok lengkap dengan susunan pengurusnya.(yuk).
Dari hasil produk tersebut dapat dikembangkan sehingga menjadi Aikon Kota Mojokerto,menjadi oleh-oleh khas Kota Mojokerto sebagai produk unggulan di Kelurahan Pulorejo khususnya dan Kota Mojokerto pada umumnya. .Pemerintah Kota Mojokerto melalui DKPP dengan dengan digelarnya pelatihan tersebut R. Happy berharap setelah pelatihan peserta dapat mengembangkan usahanya sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan peserta menjadi wirausaha yang berhasil. Menurut Sri Asih, S.Sos, MM, Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Ketua penyelenggara kegiatan pelatihan menyampaikan laporan bahwa digelarnya pelatihan ini sebagai hasil musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) Kota Mojokerto tahun 2018. Maksud dan tujuan pelatihan diikuti 20 orang dari Kelurahan Pulorejo ini agar masyarakat mempunyai pengetahuan dan ketrampuilan dalam proses pengolahan daun kelor serta untuk menumbuhkan jiwa wirausaha yang kreatif dan inovatif. Lebih lanjut Sri Asih pelatihan berlangsung 2 (dua) hari mulai hari Rabu tanggal 20 Maret sampai dengan hari Kamis tanggal 21 Maret 2019 didampingi instruktur Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kerja (LPPK) “ Rieny “ dari Kabupaten Kediri peserta mendapatkan teori dan praktek 10 macam Olahan dengan bahan dasar daun kelor diantaranya krupuk daun kelor, bakpia pathuk kelor, permen tape kelor, pokis ayu kelor, sempol kelor, permen suke, sempol kelor, rollade ayam, pasta kelor, tepung kelor dan permen suke bahannya salah satunya dari tepung kelor. Sri Asih berharap sesuai Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, untuk pengembangan produksi olahan sekaligus memudahkan DKPP untuk melaksanakan pembinaan dan monitoring serta mengevaluasi perkembangan, pasca pelatihan peserta segera membentuk kelompok lengkap dengan susunan pengurusnya.(yuk).

No comments:
Post a Comment