MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Tragedi terbakarnya
rumah Siatin, warga Rt 1, Rw 3, Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung
Gedangan, Kecamatan Magersari Kota Mojokerto, yang rumahnya terbakar pada
hari kamis, 7 februari 2019 lalu, akhirnya mendapatkan bantuan untuk
pembangunan dari Baznas Kota Mojokerto. Tim Baznas Kota Mojokerto yang pimpin
oleh Drs. Imam Sampurno pada rabu (13/2/2019) mendatangi rumah korban untuk
menyerahkan bantuan. Kepada gema media Imam mengatakan bahwa bantuan dari para
muzakki kepada masyarakat yang membutuhkan ini adalah merupakan program rutin
baznas kota mojokerto, yang didistribusikan setelah mendapatkan verifikasi dari
tim survei. ” Kami ikut prihatin dan merasakan kesedihan ibu dan keluarga.
Pada saat ini kami menyampaikan amanah dari para muzakki untuk membantu meskipun nilainya tidak banyak, hanya empat juta rupiah saja. Semoga bantuan dari para muzakki ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kami yakin untuk membangun rumahnya kembali tidak cukup, harapan kami minimal bisa meringankan beban ibu siatin”. Kata imam. Seperti dikisahkan siatin janda (64) tahun ini, terbakarnya rumah yang ditempati sendiri ini adalah akibat tersambar petir yang menyulut konsleting listrik hingga rumahnya terbakar ludes, tidak ada satu perabot pun yang sempat diselamatkan dari kejadian tersebut. Beruntung kebakaran yang terjadi tidak sampai menyambar rumah warga yang lain karena tepat pada saat kejadian itu bersamaan dengan hujan yang turun deras. ” Alhamdulillah saya selamat, jenengan pirsani sendiri, semua terbakar habis, prabot rumah, meja, kursi lemari, kasur semuanya terbakar. Saat kejadian saya sempat pingsan lho mas”. ungkap Siatin. Sementara itu Ahmat Fatoni SE, Lurah Gunung gedangan yang hari itu ikut mendampingi bersama Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto menyampaikan apresiasi kepada Baznas Kota Mojokerto. Bersama warga segera akan melakukan tindakan untuk membantu korban. ” Saat kejadian banyak TV dan perabot elektronik tetangga juga rusak tersambar petir, tapi memang rumah bude siatin lah yang paling terdampak, Insyaallah pada hari minggu besok kita akan kerahkan warga untuk kerja bhakti membantu pembangunan kembali”. Kata Pak Lurah.(rs/an)
Pada saat ini kami menyampaikan amanah dari para muzakki untuk membantu meskipun nilainya tidak banyak, hanya empat juta rupiah saja. Semoga bantuan dari para muzakki ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kami yakin untuk membangun rumahnya kembali tidak cukup, harapan kami minimal bisa meringankan beban ibu siatin”. Kata imam. Seperti dikisahkan siatin janda (64) tahun ini, terbakarnya rumah yang ditempati sendiri ini adalah akibat tersambar petir yang menyulut konsleting listrik hingga rumahnya terbakar ludes, tidak ada satu perabot pun yang sempat diselamatkan dari kejadian tersebut. Beruntung kebakaran yang terjadi tidak sampai menyambar rumah warga yang lain karena tepat pada saat kejadian itu bersamaan dengan hujan yang turun deras. ” Alhamdulillah saya selamat, jenengan pirsani sendiri, semua terbakar habis, prabot rumah, meja, kursi lemari, kasur semuanya terbakar. Saat kejadian saya sempat pingsan lho mas”. ungkap Siatin. Sementara itu Ahmat Fatoni SE, Lurah Gunung gedangan yang hari itu ikut mendampingi bersama Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto menyampaikan apresiasi kepada Baznas Kota Mojokerto. Bersama warga segera akan melakukan tindakan untuk membantu korban. ” Saat kejadian banyak TV dan perabot elektronik tetangga juga rusak tersambar petir, tapi memang rumah bude siatin lah yang paling terdampak, Insyaallah pada hari minggu besok kita akan kerahkan warga untuk kerja bhakti membantu pembangunan kembali”. Kata Pak Lurah.(rs/an)

No comments:
Post a Comment