MOJOKERTO-GEMA MEDIA:Penyelenggaraan
Kab/Kota sehat adalah merupakan kewajiban semua OPD ,
demikian juga di Kota Mojokerto. Kegiatan kota sehat bukan hanya menjadi
tanggungjawab Dinas Kesehatan atau Bappeko saja. Oleh karena itu semua
OPD di Kota Mojokerto mempunyai kewajiban untuk mendukungnya. Demikian
disampaikan oleh Ary Tjatur Juda Istiningsih, SE Sekretaris Bappeko Mojokerto
saat memimpin rapat koordinasi kota sehat yang bertempat di SMP Negeri 4 Kota
Mojokerto. Lebih lanjut ary panggilan akrabnya mengatakan, jauh
sebelumnya semua OPD diberi kesempatan untuk menganggarkan kegiatankota
sehat. “ sekarang ini mumpung awal tahun saya kira masih cukup waktu untuk
mengalokasikan anggaran untuk mendukung kota sehat sesuai tupoksi
masing-masing” katanya. Rakoor kali ini menghadirkan OPD terkait,seperti Dinas
PUPR, Dinas Kesehatan,BNN, Polresta,Dishub,Satpol PP, Dinas Pendidikan, FKS,
FKKS. Serta Kepala sekolah SMP N 4 dan perwakilan guru. Dipilihnya SMPN 4
menurut Ary merupkan sekolah yang diniai lebih siap. Untuk penilaian tahun
ini Kota Mojokerto akan dinilai tingkat nasional tingkat swastisaba Wiwerda
dengan empat tatanan. “walau SMPN 4 ini yang dinilai focus pada Adiwiyata
misalnya, atau sekolah tertib lalu lintas, maka lingkungan yang lain harus
mendukung. “Tim tidak hanya melihat satu titik saja.” Kata Ary.
Sementara itu Susilowati, Kabid. Kesehatan masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dalam paparannya menyampaikan banyak hal yang perlu disiapkan oleh pihak sekolah jauh lebih awal. Penilaian yang rencananya pada bulan Agustus – September 2019, diharapkan semua OPD mendukung dan anak-anak sekolah serta guru juga siap. Beberapa titik yang menjadi kosentrasi kota sehat di SMPN 4 antara lain, kantin sekolah, taman toga, Dapur sekolah, UKS, tempat parkir, taman sekolah,kamar mandi guru, kamar mandi anak dan lainnya. Susi berharap,setelah pertemuan kali ini, diminta pihak sekolah membagi tugas guru sebagai koordinator masing-masing bagian. Selanjutnya bisa berkoordinasi dengan tim pembina dari OPD. Menanggapi masalah ini kepala SMPN 4 Muhaimin,menyatakan siap dan berterima kasih karena sudah diberi kepercayaan dalam mendukung penilaian kota sehat tingkat nasional. Mengenai adanya udara yang berwarna hitam, seperti yang dilaporkan saat siang hari atas buangan limbah pabrik tahu, akan segera dilakukan uji udara embien dari Dinas Lingkungan Hidup. Penataan PKL di kawasan sekolah, juga akan dibantu penertibn oleh Satpol PP.”Saya kawatir, jajanan yang dijual oleh PKL tidak sehat, walau anak-anak sudah dilarang beli,namanya anak, tidak semua bisa patuh” kata kepsek ini. Untuk masalah ini sudah ada solusinya yakni bekerjasama dengan poskopaman (Pos pangan aman)Puskesmas Kranggan untuk memeriksa makanan dan minuman yang dijajakan PKL tersebut. Drs. Sunardi Sekretaris Dinas Pendidikan hadir pada kesempatan tersebut menuturkan, prinsipnya dari lembaga pendidikan siap mendukung, mengingat penilaian kota sehat ini hajat bersama Pemerintah Kota Mojokerto. (an)
Sementara itu Susilowati, Kabid. Kesehatan masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dalam paparannya menyampaikan banyak hal yang perlu disiapkan oleh pihak sekolah jauh lebih awal. Penilaian yang rencananya pada bulan Agustus – September 2019, diharapkan semua OPD mendukung dan anak-anak sekolah serta guru juga siap. Beberapa titik yang menjadi kosentrasi kota sehat di SMPN 4 antara lain, kantin sekolah, taman toga, Dapur sekolah, UKS, tempat parkir, taman sekolah,kamar mandi guru, kamar mandi anak dan lainnya. Susi berharap,setelah pertemuan kali ini, diminta pihak sekolah membagi tugas guru sebagai koordinator masing-masing bagian. Selanjutnya bisa berkoordinasi dengan tim pembina dari OPD. Menanggapi masalah ini kepala SMPN 4 Muhaimin,menyatakan siap dan berterima kasih karena sudah diberi kepercayaan dalam mendukung penilaian kota sehat tingkat nasional. Mengenai adanya udara yang berwarna hitam, seperti yang dilaporkan saat siang hari atas buangan limbah pabrik tahu, akan segera dilakukan uji udara embien dari Dinas Lingkungan Hidup. Penataan PKL di kawasan sekolah, juga akan dibantu penertibn oleh Satpol PP.”Saya kawatir, jajanan yang dijual oleh PKL tidak sehat, walau anak-anak sudah dilarang beli,namanya anak, tidak semua bisa patuh” kata kepsek ini. Untuk masalah ini sudah ada solusinya yakni bekerjasama dengan poskopaman (Pos pangan aman)Puskesmas Kranggan untuk memeriksa makanan dan minuman yang dijajakan PKL tersebut. Drs. Sunardi Sekretaris Dinas Pendidikan hadir pada kesempatan tersebut menuturkan, prinsipnya dari lembaga pendidikan siap mendukung, mengingat penilaian kota sehat ini hajat bersama Pemerintah Kota Mojokerto. (an)

No comments:
Post a Comment