MOJOKERTO – (GEMA MEDIA) – Pemerintah Kota Mojokerto dalam
berupaya meningkatkan terus pelayanan kepada masyarakat di berbagai lini, salah
satu nya di kesehatan, untuk menuju Kota Mojokerto sehat, bermartabat dan
berdaya saing. Merujuk pada semua jenis pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan
Kota Mojokerto gelar sinkronisasi perencanaan dan dan pengembangan program
kesehatan di Kota Mojokerto. bertempat di Aula Hotel Ayola Sunrice Mall, jalan
Benteng Pancasila No.9, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota
Mojokerto, Jawa Timur. Selasa (29/01/2019). Rapat sinktonisasi tersebut
dihadiri oleh Walikota Mojokerto, Kepala Dinas Kesehatan, dan seluruh jajaran
struktural dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas se-Kota Mojokerto. Dalam
sambutannya, Kepala Dinas Kota Mojokerto Dra. Christiana Indah Wahyu.Apt. MSi
menyampaikan, dalam rangka mewujudkan visi misi pemerintah Kota Mojokerto
masyarakat yang berdaya saing, maka pada pelaksanaan kegiatan ini salah satu
tujuannya, adalah supaya kita semua bisa memahami arah kebijakan itu
membutuhkan SDM kesehatan yang betul-betul yang mempunyai kualitas tanggung
jawab dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Kesejahteraan
masyarakat kota Mojokerto seperti yang ada dalam visi pemerintah kota Mojokerto
tidak lepas dari komitmen bersama. Sesuai dengan penandatangan fakta integritas
perjanjian kinerja antara Dinas Kesehatan dengan seluruh jajaran struktural
yang ada di Pemerintah Kota Mojokerto, menurut Indah sapaan akrabnya.
“Bagaimana kita bisa menganalisis ada suatu permasalahan ada solusi agar potensi masyarakat yang bisa kita pakai untuk menyelesaikan permasalahan di tingkat lingkungan di masyarakat,”. Dengan Respon yang cepat Apalagi itu terkait dengan kesehatan masyarakat. Bbeberapa waktu yang lalu kita juga mendapatkan informasi tentang banyaknya kasus demam berdarah di Kota Mojokerto di Rumah sakit dengan pasien DBD. Setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi ternyata yang memenuhi itu adalah penderita DBD luar kota. Mengingat keberadaan rumah sakit kita memberikan pelayanan kepada masyarakat bukan hanya di warga Kota Mojokerto saja akan tetapi juga melayani masyarakat dari luar Kota Mojokerto, imbuhnya. Masih kata Indah, menurunkan penderita demam berdarah tahun ini Indonesia dengan siklus (lima) tahunan DBD. Sedangkan di Kota Mojokerto sampai dengan Januari ini kasus DBD ada 4 (empat) penderita. Tahun 2018 kemarin kasus DBD ada 10 (sepuluh) penderita. Oleh karenanya kita perlu melakukan analisis kelembagaan dan edukasi kepada masyarakat agar tidak menjadii permasalahan besar bagi kita semua. Hal senada juga di sampaikan oleh walikota Mojokerto Hj Ika Puspitasari SE, pelayanan Kesehatan di Kota Mojokerto harus terus di tinggkatkan, inovasi, terobosan harus terus dikembangkan, untuk menuju kota sehat. “Saya mengajak seluruh OPD yang ada di pemerintah kota Mojokerto ini untuk maju melangkah Ayo berbenah yang artinya kita harus tahu lebih maju dari pada saat ini dan saat-saat sebelumnya.” Seperti pada paparan sebelumnya, dalam 4 (empat) hari berturut-turut seluruh OPD paparkan program kegiatannya dalam setahun kedepan, semuanya dalam menentukan indikator memasang target menentukan Output harus lebih baik dan lebih maju daripada tahun-tahun sebelumnya, ungkap Ning Ita sapaan akrabnya. Lanjut Ning Ita, Untuk Dinas Kesehatan yang sesuai dengan takaran yang kemarin yang ditentukan yang ditetapkan pada paparan tersebut sudah lebih tinggi dari pada tahun 2018. Perlu saya sampaikan kepada semuanya, karena semua pun adalah bagian dari pemerintahan ini yang berhak dan juga wajib sosialisasikan kepada siapapun yang ada di sekitar bila membutuhkan informasi terkait apa dan bagaimana mewujudkan Kota Mojokerto yang berdaya saing Mandiri demokratis adil makmur sejahtera dan bermartabat. Dinas Kesehatan harus mewujudkan sumber daya manusia berkualitas. Melalui Dinas Kesehatan harus mewujudkan sumber daya manusia berkualitas melalui peningkatan akses dan pelayanan kesehatan karena ini merupakan tugas dan fungsi dari dinas kesehatan. “ada sasaran strategis yang harus dipenuhi oleh Dinas Kesehatan beserta seluruh jajaran yang ada dibawahnya yaitu yang pertama bagaimana menguatkan capaian derajat kesehatan dan kemandirian masyarakat untuk hidup bersih dan sehat,” pungkasnya. (jen/ri)
“Bagaimana kita bisa menganalisis ada suatu permasalahan ada solusi agar potensi masyarakat yang bisa kita pakai untuk menyelesaikan permasalahan di tingkat lingkungan di masyarakat,”. Dengan Respon yang cepat Apalagi itu terkait dengan kesehatan masyarakat. Bbeberapa waktu yang lalu kita juga mendapatkan informasi tentang banyaknya kasus demam berdarah di Kota Mojokerto di Rumah sakit dengan pasien DBD. Setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi ternyata yang memenuhi itu adalah penderita DBD luar kota. Mengingat keberadaan rumah sakit kita memberikan pelayanan kepada masyarakat bukan hanya di warga Kota Mojokerto saja akan tetapi juga melayani masyarakat dari luar Kota Mojokerto, imbuhnya. Masih kata Indah, menurunkan penderita demam berdarah tahun ini Indonesia dengan siklus (lima) tahunan DBD. Sedangkan di Kota Mojokerto sampai dengan Januari ini kasus DBD ada 4 (empat) penderita. Tahun 2018 kemarin kasus DBD ada 10 (sepuluh) penderita. Oleh karenanya kita perlu melakukan analisis kelembagaan dan edukasi kepada masyarakat agar tidak menjadii permasalahan besar bagi kita semua. Hal senada juga di sampaikan oleh walikota Mojokerto Hj Ika Puspitasari SE, pelayanan Kesehatan di Kota Mojokerto harus terus di tinggkatkan, inovasi, terobosan harus terus dikembangkan, untuk menuju kota sehat. “Saya mengajak seluruh OPD yang ada di pemerintah kota Mojokerto ini untuk maju melangkah Ayo berbenah yang artinya kita harus tahu lebih maju dari pada saat ini dan saat-saat sebelumnya.” Seperti pada paparan sebelumnya, dalam 4 (empat) hari berturut-turut seluruh OPD paparkan program kegiatannya dalam setahun kedepan, semuanya dalam menentukan indikator memasang target menentukan Output harus lebih baik dan lebih maju daripada tahun-tahun sebelumnya, ungkap Ning Ita sapaan akrabnya. Lanjut Ning Ita, Untuk Dinas Kesehatan yang sesuai dengan takaran yang kemarin yang ditentukan yang ditetapkan pada paparan tersebut sudah lebih tinggi dari pada tahun 2018. Perlu saya sampaikan kepada semuanya, karena semua pun adalah bagian dari pemerintahan ini yang berhak dan juga wajib sosialisasikan kepada siapapun yang ada di sekitar bila membutuhkan informasi terkait apa dan bagaimana mewujudkan Kota Mojokerto yang berdaya saing Mandiri demokratis adil makmur sejahtera dan bermartabat. Dinas Kesehatan harus mewujudkan sumber daya manusia berkualitas. Melalui Dinas Kesehatan harus mewujudkan sumber daya manusia berkualitas melalui peningkatan akses dan pelayanan kesehatan karena ini merupakan tugas dan fungsi dari dinas kesehatan. “ada sasaran strategis yang harus dipenuhi oleh Dinas Kesehatan beserta seluruh jajaran yang ada dibawahnya yaitu yang pertama bagaimana menguatkan capaian derajat kesehatan dan kemandirian masyarakat untuk hidup bersih dan sehat,” pungkasnya. (jen/ri)

No comments:
Post a Comment