MOJOKERTO – (GEMA MEDIA) – Plengsengan Sungai Sadar di Lingkungan Kuti, Kelurahan
Gunung Gedangan, kecamatan Magersari Kota Mojokerto ambrol sepanjang kurang
lebih 20 meter. Hal ini mengakibatkan ratusan rumah penduduk di sekitar wilayah
tersebut terancam banjir. Diduga, ambrolnya plengsengan tersebut akibat dari
proyek normalisasi sungai yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)
beberapa waktu lalu. Dari pantauan di lokasi, tanggul sungai sadar ambrol
berada di Kuti RT 1 RW 5 tak jauh dari jembatan Kuti, plengsengan tersebut
ambrol dan longsor ke sungai. Tanah yang berada di atas tanggul juga terlihat
retak. Terlihat sejumlah orang tengah memperbaiki secara darurat, melakukan
pengurukan dengan batu sisa dari tembok tanggul. Mendengar kabar adanya tanggul
sungai sadar ambrol, Wakil Walikota Mojokerto Ahmad Rizal bersama Camat
Magersari, Lurah Gunung Gedangan, Kasatpol PP dan pegawai yang langsung datang
ke lokasi, Rabu (23/1/2019).
Orang nomer dua di Pemkot ini langsung meninjau lokasi. “Kondisi tanggul memang menggantung sejak adanya normalisasi sungai, sehingga ini tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS),” kata Cak Rizal, sapaan akrab Wakil Walikota Mojokerto. Menurut Rizal, sejak adanya proyek normalisasi sungai sadar pada tahun 2018 lalu, sejumlah tanggul kondisinya memang kritis. Tak hanya itu, kondisi tanggul memang menggantung dan rawan ambrol lantaran sendimennya dikeruk. “Memang imbasnya seperti ini, tanahnya dikeruk dan plengsengan itu posisi sangat dangkal, akhirnya posisi plengsengan menggantung. Tapi kita sudah berkoordinasi dengan pihak terkait yakni Balai Besar Wilayah Sungai,” jelasnya. Untuk itu tambah Rizal pihaknya sudah berkirim surat agar BBWS memprioritaskan pengerjaan pembangunan plengsengan Sungai Sadar yang ambrol. Ia meminta agar warga sekitar tanggul sungai Sadar tidak perlu cemas. Ia menjamin jika ada Plengsengan yabg ambrol akan direspon cepat dengan pihak BBWS. “Kita juga meminta BBWS menginventarisir titik-titik mana saja yang rawan ambrol. Jadi, ketika sudah terpetakan penanganannya bisa cepat, sehingga warga tidak perlu khawatir,” pungkasnya. (Ron/AT)
Orang nomer dua di Pemkot ini langsung meninjau lokasi. “Kondisi tanggul memang menggantung sejak adanya normalisasi sungai, sehingga ini tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS),” kata Cak Rizal, sapaan akrab Wakil Walikota Mojokerto. Menurut Rizal, sejak adanya proyek normalisasi sungai sadar pada tahun 2018 lalu, sejumlah tanggul kondisinya memang kritis. Tak hanya itu, kondisi tanggul memang menggantung dan rawan ambrol lantaran sendimennya dikeruk. “Memang imbasnya seperti ini, tanahnya dikeruk dan plengsengan itu posisi sangat dangkal, akhirnya posisi plengsengan menggantung. Tapi kita sudah berkoordinasi dengan pihak terkait yakni Balai Besar Wilayah Sungai,” jelasnya. Untuk itu tambah Rizal pihaknya sudah berkirim surat agar BBWS memprioritaskan pengerjaan pembangunan plengsengan Sungai Sadar yang ambrol. Ia meminta agar warga sekitar tanggul sungai Sadar tidak perlu cemas. Ia menjamin jika ada Plengsengan yabg ambrol akan direspon cepat dengan pihak BBWS. “Kita juga meminta BBWS menginventarisir titik-titik mana saja yang rawan ambrol. Jadi, ketika sudah terpetakan penanganannya bisa cepat, sehingga warga tidak perlu khawatir,” pungkasnya. (Ron/AT)

No comments:
Post a Comment