Kota Mojokerto
merupakan kota yang tidak memiliki sumber daya alam, maka dari itu pemerintah
kota mojokerto terus berupaya untuk bisa meningkatkan kualitas sumber daya
manusia agar kota Mojokerto sebagai kota kecil dengan penduduk padat mampu bersaing dengan kota lainnya. Pemerintah kota
Mojokerto terus mencari cara agar kota Mojokerto menjadi jujukan wisata
meskipun tidak memiliki sumber daya alam (SDA). Beberapa di antaranya yang
sudah berhasil adalah pembangunan taman-taman terbuka hijau yang ternyata mampu
menyedot antusias dari warga luar kota Mojokerto. Salah satu
kegiatan tahunan yang di harapkan bisa menjadi magnet untuk pariwisata kota
Mojokerto adalah “Batikku Batikmu Fashion Parade”. Batik memang menjadi salah
satu produk UMKM unggulan kota Mojokerto yang banyak diminati.
Batik kota
Mojokerto sendiri memiliki ciri khas dengan menampilkan majapahitan dan
ikon-ikon Kota Mojokerto lainnya. Batikku batikmu fashion parade yang di
selenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (DISPORABUDPAR)
Kota Mojokerto pada sabtu (28/4/18) merupakan tahun ke enam dalam
penyelenggaraannya. Batikku Batikmu
Fashion Parade season 6 merupakan salah satu kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh
masyarakat, baik dari dalam maupun luar kota Mojokerto. Tidak hanya
masyarakatnya saja yang ingin menyaksikan kemegahan dan kemeriahan event tahunan ini, namun juga bagi para
pengrajin batik event tahunan ini
membawa rejeki tersendiri, karena para peserta di wajibkan menggunakan batik
khas kota Mojokerto yang bisa di beli dari para pengrajin di kota Mojokerto.
Selain itu bagi para peserta maupun desainer event ini juga menjadi ajang mengeksplor kemampuan dalam mendesain
baju agar terlihat menarik dan unik. Hal tersebuat
terlihat betapa antusiasnya para peserta mempersiapkan karyanya jauh-jauh hari
sebelum acara batikku batikmu di gelar. Tidak hanya para peserta saja yang
merasa antusias dengan di gelarnya fashion
show yang di selenggarakan di jalan Gajah Mada ini, namun masyarakat kota
Mojokerto pun juga sangat bergembira menunggu di mulainya acara batikku batikmu
dimana para model berjalan di karpet merah sepanjang 500m. Kenyataan tersebut menunjukkan betapa event Batikku Batikmu sudah menjadi ikon
wisata kota Mojokerto, sekaligus menjadi ajang mempromosikan produksi kain
batik kota Mojokerto untuk merambah
pasar nasional maupun internasional. Novi Rhardjo
kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata kota Mojokerto dalam
sambutannya menyampaikan, bahwa pagelaran Batikku Batikmu season 6 ini bersamaan
dengan seabad usia Kota Mojokerto. Itu artinya, pemerintah hadir bersama
masyarakat melalui pengayoman pada industri UMKM batik. “ untuk jumlah peserta
tahun ini ada 196 yang semuanya wajib membeli produk batik Kota Mojokerto”
lanjut novi. Disampaikan pula bahwa sudah ada 15 batik khas kota Mojokerto yang
sudah dipatenkan secara nasional. “kedepannya,
Disporabudpar akan bertahap meningkatkan kualitas penyelenggaraan menuju ideal.
Dengan harapan kegiatan Batikku Batikmu mampu menjadi salah satu event bergengsi
yang di lirik Kementrian Pariwisata di Jawa Timur. “ kata Novi pada
sambutannya. “ kita upayakan dalam waktu yang tidak lama. Yang tentunya
membutuhkan support dari berbagai instrumen yang ada” lajutnya. Wali Kota
Mojokerto KH Mas’ud Yunus yang hadir menggunakan salah satu batik khas Kota
Mojokerto Batik Pring Sedapur di dampingi Ibu, mengatakan, ajang Batikku
Batikmu sudah menjadi ikon wisata yang banyak di nantikan oleh masyarakat. “
yang ditampilkan bukan hanya baju-baju batik biasa tapi di sini juga ada unsur
seni nya yang luar biasa” kata Mas’ud. Mas’ud menyampaikan bahwa tujuan di
adakannya pagelaran ini setiap tahunnya adalah untuk menggairahkan produksi batik di Kota Mojokerto. Dalam arti
inovasi dan kreativitasnya sehingga batik Kota Mojokerto mampu menjadi sebuah
busana yang menarik dan diminati oleh masyarakat dalam maupun luar Kota
Mojokerto. Mas’ud pun juga menyampaikan terimakasih dan apresiasinya atas
terselenggarakannya Batikku Batikmu 2018 ini. Selain itu dalam sambutannya
Mas’ud menuturkan bahwa kegiatan ini sesuai dengan misi pemerintah yang ke 2
yaitu tersedianya produk jasa dan layanan yang berdaya saing.” Ada tiga maksud
di adakannya kegiatan ini, pertama untuk promosi batik Kota Mojokerto, agar
kota Mojokerto tidak hanya di kenal sebagai Kota alas kaki saja, namun juga di
kenal sebagai Kota batik. Yang kedua diharapkan akan mendorong dan menjadi
motivasi bagi UMKM yang bergerak di bidang batik dan yang ketiga karena batik
sudah di akui oleh dunia, bahwa batik merupakan budaya masyarakat Indonesia”
jelas Mas’ud. “ Diharapkan melalui ajang
ini juga orang akan semakin tahu kualitas dan kuantitas batik khas Kota
Mojokerto. Serta masyarakat bisa mencintai batik seperti mencintai Indonesia
dan bangga dengan produk asli Indonesia.” Harap Mas’ud. Untuk di ketahui
bahwa pagelaran Batikku Batikmu Fashion Parade season 6 selain dihadiri oleh
Wali Kota juga di hadiri oleh jajaran Forkompimda, Kapolres, camat dan lurah
yang di dampingi masing-masing pasangan, dan ikut berlenggak-lenggok menampilkan
batik yang di pakainya di sepanjang karpet merah. Tidak hanya sampai di situ,
di setiap pagelaran Batikku Batikmu juga selalu mengundang duta wisata dari
masing-masing daerah di Jawa Timur. TTS

No comments:
Post a Comment