Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat
yang menjadi ini Pembangunan Kesehatan sesuai Undang-Undang Nomor 36 tahun
2009, Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga menekankan pada
pentingnya peran keluarga dalam pembangunan kesehatan, lingkungan keluarga
memberikan dasar bagi seseorang untuk memiliki kebiasaan, perilaku dan gaya
hidup yang sehat. Oleh karena itu, kita perlu terus berupaya untuk membudayakan
perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat mulai dari lingkungan keluarga.
Demikian Walikota Mojokerto Drs. H. Mas’ud Yunus mengawali sambutan pengarahannya
pada acara Launching Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga di Kota
Mojokerto tahun 2018, dijelaskan pula bahwa Program Indonesia Sehat dengan
Pendekatan Keluarga pada dasarnya merupakan integrasi pelaksanaan
program-program kesehatan baik Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) maupun Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
secara berkesinambungan, dengan target/fokus kepada keluarga berdasarkan data
dan informasi dan Profil Kesehatan Keluarga dan memberikan intervensi awal bila
ada masalah. 12 indikator yang akan menjadi bahan Survei Keluarga Sehat (KS) :
Keluarga mengikuti program KB, Ibu bersalin di Faskes, Bayi mendapat imunisasi
dasar lengkap, Bayi diberi ASI ekslusif selama 6 bulan, pertumbuhan balita
dipantau tiap bulan, Penderita TB Paru berobat sesuai standar, Penderita
hipertensi berobat teratur, Gangguan jiwa berat yang diobati/tidak
ditelantarkan, Tidak ada anggota keluarga merokok, keluarga memiliki/memakai
air bersih, keluarga memiliki/memakai jamban sehat serta sekeluarga menjadi
anggota JKN/Askes. selain penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan
Keluarga, pembangunan kesehatan juga perlu melibatkan lintas sektor melalui
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), yaitu perbanyak makan sayur dan buah,
lakukan aktifitas fisik secara rutin, cek kesehatan, enyahkan rokok dan kelola
stres. Dengan GERMAS, kita mengajak kerja sama lintas sektor dan lintas program
dalam mewujudkan masyarakat untuk berperilaku sehat, yang pada akhirnya dapat
membentuk bangsa Indonesia yang kuat. Permasalahan kesehtaan yang masih terjadi
di Indonesia diantaranya masih tingginya angka kematian ibu, tingginya angka
kurang gizi, penyakit menular, dan tidak menular.
Kondisi di Kota Mojokerto
pada tahun 2017 Angka Kematian Ibu (AKI) Zero (0) di bawah target Propinsi
(91,92/100.000 KH), Angka Kematian Bayi (AKB) 3,80/1000KH juga di bawah target
Propinsi (23,6/1000KH), untuk angka kurang gizi; Underweight 4,7% di bawah
target nasional (17%), Stuting 10,3% target nasional (28%) Wasting 5,6% target
nasional (9,5%), Overweight 6,3% di atas target nasional (5%); penyakit menular
dan penyakit tidak menular; penderita hipertensi mendapatkan pelayanan sesuai
standar, Walikota berharap seluruh OPD dan masyarakat untuk ikut mensukseskan
program PIS KS melalui Survei KS yang akan dilaksanakan mulai hari ini di
seluruh wilayah Kota Mojokerto tanpa kecuali, untuk itu berikan info yang benar
dan akurat pada saat petugas melakukan survei ke rumah bapak dan ibu, dan
diharapkan agar semua OPD dan masyarakat senantiasa menggelorakan semangat
revolusi mental dengan penghayatan dan pengamalan 3 (tiga) nilai utama yaitu
integritas, kerja keras, dan gotong royong sehingga dapat mewujudkan cita-cita
besar pembangunan kesehatan di Indonesia yaitu masyarakat sehat dan
berkeadilan. Dra. Christiana Indah W, Apt, M.Si Kepala Dinas Kesehatan Kota
Mojokerto dalam laporannya menyatakan bahwa untuk mensukseskan Program
Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga, Puskesmas melakukan pendekatan
keluarga di wilayah kerjanya melalui kunjungan rumah sehingga setiap anggota
rumah tangga dapat terpantau kondisi kesehatannya. Pendekatan keluarga
merupakan strategi pendekatan pelayanan terintegrasi antara Upaya Kesehatan
Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang didasari oleh data
dan informasi profil kesehatan keluarga. Pendekatan keluarga sehat melalui kunjungan
rumah oleh Petugas kesehatan, tidak hanya sekedar mengumpulkan data kesehatan
keluarga tetapi juga berharap agar keluarga mampu mengenali masalah
kesehatannya, upaya mengatasinya serta memotivasi agar keluarga di wilayah
kerja Puskesmas tersebut mampu melakukan upaya pencegahan serta peningkatan
status kesehatan keluarganya dengan mengoptimalkan potensi atau kemampuan yang
dimilikinya. Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat, masalah
kesehatan yang dialami oleh keluarga-keluarga di satu wilayah administrasi,
akan menjadi masalah kesehatan masyarakat. Hal ini harus dipahami oleh
Penangungjawab Pelayanan Kesehatan Masyarakat dan jajarannya tentang pentingnya
upaya memberikan memberdayakan keluarga untuk hidup sehat, melalui pendataan keluarga sehat. Pada tahun
2018 Kota Mojokerto dengan jumlah 18 Kelurahan diharapkan bisa menyelesaikan
survey KS disemua wilayah Kelurahan, sehingga pada akhir tahun 2018 Indeks
Kesehatan Keluarga (IKS) sudah bisa diketahui dan menjadi perencanaan Program
Indonesia Sehat Kota Mojokerto Kota Mojokerto tahun 2019. dan diharapkan agar
dapat Mewujudkan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)
melalui Survey Keluarga Sehat (KS) di Kota Mojokerto 100% pada tahun 2018. Kegiatan
dilaksanakan Rabu (28/3/2018) di Klenteng Hok Siang Kiong Jalan Residen Pamuji
Kel. Jagalan, Kec. Magersari Kota Mojokerto yang dihadiri 200 orang terdiri
dari : Ketua & Sekretaris DPRD Kota Mojokerto, Kepala OPD terkait
Pemerintah Kota Mojokerto, Kepala BPJS Mojokerto, Ketua PKK Kota Mojokerto,
Camat se-Kota Mojokerto, Lurah se-Kota Mojokerto, Kader Motivator Kesehatan,
Tokoh Masyarakat (ToMa), Tokoh Agama (ToGa), LSM (Aisyiyah dan Muslimat),
Kepala Bidang Lintas Program Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, Kepala Puskesmas
se-Kota Mojokerto, Tim Surveyor Keluarga Sehat (KS) se-Kota Mojokerto, Ketua
RT/RW di wilayah Kelurahan Jagalan & Sentanan, Babinsa Kelurahan Jagalan
dan Sentanan. Dengan Narasumber 2 (dua) orang dari Tk I (Propinsi) dr. Dian
Islami, M.Si Kepala Bidang Yonkes Dinas Kesehatan Propinsi dengan materinya
Kebijakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Jawa
Timur dan dari Tk II.
No comments:
Post a Comment