Hari Rabu (11/4/2018)
bertempat di Aula Kelurahan Gunung-gedangan Kecamatan Magersari Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto drg. Sri
Mujiwati, M.Kes, membuka pelatihan kampong siaga bencana, dihadiri oleh Kepala
Satuan Polisi Pamong Praja, camat Magersari, Plt. Lurah Gunung-gedangan, nara
sumber dari Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur, Tagana Kota Mojokerto dan peserta
pelatihan kampong siaga bencana. Dalam sambutannya Sri Mujiwati mengatakan
bahwa kegiatan pelatihan kampong siaga bencana ini adalah merupakan bentuk kepedulian pemerintah
Kota Mojokerto terhadap kejadian bencana alam maupun bencana social yang
terjadi di Kota Mojokerto. “ Alasan dipilihnya kegiatan, tempat dan peserta
dari masyarakat di Kelurahan Gunung-gedangan ini adalah karena selama 2 (dua)
tahun, semenjak tahun 2017 dan tahun 2018 di Kelurahan Gunung-gedangan sering
terdampak paling parah kejadian bencana, baik itu bencana banjir maupun putting
beliung. Lebih lanjut dikatakan Mujiwati dengan diadakannya pelatihan KSB ini
dengan maksud untuk melatih kesiapsiagaan masyarakat Kelurahan Gunung-gedangan
dalam menanggulangi bencana yang berbasis masyarakat dan gotong royong antara
Dinsos bersama instansi lain yang terkait, kepolisian, TNI dan anggota
masyarakat siap mendukung warga masyarakat dalam menanggulangi suatu bencana. Kader-kader
KSB yang sudah dilatih inilah yang nantinya menjadi penggerak warga dalam
menagani bencana alam secara swadaya, tentunya bantuan berasal dari pemerintah,
namun dengan adanya warga yang sudah menangani lebih dahulu akan lebih
baik. maka Sri Mujiwati berharap “ segera membentuk
pengurus Kampung Siaga Bencana “ untuk mengelola lumbung social sebagai tempat
penyimpanan logistic bagi kurban bencana sehingga ketika ada bencana bisa
langsung dikeluarkan logistic tersebut.
Lumbung social juga untuk menyimpan
perlengkapan untuk penaganan bencana seperti alat-alat dapur umum dan
lain-lain. Kader kampong siaga bencana juga dilatih simulasi untuk menangani
dapur umum “ Dari dapur umum didistribusikan makanan siap saji bagi kurban
bencana sampai relawan yang menagani bencana. Sementara Riamekto, SE, MM Kabid Perlindungan
dan Jaminan Sosial didampingi Bogik Endung Kisworo Kasi Perlindungan Sosial dan
bencana mengatakan pelatihan kampong siaga bencana diikuti oleh 50 orang
peserta berasal dari perwakilan masing-masing lingkungan di Kelurahan
Gunung-gedangan, unsur Satpol PP dan perangkat Kelurahan, dengan tujuan untuk
memberikan pengetahuan tentang pembentukan kampong siaga. Peserta mendapatkan
materi dari Lita Lstyani Pembina Tagana Propinsi Jawa Timur dan Priyo
Prasojo dari Dinsos Jawa Timur tentang
teknik penanggulangan bencana alam dan praktek pelaksanaan pembukaan dapur umum
dan pendirian shelter / tenda.(yy).

No comments:
Post a Comment