SEKRETARIAT : JLN. GAJAHMADA NO. 100 GEDUNG GMSC KOTA MOJOKERTO TELP : 0822 3117 3218 Email : telecenterpalapakotamojokerto@gmail.com, Blogger : http://telecenterpalapa.blogspot.co.id/

Monday, April 23, 2018

DIFTERI PUTARAN I KOTA MOJOKERTO MENDUDUKI PERINGKAT I SE JAWA TIMUR

ORI (outbreak response immunization) adalah kegiatan imunisasi difteri yang bertujuan untuk meningkatkan kekebalan kelompok masyarakat di daerah dengan kejadian Difteri, ORI 3 Putaran. Dilaksanakan bulan Februari, Juli dan November 2018 dengan ketentuan sebagai berikut : sasaran : usia 1 tahun sampai < 19 tahun, Imuniasai DPT-HB-Hib untuk anak usia 1 sampai < 5 tahun, Imunisasi DT untuk anak usia 5 sampai < 7 tahun, Imuniasasi Td untuk anak usia < 7 tahun.. Untuk putaran I Kota Mojokerto menduduki peringkat I se Jawa Timur dari 38 Kab/Kota. Walikota Mojokerto Drs. H. Mas’ud Yunus dalam sambutan pengarahannya pada acara Monitoring Pelaksanaan ORI Defteri Putaran I di Kota Mojokerto tahun 2018, menjelaskan bahwa kegiatan imunisasi ORI untuk putaran I yang dilaksanakan pada bulan Februari lalu telah memperoleh hasil yang memuaskan, akrena untuk Kota Mojokerto telah meraih Peringkat I se Jawa Timur, ini semua berkat kerja keras semua pihak, mudah-mudahan kegiatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Mojokerto. Kegiatan ORI ini sangat penting sekali karena dapat mencegah penyakit yang menular, dan ini dapat dicegah dengan imunisasi, yang dilaksanakan 3 (tiga) putaran pada bulan Februari, Juli dan November. Kota Mojokerto dapat mencapai 97% dari target sasaran naik 50.522 orang di Jawa Timur menduduki (peringkat I) pencapaiannya, namun demikian masih ada yang belum mengikuti imunisasi sekitar 1.519 orang karena alasan menolak karena keyakinan, ditunda karena sakit dan masih mengikuti PKL/PSG. Untuk itu perlu adanya informasi dan koordinasi.
ORI sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat. Dan agama kita pun menyarankan untuk menjaga jiwa dan nyawa sebagai bagian dari pada ibadah yang mulia,.lebih baik kita melaksanakan pencegahan dari pada untuk mengobati, untuk itu upaya pencegahan dengan melaksanakan imunisasi ORI, keikutsertaan/dukungan Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama sangat diperlukan di sekitar kita masih terdapat penularan Difteri, karena penularannya sangat cepat, untuk itu kita harus benar-benar dapat mencegah. Untuk Putaran II dan III kita harus punya terobosan-terobosan/inovasi agar pencapaiannya dapat 100%, untuk itu kita harus memberikan motivasi dan pencegahan terhadap program ORI. dr. Esti Hermawati Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dalam laporannya mengatakan bahwa Kota Mojokerto Pelaksana Imunisasi ORI Putaran I telah menduduki Peringkat I se Jawa Timur, mudah-mudahan untuk putaran selanjutnya akan lebih baik, hal tersebut berkat kerja sama antara Kader, masyarakat dan petugas medis. Ada beberapa Kelurahan yang belum mencapai target, hal tersebut di karenakan tidak mau di Imunisasi karena keyakinan, ditunda karena sakit dan karena tidak bisa di imunisasi/konta. Kegiatan dilaksanakan Senin (2/4/2018) di Graha Praja Wijaya yang dihadiri Forkopinda, Asisten, Rumah Sakit Umum Daerah dan Swasta, Camat, Lurah dan OPD. Dengan menghadirkan Narasumber Dominicus Husada dari Rumah Sakit Dokter Sotomo Surabaya, dengan materi Penyakit Difteri dan Imunisasi, dalam paparan dikatakan bahwa salah satu penyebab kematian tersebar di dunia, penyakit difteri. Penderita penyakit difteri harus di isolasi selama 2 minggu, karena sangat berbahaya karena mudah menular, jika melihat bercak di mulut segera berobat, Imunisasi Difteri lengkap jika sudah dilaksanakan 7X Imunisasi.

No comments:

Post a Comment