ORI (outbreak response immunization) adalah
kegiatan imunisasi difteri yang bertujuan untuk meningkatkan kekebalan kelompok
masyarakat di daerah dengan kejadian Difteri, ORI 3 Putaran. Dilaksanakan bulan
Februari, Juli dan November 2018 dengan ketentuan sebagai berikut : sasaran :
usia 1 tahun sampai < 19 tahun, Imuniasai DPT-HB-Hib untuk anak usia 1
sampai < 5 tahun, Imunisasi DT untuk anak usia 5 sampai < 7 tahun,
Imuniasasi Td untuk anak usia < 7 tahun.. Untuk putaran I Kota Mojokerto
menduduki peringkat I se Jawa Timur dari 38 Kab/Kota. Walikota Mojokerto Drs.
H. Mas’ud Yunus dalam sambutan pengarahannya pada acara Monitoring Pelaksanaan
ORI Defteri Putaran I di Kota Mojokerto tahun 2018, menjelaskan bahwa kegiatan
imunisasi ORI untuk putaran I yang dilaksanakan pada bulan Februari lalu telah
memperoleh hasil yang memuaskan, akrena untuk Kota Mojokerto telah meraih
Peringkat I se Jawa Timur, ini semua berkat kerja keras semua pihak, mudah-mudahan
kegiatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Mojokerto. Kegiatan
ORI ini sangat penting sekali karena dapat mencegah penyakit yang menular, dan
ini dapat dicegah dengan imunisasi, yang dilaksanakan 3 (tiga) putaran pada
bulan Februari, Juli dan November. Kota Mojokerto dapat mencapai 97% dari
target sasaran naik 50.522 orang di Jawa Timur menduduki (peringkat I)
pencapaiannya, namun demikian masih ada yang belum mengikuti imunisasi sekitar
1.519 orang karena alasan menolak karena keyakinan, ditunda karena sakit dan
masih mengikuti PKL/PSG. Untuk itu perlu adanya informasi dan koordinasi.
ORI
sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat. Dan agama kita pun
menyarankan untuk menjaga jiwa dan nyawa sebagai bagian dari pada ibadah yang
mulia,.lebih baik kita melaksanakan pencegahan dari pada untuk mengobati, untuk
itu upaya pencegahan dengan melaksanakan imunisasi ORI, keikutsertaan/dukungan
Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama sangat diperlukan di sekitar kita masih
terdapat penularan Difteri, karena penularannya sangat cepat, untuk itu kita
harus benar-benar dapat mencegah. Untuk Putaran II dan III kita harus punya
terobosan-terobosan/inovasi agar pencapaiannya dapat 100%, untuk itu kita harus
memberikan motivasi dan pencegahan terhadap program ORI. dr. Esti Hermawati
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dalam laporannya mengatakan bahwa
Kota Mojokerto Pelaksana Imunisasi ORI Putaran I telah menduduki Peringkat I se
Jawa Timur, mudah-mudahan untuk putaran selanjutnya akan lebih baik, hal
tersebut berkat kerja sama antara Kader, masyarakat dan petugas medis. Ada
beberapa Kelurahan yang belum mencapai target, hal tersebut di karenakan tidak
mau di Imunisasi karena keyakinan, ditunda karena sakit dan karena tidak bisa
di imunisasi/konta. Kegiatan dilaksanakan Senin (2/4/2018) di Graha Praja
Wijaya yang dihadiri Forkopinda, Asisten, Rumah Sakit Umum Daerah dan Swasta,
Camat, Lurah dan OPD. Dengan menghadirkan Narasumber Dominicus Husada dari
Rumah Sakit Dokter Sotomo Surabaya, dengan materi Penyakit Difteri dan
Imunisasi, dalam paparan dikatakan bahwa salah satu penyebab kematian tersebar
di dunia, penyakit difteri. Penderita penyakit difteri harus di isolasi selama
2 minggu, karena sangat berbahaya karena mudah menular, jika melihat bercak di
mulut segera berobat, Imunisasi Difteri lengkap jika sudah dilaksanakan 7X
Imunisasi.
No comments:
Post a Comment