Para orangtua dan
masyarakat pada umumnya diharapkan lebih waspada dan peka terhadap tanda-tanda
penyakit Difteri. Sebab penyakit mematikan ini tidak serta merta terlihat
gejalanya. Namun demikian jika ada anak yang mengalami gejala flu, batuk, tenggorokan
sakit dan susah untuk menelan serta badan panas segera bawa ke dokter.
Penyakit Difteri adalah penyakait infeksi yang disebabkan oleh kuman
Corynebacterium Difhtherioe yang ditandai dengan peradangan pada tempat infeksi
, terutama pada selaput bagian dalam saluran pernapasan bagian atas,
hidung dan juga kulit. Penyakit ini sangat mudah menular dan berbahaya
karena dapat menyebabkan kematian pada 5-2 % penderita. Penyakit Difteri saat
ini bisa dikatakan Kejadian Luar Biasa (KLB). Walau dihitung dari angka tidak
banyak. Hal ini karena seharusnya Difteri itu tidak terjadi walaupun hanya ada
satu penderita, sebab penularannya begitu cepat dan menimbulkan korban jiwa jika
terlambat dalam memberikan pertolongan. Untuk itu Pemerintah Kota Mojokerto
mrlalui Dinas Kesehatan melakukan kegiatan pencegahan melalui program Ootbreak
Response Immnunization (ORI). Kegiatan Imunisasi difteri ini bertujuan
untuk meningkatkan kekebalan kelompok masyarakat. Demikian penjelasan dr.
Sriwahyuni dan Ida Nurdiati dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dalam program
talkshow di Radio Gema Fm,selasa 6/2/2018. Bulan Nopember - Desember tahun 2017
penderita Difteri di Kota mojokerto sebanyak 14 orang awal Januari 2018
sebanyak 5 orang 1 diantaranya dirujuk karena ada penyulit. (ri)

No comments:
Post a Comment