Saat ini bisnis jasa menjahit masih tetap diminati oleh
para pencari kerja khususnya wanita. Ini sangat menggembirakan walaupun
memiliki persaingan dengan industri konveksi yang membuat baju secara
besar-besaran. Praktek menjahit ternyata banyak peminatnya, hal ini terkait
dengan kebutuhan tenaga kerja yang bergerak dalam pembuatan baju ini
sekitar 20 orang pencari kerja peserta pelatihan menjahit yang
digelar oleh Diskoumnaker Kota Mojokerto sedang melakukan
praktek menjahit di Lembaga Idola Modes, Jalan Cinde Kecamatan Prajurit Kulon. Kepala
Diskoumnaker Kota Mojokerto Hariyanto SE. Juga mengungkapkan pelatihan
yang dilanjutkan praktek menjahit ini memang merupakan salah satu program yang
dicanangkan dan hal tersebut merupakan terobosan dalam mencarikan solusi lain
bagi para pencari kerja di Kota Mojokerto. Walaupun saat ini pembuatan baju di
industri konveksi sudah menggunakan mesin canggih dan beberapa menggunakan
sistem otomatis, namun ternyata tetap masih membutuhkan tenaga kerja terampil
dibidang menjahit untuk menjalankan mesin-mesin tersebut. Dengan pelatihan
seperti ini, jangka panjangnya, kita bahkan berharap bahwa ke depan kita
mencetak sumber daya manusia yang handal yang orientasinya tidak sebatas
menjadi pekerja, tetapi juga membuka peluang kerja bagi yang lainnya.
Selain
itu bisnis jasa menjahit (Taylor) masih memiliki pasar, masih ada masyarakat
yang membutuhkan jasa tukang jahit, misalnya untuk membuat baju untuk acara
khusus (pernikahan, wisuda, dan lain-lain), juga untuk perbaikan baju,
mengecilkan ukuran, memasang kancing, memasang atribut, dan lain-lain,
bahkan beberapa factory outlet dan butik juga membutuhkan tukang jahit terampil
untuk memenuhi permintaan pelanggan dalam hal menyesuaikan baju yang dibelinya.
Masula, Lembaga Idola Modes selaku Instruktur praktek menjahit dibantu 3
orang secara bergantian yakni Masfia, Zakiatul Azizah dan Waras, menjelaskan
kepada Reporter Palapa hari Selasa tanggal 12 September 2017 bahwa selama
1 bulan lebih peserta diberikan materi teori dan praktek. Untuk materi
yang diberikan pola dasar rok ( 3 model ) yaitu model rok lipat, kedap dan rok
A (sepan). Pola dasar untuk blus (30 % teori dan praktek 70 %). Selain itu juga
mengukur badannya sendiri secara bergantian dan membuat pola. Setelah itu
praktek membuat saku / kantong racik bibir, kantong racik pakai tutup
dalam , membuat kerah sanghai, kerah kemeja, memasang resleting biasa dan
jepang. Praktek-praktek ini merupakan patokan, kalau bisa membuat kantong racik
dengan rapi dan rajin berarti peserta menjahit lainnya akan bisa. Jelas Masula.
Kemudian baru dilanjutkan memotong dan menjahit, dalam pelatihan ini supaya
nampak hasilnya nanti akan menghasilkan satu stel baju yang akan dipakai pada
acara penutupan pelatihan. Dengan memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang
jahit menjahit atau kita pernah mengikuti kursus menjahit sampai lulus dan
bersertifikat, maka kita sudah bisa menjalankan Wirausaha kursus menjahit dan
keadaan akan lebih baik apabila ditambah dengan pengetahuan tentang proses
pembelajaran, pendidikan dan pelatihan termasuk tentang kompetensi dan standar
kompetensi . Cara yang lainnya adalah bergabung dengan orang terkenal, cukup
berpengalaman dan piawai dalam keahliannya membuat karya jahit. Kata Diah salah
satu peserta dari Kelurahan Kauman.(Orz).
No comments:
Post a Comment