Proses belajar memang tidak akan pernah selesai selama
kita hidup. Hal ini juga berlaku untuk para peserta pelatihan tata cara
kecantikan rambut yang digelar oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja
(Diskoumnaker) Kota Mojokerto. Mereka sangat antusias mengikuti praktek tata
kecantikan rambut agar mahir dalam menata rambut. Seperti halnya trend
fashion, rambut juga ada trennya. Kalau seseorang pencari kerja tidak menguasai
ilmu tata kecantikan rambut, secara tak langsung bisa berefek pada kesuksesan
seseorang pencari kerja. Ungkap Ika Siti Barokah, instruktur praktek tata
kecantikan rambut Kharisma, hari selasa (12/9/2017). Lebih lanjut
dikatakan Ika bahwa pengertian tata kecantikan rambut adalah suatu ilmu yang
mempelajari bagaimana cara mengatur atau memperbaiki tatanan rambut, kondisi rambut
yang dibentuk sedemikian rupa dari yang ada menjadi lebih baik, indah
mempesona. Tata kecantikan rambut yang mencakup hal-hal mengenai kepribadian,
penampilan, kecantikan rambut yang meliputi anatomi dan fisiologi rambut,
kosmetika rambut, perawatan rambut, penataan/styling, pemangkasan, pewarnaan,
pengritingan, meluruskan rambut (smooting dan rebonding) .
Untuk meningkatkan
kemampuan para peserta tata kecantikan rambut serta untuk mempermudah
memperoleh pekerjaan melalui bisnis salon mereka berkesempatan untuk belajar
langsung dari ahlinya yaitu Ika Siti Barkah dan Lila Puspita Sari yang
membimbing praktek tata kecantikan rambut seputar teknik keriting rambut,
rebonding, toning hitam, membuat sanggul, creambath dan hairmask. Tak
hanya edukasi saja yang ditawarkan oleh Salon Kharisma , tetapi juga teknik
memotong rambut dan mewarnai rambut sesuai teknik yang diajarkan. Edukasi ini
juga dilakukan untuk menambah pengetahuan mereka agar mereka segera mendapatkan
pekerjaan, bisa maju dalam bisnis dan keahliannya menata rambut. Selain itu
juga memberi tambahan pengetahuan tentang kesalahan yang sering mereka lakukan
dalam menata rambut. Tambah Ika. Dengan kegiatan ini diharapkan bisa
membuat para peserta praktek tata kecantikan rambut semakin profesional, segera
mandiri, tidak hanya menjadi pegawai salon tetapi mereka sendiri harus bisa
bisnis salon tata kecantikan rambut yang diyakini tetap menjanjikan di masa
depan. Ditambahkan Ika para peserta praktek tata kecantikan rambut yang
mengikuti praktek selama 38 hari ini diyakini peserta telah memiliki bekal
cukup untuk menjadi hair dresser handal dan akan sukses dalam berbisnis
di salon kecantikan sehingga usaha dari pemerintah Kota Mojokerto melalui
Diskoumnaker untuk meningkatkan kualitas SDM, dan mengurangi jumlah
pengangguran di Kota Mojokerto yang berarti juga dapat mengurangi jumlah
kemiskinan karena yang dididik selama ini sudah dapat bekerja dan memperoleh
penghasilan.(Orz).
No comments:
Post a Comment