Pemerintah Kota Mojokerto melalui Badan Kesatuan dan
politik Kota Mojokerto menggelar Sosialsasi Peningkatan Pemahaman Wawasan
Kebangsaan yang diperuntukkan bagi siswa-siswi SMA / SMK se Kota Mojokerto,
hari Rabu (20/9/2017) bertempat di Gedung Pertemuan Dharma Wanita, Jalan Hayam
Wuruk, dibuka oleh Zurini, SE, Sekretaris Bakesbangpol mewakili Kepala Badan
Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Mojokerto, Anang Fahruroji, S.Sos. M.Si. Dalam
sambutannya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Mojokerto, yang
dibacakan oleh Zurini mengungkapkan bahwa generasi muda / siswa-siswi merupakan
calon pemimpin masa depan bangsa yang dapat menjaga Ideologi Pancasila, UUD
1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.
Oleh karena itu negara dalam hal ini
Pemerintah kota Mojokerto melalui Bakesbangpol wajib memberikan motivasi atau
memberikan dorongan untuk para generasi penerus bangsa ini. “ Generasi muda /
siswa-siswi juga harus bersikap mandiri, berwawasan luas baik dalam cara berpikir,
cara pandang serta mampu menghadapi permasalahan sekecil apapun dengan
berpikir jernih dan tidak emosional. Sehingga mereka yang diharapkan oleh
negara ini harus mampu memimpin dirinya sendiri. Ungkapnya. Zurini lebih lanjut
mengatakan, dimasa yang akan datang, salah satu sasaran strategis dalam
mewujudkan motivasi atau dorongan bagi generasi muda yaitu dengan menciptakan
persatuan dan kesatuan bangsa dalam mewujudkan cita-cita Negara. “ Wawasan
kebangsaan penting ditanamkan pada setiap generasi muda / siswa-siswi sebagai
proses pembentukan sikap agar memilki kecintaan terhadap tanah air dan bangsa
serta memelihara kesinambungan hidup berbangsa dan terpeliharanya NKRI. Dengan
kegiatan sosialisasi peningkatan pemahaman wawasan kebangsaan bagi siswa SMA /
SMK ini Zurini berharap siswa-siswa SMA / SMK sebagai peserta dapat
mengimplementasikan nilai-nilai wawasan kebangsaan itu ditengah masyarakat
terutama pada generasi muda. Karena wawasan kebangsaan yang kuat akan mempunyai
semangat cinta tanah air. Sebaliknya jika kehilangan wawasan tentang makna
hakekat sebuah bangsa dan kebangsaan akan mendorong terjadinya disorientasi
perpecahan konflik dan ancaman disintegrasi bangsa. Hasyim Ilham, SH, Kepala
Bidang Ideologi dan Wasbang, selaku Ketua Penyelenggara Sosialisasi melaporkan
bahwa kegiatan yang diikuti sekitar 100 (seratus) orang siswa – siswi SMA / SMK
se Kota Mojokerto, dengan maksud dan tujuan agar para peserta lebih memahami
ideology Pancasila, sehingga senantiasa selalu menjaga eksistensi ideology
Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI) baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Sosialisasi yang berlangsung sehari ini peserta mendapat 3 materi
dari 3 nara sumber diantaranya Nasrul dari UIN Sunan Ampel Surabaya menyajikan
materi Negara Indonesia ada karena adanya Ideologi Pancasila, Kodim 0815
Antisipasi Dini terhadap ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan terhadap
NKRI, dan Bakesbangpol Propinsi Jawa Timur menyampaikan Revitalisasi dan
aktualisasi nilai-nilai Pancasila. Ketiga nara sumber para peserta diharapkan
pemahaman wawasan kebangsaan siswa-siswi meningkat maka keutuhan persatuan dan
kesatuan NKRI akan kuat karena secara sadar muncul semangat atau dorongan hati
yang kuat untuk cinta tanah air, membela dan menjaga keutuhan NKRI.(Orz).
No comments:
Post a Comment