SEKRETARIAT : JLN. GAJAHMADA NO. 100 GEDUNG GMSC KOTA MOJOKERTO TELP : 0822 3117 3218 Email : telecenterpalapakotamojokerto@gmail.com, Blogger : http://telecenterpalapa.blogspot.co.id/

Wednesday, July 8, 2015

Mojokerto, Kota Terseksi se-Indonesia!

Kalau bukan gara-gara saya ini mahasiswa baru angkatan tahun 2011, mungkin saya nggak bakalan bisa nulis kayak beginian. Terlena terus-terusan di kota kelahiran. Menganggap kota ini nggak ada spesialnya sama sekali. Ibarat itik, itik yang buruk rupa.
Walaupun Mojokerto nggak se-terkenal Jombang dengan kota santrinya, Lamongan dengan wisata baharinya dan Batu dengan kota wisatanya, tapi tetep aja, Mojokerto itu kota terseksi se-Indonesia!
Mari kita bandingkan dengan Surabaya (Karena saya kuliahnya disini, jadi contoh utamanya adalah dia :D). Oke, dia memang Ibukota Jawa Timur dan memegang gelar sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, segala fasilitas yang bersifat rohani maupun duniawi tersedia lengkap disini. Ada masjid Agung, ada pula masjid Nuruzzaman yang ada di kampus B. Nggak Cuma adem, tapi arsitekturnya juga ciamik. Urusan duniawi apalagi, berbagai macam mall dan harga barang dari yang paling murah sampai yang paling mahal pun tersedia. Tunjungan Plaza yang udah ada sejak jaman ibuku remaja, sampai Ciputra World yang baru seumur jagung pun menambah semarak kota Surabaya. Eits, nggak Cuma mall lho, ada juga jembatan Suramadu, kebun binatang (walaupun nasibnya sekarang sedang merana), sampai penghijauan dimana-mana, nggak heran kalau barusan ini Surabaya merebut penghargaan Adipura. Jadi menurutku, orang yang nyebut-nyebut Surabaya panas itu patut dikoreksi. Panas apanya dulu nih? Di sepanjang jalan udah banyak pohonnya lo. Bangga gila kan gue. Mungkin untuk urusan mandi aja yang airnya udah nggak seger sama sekali. Tapi warga kota Surabaya masih jauh lebih beruntung ketimbang Jakarta kan. Untuk lebih mengetahui serba-serbi suarabaya, log on to www.transsurabaya.com ya. Toh, aku masih maba, jadi belum terlalu profesional menelusuri setiap lekuk kota Surabaya.
Sekarang giliran Mojokerto. Kota yang pernah juga meraih gelar Adipura, tapi itu jaman duluuuu sekali. Dan masih memegang rekor sebagai kota kecil dengan penduduk terpadat di Indonesia. SMP Negerinya Cuma ada 9, SMAnya Cuma ada 3. SMKnya apalagi malah Cuma ada 1. Beuh. Bisa membayangkan kan bagaimana kecilnya kotaku ini? Perusahaan ritel sebesar carrefour baru berumur 2 tahun berdiri disini. Tapi itu nggak mematikan pasar tradisional kok, buktinya tiap hari mesti macet. Dan hebatnya pasar tradisional disini adalah, buka 24 jam nonstop. Jadi nggak usah takut kehabisan lombok dan brambang. Oke.
Tapi, kota Mojokerto adalah kota penyangga terbaik buat Surabaya. Ibaratnya tuh kayak Depok, Tangerang dan sekitarnya yang dijadikan kota Megapolitan untuk mendukung Jakarta. Kereta Arek Surokerto (Angkutan Rakyat Ekonomi Kecil Surabaya-Mojokerto), kereta yang beroperasi 5X sehari dan menghubungkan mulai stasiun Mojokerto sampai stasiun Surabaya kota ini nggak pernah sepi peminat. Padahal baru diresmikan tanggal 29 Agustus 2009. Tapi popularitasnya udah mengalahkan seven icons.Harga tiketnya murah meriah banget meen, cukup 3500 saja. Baru-baru ini jalan tol yang menghubungkan Mojokerto-Surabaya udah diresmiin pula. Aku sendiri belum pernah merasakan bagaimana rasanya jalan tol ini. Soalnya naik motor tidak diperbolehkan, yang boleh hanya orang bermobil dan kendaraan berat lainnya.
Tuh kan, spesial banget kan Mojokerto ini. Sampai-sampai buat warga Mojokerto yang merantau ke Surabaya (aku, sebuah contoh nyata) disediakan berbagai macam pilihan transportasi yang bisa ditempuh dengan biaya semakin murah dan sangat memudahkan. Super sekali pak mario. Kok mblarah ke Pak Mario (?)
Mungkin benar kata pepatah, kita nggak akan pernah menyadari sesuatu itu berharga sebelum kita kehilangan. Tapi aku benar-benar yakin kalau aku nggak bakalan kehilangan mojokerto. Aku hanya pergi, untuk sementara, bukan tuk meninggalkanmu tuk selamanya. #eaa. Lha kok malah nyanyi gini.
Yang jelas, sehebat-hebatnya Surabaya, Mojokerto tetap sang Juara. Sekali lagi ya, aku cinta banget dengan mojokerto. Never end.

No comments:

Post a Comment