JAMALUDIN DIFABEL YANG KREATIF
“Pengrajin khusus bahan Daur Ulang”
Berkat tangan-tangan terampil Jamaludin, bahan bekas dan yang tidak
ternilai harganya bisa menjadi bahan yang sangat menarik dan memiliki
daya jual yang tinggi. Cacat fisik yang dideritanya sejak tujuh tahun
lalu tidak membuat Jamaludin menjadi orang yang putus asa. Ia selalu
tersenyum dan memiliki semangat yang tinggi untuk menatap masa depan
bersama isteri anak semata wayannya. Jamaludin yang lahir di
Probolinggo pada 23/9/1970 kini menekuni usaha kerajinan yang berbahan
bekas dengan cara mendaur ulang. Kerajinan (Handy Craft) yang dibuatnya
adalah beurupa lukisan yang terbuat dari bahan dari pelepah pisang dan
kulit ketele pohong (kaspe). Bahan-bahan ini oleh kita tentu sudah
dianggap tidak berharga lagi, namun berbeda dengan suami Sumiati ini,
selalu menemukan ide-ide baru untuk melahirkan ide kreatifnya membuat
sebuah lukisan yang memiliki nilai jual tingi dan kwalitas ekxpor.
Berawal dari kegiatan peltihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh
Disnakertrans, Diskoperindag, Dinas Sosial dan Instansi lain yang
bersifat gratis, Jamal mengikuti pelatihan tersebut dan mengikuti dengan
sungguh-sungguh. Alhasil ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan
hasilnya cukup membanggakan. Kini Jamal merasa bersyukur atas
kesempatan ini bisa bergabung dengan Job Fair yang ada di Kota
Mojokerto. Di stand Dinnaker Provinsi Jatim Jamal diberikan satu stand
untuk memapangkan hasil karyanya. Dalam melukis ini harus benar-benar
konsentrasi, sebab Jamal tanpa sket lukisan. Dia langsung menorehkan
bahan baku dan bahan penunjang lainnya dperti lem, dan peralatan
sederhana seperti gunting. Ahan dan peralatan tersebut langsung
digerakkan oleh tangan-tangan terampil Jamaludin kedalam triplek dan
langsung membentuk sebuah lukisan / gambar-gambar pemandangan yang
menarik Selama ini ayah dari Nuri Anggraeni 12 tahun banyak memnuat
lukisan pemandangan dan kaligrafi. Jamaludin mengaku mendpat dukungan
penuh dari pemerintah dengan selaku diberikan kesempatan untuk ikut
pameran baik didalam negeri maupun keluar negeri. Sebab dengan pameran
ini samahalnya dengn promosi untuk memperkenalkan handycfraftnya ke
dunia usaha. Hasil karya Jamaludin ini laku jual mulai 500 ribu sampai
dengan 4 juta rupiah. (ri)
No comments:
Post a Comment