Dinas Ketahanan Pangan
dan Pertanian (DKP2) Kota Mojokerto, Jum’at pagi (8/3/2019) melakukan
sambang ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi berlokasi di Purwotengah
Gg.5 Kecamatan Kranggan. Ikut hadir dalam acara tersebut Sekretaris DKP2,
para Kabid, Kasi di DKP2, Camat Kranggan, Ketua dan anggota Pokja 3
Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto, lurah Purwotengah, Pranata Humas
Diskominfo, para penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, Ketua dan anggota
KWT Srikandi. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto Drs.
R. Happy Dwi Prasetyawan, Msi, dalam sambutannya mengatakan kegiatan
sambang KWT pada pagi hari ini adalah merupakan kegiatan rutin DKP2
dengan maksud dan tujuan untuk mengevaluasi dan memonitor dari dekat kegiatan
yang telah dilaksanakan KWT Srikandi. Alhamdulilah kurang lebih sudah 8
(delapan) kelompok KWT yang sudah dikunjungi semuanya membanggakan dengan
kegiatan yang dilakukan seperti halaman rumah nampak hijau, kegiatan
tanam sayur mayur dikembangkan ,pembuatan kebun bibit, dan budidaya lele. Disela-sela
kunjungan KWT , Happy mengaku sangat bangga terhadap Kelompok
Wanita Tani Srikandi Jaya selain membuka dialog dengan anggota KWT, juga
tertarik pemanfaatan limbah bahan bekas dari TOR, botol oli, kaleng susu,
yang dicat bagus dimanfaatkan untuk menanam sayur. Ini adalah ide dan
gagasan yang bagus agar dapat dicontoh bagi KWT lainnya.
Ada hal yang menarik lagi di KWT Srikandi mengapa tanamannya kelihatan hijau dan bagus ternyata dapat memberikan gagasan yang memunculkan inovasi saluran air untuk penyiraman tanaman dari dari rumah ke rumah anggota KRPL dilengkapi dengan piket penyiraman tanaman. Anang Jauhari, Sekcam Kranggan mewakili camat Kranggan dan Lurah Purwotengah Edy P, sangat mengapresiasi kegiatan yang telah dilaksanakan KWT Srikandi Kelurahan Purwotengah. Oleh karenanya Anang minta kegiatan ini terus dikembangkan dan dipertahankan. Saya berharap dari KWT Srikandi dapat memberikan usulan tidak hanya berupa cara tanam menanam sayur dan managemennya, apa saja bisa diusulkan bukan pembangunan fisik saja. Misalnya KWT menginginkan ada kegiatan sosialisasi sehingga dapat diusulkan di Musrenbang. Sementara itu, Ketua KWT Srikandi Kustini Agus mengatakan, selain mengoptimalisasi perkarangan tanam sayur mayur, pembibitan , budidaya lele kelompok yang dipimpinnya yang telah berdiri sejak April tahun 2013 yang lalu ini juga memproduksi olahan dari hasil tanam sayur , juga mengolah aneka camilan seperti pudding okra dan stik daun kelor. Walaupun menanam di pot agak susah membutuhkan keuletan dan kecintaan terhadap tanaman, KWT Srikandi dengan lahan yang sempit karena berada ditengah-tengah perkotaan tidak ingin kalah dengan Kabupaten yang lahannya lebih luas. Hasilnya juga sudah pernah dipasarkan, mudah-mudahan dengan bimbingan para penyuluh pertanian, produk KWT Srikandi dapat memenuhi standart kelayakan untuk dijual ke supermarket seperti yang disampaikan Kepala DKP2 yaitu tanaman benar-benar organic dan bisa mengirim sayur secara teratur tentunya diharapkan bisa membantu ekonomi keluarga dan menambah gizi masyarakat.(yuk).
Ada hal yang menarik lagi di KWT Srikandi mengapa tanamannya kelihatan hijau dan bagus ternyata dapat memberikan gagasan yang memunculkan inovasi saluran air untuk penyiraman tanaman dari dari rumah ke rumah anggota KRPL dilengkapi dengan piket penyiraman tanaman. Anang Jauhari, Sekcam Kranggan mewakili camat Kranggan dan Lurah Purwotengah Edy P, sangat mengapresiasi kegiatan yang telah dilaksanakan KWT Srikandi Kelurahan Purwotengah. Oleh karenanya Anang minta kegiatan ini terus dikembangkan dan dipertahankan. Saya berharap dari KWT Srikandi dapat memberikan usulan tidak hanya berupa cara tanam menanam sayur dan managemennya, apa saja bisa diusulkan bukan pembangunan fisik saja. Misalnya KWT menginginkan ada kegiatan sosialisasi sehingga dapat diusulkan di Musrenbang. Sementara itu, Ketua KWT Srikandi Kustini Agus mengatakan, selain mengoptimalisasi perkarangan tanam sayur mayur, pembibitan , budidaya lele kelompok yang dipimpinnya yang telah berdiri sejak April tahun 2013 yang lalu ini juga memproduksi olahan dari hasil tanam sayur , juga mengolah aneka camilan seperti pudding okra dan stik daun kelor. Walaupun menanam di pot agak susah membutuhkan keuletan dan kecintaan terhadap tanaman, KWT Srikandi dengan lahan yang sempit karena berada ditengah-tengah perkotaan tidak ingin kalah dengan Kabupaten yang lahannya lebih luas. Hasilnya juga sudah pernah dipasarkan, mudah-mudahan dengan bimbingan para penyuluh pertanian, produk KWT Srikandi dapat memenuhi standart kelayakan untuk dijual ke supermarket seperti yang disampaikan Kepala DKP2 yaitu tanaman benar-benar organic dan bisa mengirim sayur secara teratur tentunya diharapkan bisa membantu ekonomi keluarga dan menambah gizi masyarakat.(yuk).

No comments:
Post a Comment