MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Program PSN
terintegrasi terbukti sangat efektif untuk mengetahui kondisi riil warga. Hal
ini dapat terlihat saat PSN on the road setiap jumat, yang dipimpin
langsung oleh Walikota Mojokerto bukan hanya memburu jentik di rumah warga,
namun banyak permasalahan yang dihadapi oleh warga. Jumat, 1/3/2019 jadwal PSN
di RW.01 Lingkungan Sumolepen Kelurahan Balongsari Kecamatan Magersari Kota
Mojokerto, Walikota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari (NIng Ita) menelusuri
perkampungan di gang-gang kelinci, telah menemukan banyak permasalahan.
Contohnya ada warga sakit habis operasi belum kunjung sembuh, Ning
Ita sempat menghampirinya dan menyempatkan diri untuk berdialog, permasalahan
yang dihadapinya dan sekaligus mencarikan solusinya. Saat bertemu warga kurang
mampu, Ning Ita begitu tersentuh hatinya, dan memastikan apakah warga tersebut
sudah punya kartu BPJS, sudah terima Raskin atau belum. Saluran yang macet dan
banyak sampah. Untuk ini Walikota meminta kepada warga setempat agar lebih giat
melakukan kerja bhakti.
“Saluran di Sumolepen ini cukup besar, kalau diberdayakan akan sangat baik. Bekas closed (WC) kapan terbang yang masih membekas hendaknya segera dibersihkan agar tidak kumuh. Permasalahan lain yang dihadapi oleh Warga Balongsari ini, adalah banyak masyarakat yang dalam gangguan jiwa (ODGJ) seperti yang dilaporkan oleh Lurah Balongsari Kusuma Widada, SH. Menurut Lurah ini, penderita ODGJ di Balongsari paling banyak mencapai 50 orang lebih. Untuk membantu proses penyembuhan para kader ini membentuk Posyandu Jiwa bekerjasama dengan Puskesmas Balongsari. Posyandu jiwa ini dilaksanakan setiap hari selasa keempat. Hal lain yang membanggakan, di Kelurahan Balongsari sudah terbentuk 9 unit Bang sampah dari 14 RW yang ada. Sisanya 5 RW diharapkan segera mmbentuk Bank Sampah agar, persampahan di Kelurahan Balongsari segera terkelola dengan baik. Hasil kunjungan rumah kali ini angka bebas jentik (ABJ) sebesar 93 % dari 30 rumah yang dikunjungi 4 diantaranya positif jentik. Pada akhir acara Walikota didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto Dra. Cristiana Indah Wahyu, Apt, M.Si menyerahkan sertifikat ASI Exslusif kepada warga Balongsari yang telah berhasil memberikan ASI selama 6 bulan berturut-turun tanpa makanan tambahan atau susu formula. (an)
“Saluran di Sumolepen ini cukup besar, kalau diberdayakan akan sangat baik. Bekas closed (WC) kapan terbang yang masih membekas hendaknya segera dibersihkan agar tidak kumuh. Permasalahan lain yang dihadapi oleh Warga Balongsari ini, adalah banyak masyarakat yang dalam gangguan jiwa (ODGJ) seperti yang dilaporkan oleh Lurah Balongsari Kusuma Widada, SH. Menurut Lurah ini, penderita ODGJ di Balongsari paling banyak mencapai 50 orang lebih. Untuk membantu proses penyembuhan para kader ini membentuk Posyandu Jiwa bekerjasama dengan Puskesmas Balongsari. Posyandu jiwa ini dilaksanakan setiap hari selasa keempat. Hal lain yang membanggakan, di Kelurahan Balongsari sudah terbentuk 9 unit Bang sampah dari 14 RW yang ada. Sisanya 5 RW diharapkan segera mmbentuk Bank Sampah agar, persampahan di Kelurahan Balongsari segera terkelola dengan baik. Hasil kunjungan rumah kali ini angka bebas jentik (ABJ) sebesar 93 % dari 30 rumah yang dikunjungi 4 diantaranya positif jentik. Pada akhir acara Walikota didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto Dra. Cristiana Indah Wahyu, Apt, M.Si menyerahkan sertifikat ASI Exslusif kepada warga Balongsari yang telah berhasil memberikan ASI selama 6 bulan berturut-turun tanpa makanan tambahan atau susu formula. (an)

No comments:
Post a Comment