Pendidikan keagamaan
merupakan hal utama untuk membentuk kepribadian yang tinggi, untuk itu perlu
dibangun kemitraan terhadap semua Guru TPQ dalam melaksanakan tugasnya, agar
dapat memperoleh standart pendidikan yang sama. Pemerintah Kota Mojokerto
melalui Bagian Pemerintahan melaksanakan Pembinaan Guru Taman Pendidikan Al
Qur’an (TPQ) se Kota Mojokerto, Rabu (13/3/2019). Wakil Walikota Mojokerto H.
Achmad Rizal Zakaria saat membacakan sambutan tertulis Walikota Mojokerto,
mengatakan bahwa Pendidikan Keagamaan menjadi modal penting dalam mencetak
generasi bangsa yang unggul, berbudi luhur dan berakhlak mulia. Demikian juga
untuk mewujudkan visi Kota Mojokerto yakni terwujudnya Kota Mojokerto yang
berdaya saing, mandiri, demokratis, adil, makmur, sejahtera dan bermartabat,
landasan keagamaan memegang peran sentral dalam membangun sumber daya manusia
yang bermoral dan berkarakter. Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) sebagai salah
satu Lembaga Pendidikan tentang Pengajaran Al Qur’an, tentunya memiliki fungsi
dan peranan yang penting dalam perwujudan visi pembangunan Kota Mojokerto,
utamanya dalam mewujudkan masyarakat yang bermartabat.
Di era modern ini, perubahan zaman dan perkembangan teknologi informasi menghadirkan sejumlah peluang dan tantangan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Segala macam informasi dan pengetahuan baik itu tentang agama, politik, sosial dan budaya dapat dengan mudah diperoleh dan disebarkan melalui berbagai media. Hal ini dapat menimbulkan berbagai dampak baik positif maupun negatif. Disatu sisi, masyarakat dapat memiliki pengetahuan keagamaan dari berbagai sumber, namun di sisi lain dari informasi yang beragam ini ada yang bersifat provokatif dan dapat menimbulkan perdebatan, pertengkaran serta memecah belah umat. Sejalan dengan dinamika ini, diharapkan agar Lembaga TPQ di Kota Mojokerto disamping memberikan pengajaran tentang Baca Tulis Al Qur’an, dapat menanamkan kepada anak-anak tentang pentingnya nilai-nilai kerukunan antar umat beragama lain, dan rasa cinta terhadap tanah air. Guru TPQ merupakan sebuah profesi yang mulia, oleh karena itu saya mengapresiasi seluruh Guru TPQ Kota Mojokerto, semoga selalu diberikan kesehatan, terus semangat dan tulus ikhlas dalam memberikan ilmu pada generasi muda Kota Mojokerto agar menjadi generasi yang bermartabat, tidak hanya kesalehan ritual namun juga kesalehan sosial dan mampu menunjukkan keramahan agama islam sebagai agama Rahmatan Lil Aalamiin. Sebelum mengakhiri sambutannya dikatakan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto selama ini sepertinya tidak memperdulikan pelajaran keagamaan, padahal Pemerintah Kota Mojokerto akan melakukan TPQ akan dijadikan sebagai pelajaran ekstra kurikuler di sekolah-sekolah ini semua sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Mojokerto terhadap Pendidikan Keagamaan di Kota Mojokerto. Menurut Dra. Eny Rahmawati, M.Si Kabag Kesra Pemerintah Kota Mojokerto tujuan dilaksanakannya kegiatan untuk membangun kemitraan kepada semua Guru TPQ agar dalam melaksanakan tugas mempunyai standar yang sama. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Olahraga dan Seni (GOR) Majapahit di ikuti kurang lebih 400 orang dan dihadiri oleh Asisten Kepala Kemenag, Camat, Lurah, dengan Narasumber KH. Moch. Fathoni Dimyati. LC dan Drs. Moch. Zaeni, SH, M.Ag Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mojokerto. (Sef/yuk).
Di era modern ini, perubahan zaman dan perkembangan teknologi informasi menghadirkan sejumlah peluang dan tantangan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Segala macam informasi dan pengetahuan baik itu tentang agama, politik, sosial dan budaya dapat dengan mudah diperoleh dan disebarkan melalui berbagai media. Hal ini dapat menimbulkan berbagai dampak baik positif maupun negatif. Disatu sisi, masyarakat dapat memiliki pengetahuan keagamaan dari berbagai sumber, namun di sisi lain dari informasi yang beragam ini ada yang bersifat provokatif dan dapat menimbulkan perdebatan, pertengkaran serta memecah belah umat. Sejalan dengan dinamika ini, diharapkan agar Lembaga TPQ di Kota Mojokerto disamping memberikan pengajaran tentang Baca Tulis Al Qur’an, dapat menanamkan kepada anak-anak tentang pentingnya nilai-nilai kerukunan antar umat beragama lain, dan rasa cinta terhadap tanah air. Guru TPQ merupakan sebuah profesi yang mulia, oleh karena itu saya mengapresiasi seluruh Guru TPQ Kota Mojokerto, semoga selalu diberikan kesehatan, terus semangat dan tulus ikhlas dalam memberikan ilmu pada generasi muda Kota Mojokerto agar menjadi generasi yang bermartabat, tidak hanya kesalehan ritual namun juga kesalehan sosial dan mampu menunjukkan keramahan agama islam sebagai agama Rahmatan Lil Aalamiin. Sebelum mengakhiri sambutannya dikatakan bahwa Pemerintah Kota Mojokerto selama ini sepertinya tidak memperdulikan pelajaran keagamaan, padahal Pemerintah Kota Mojokerto akan melakukan TPQ akan dijadikan sebagai pelajaran ekstra kurikuler di sekolah-sekolah ini semua sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Mojokerto terhadap Pendidikan Keagamaan di Kota Mojokerto. Menurut Dra. Eny Rahmawati, M.Si Kabag Kesra Pemerintah Kota Mojokerto tujuan dilaksanakannya kegiatan untuk membangun kemitraan kepada semua Guru TPQ agar dalam melaksanakan tugas mempunyai standar yang sama. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Olahraga dan Seni (GOR) Majapahit di ikuti kurang lebih 400 orang dan dihadiri oleh Asisten Kepala Kemenag, Camat, Lurah, dengan Narasumber KH. Moch. Fathoni Dimyati. LC dan Drs. Moch. Zaeni, SH, M.Ag Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mojokerto. (Sef/yuk).

No comments:
Post a Comment