Rabu, (6/2/2019) bertempat di Aula SMPN 3 Kota
Mojokerto, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid, S.Sos,Msi,
membuka Workshop Entrepreneurship Pendidikan Usia Dini menghadirkan
dua narasumber Beny Santoso, M.Com, Dosen Ubaya Surabaya dan Minarni Puji, S,
dari Balai Pengembangan PAUD Prop. Jatim. Dalam sambutan pembukaan Amin Wachid
mengatakan kemampuan Entrepreneurship atau jiwa kewirausahaan seorang
guru PAUD, TK/KB, Satuan Paud Sejenis (SPS) dan Taman Pendidikan Anak
(TPA) sangat penting dan erat kaitannya dengan correlated
curriculum terutama yang berkaitan dengan model implementasi
insidental.
Melalui kemampuan Entrepreneurship yang baik, guru PAUD/TK dan Satuan Paud Sejenis dapat menjalankan pembelajaran sesuai dengan kondisi dan situasi yang terjadi di lingkungannya. Amin Wachid, S.Sos,Msi, membuka Workshop Entrepreneurship Pendidikan Usia Dini Jika tidak memiliki kemampuan Entrepreneurship yang baik, guru PAUD akan mengalami kesulitan dalam menyesuaikan tema pembelajaran dengan situasi yang terjadi di luar tema yang sudah disiapkan guru. Dalam konteks kompetisi Amin menyatakan dengan adanya kegiatan ini bahwa guru dapat memiliki berbagai kompetensi dan keterampilan termasuk kemampuan jiwa wirausaha. Kemampuan jiwa wirausaha menciptakan peluang yang besar untuk menjadi guru PAUD dan SPS yang profesional terutama jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Amin berharap acara ini dapat disambut baik oleh seluruh guru dan TP PKK yang memiliki minat dan bakat berwirausaha. Pendidikan Usia Dini Dra. Goenawati Estiningdyah, Msi, Kepala Bidang PAUD Pendidikan Non Formal (PNF) menjelaskan kegiatan Workshop Entrepreneurship Pendidikan Usia Dini diikuti oleh 140 orang berasal dari guru PAUD/TK/KB/SPS , TPA dan Tim Penggerak PKK Pokja II. Maksud dan tujuan untuk membentuk manusia secara utuh (holistik), sebagai insan yang memiliki kompetensi, karakter, pemahaman dan ketrampilan sebagai wirausaha. Pendidikan kewirausahaan perlu ditanamkan dan dikembangkan sejak dini melalui peranan guru dalam dunia pendidikan. yang dapat merealisasikan pendidikan kewirausahaan kepada anak didik disekolah masing-masing. Ubaya Surabaya menyajikan materi Menurut Fitriah, Spd, Kasi Paud Dinas Pendidikan Kota Mojokerto bahwa Kegiatan Workshop Entrepreneurship Pendidikan Usia Dini yang berlangsung 2 (dua) hari, mulai hari Rabu tanggal 6 Pebruari sampai dengan hari Kamis tanggal 7 Pebruari 2019, Kepala SMPN 3 yang ikut hadir , dua narasumber menjelaskan dalam pendidikan usia dini guru PAUD/TK/KB/SPS , TPA dan Tim Penggerak PKK pengetahuannya tidak cukup hanya dilengkapi kebutuhan akademis namun juga bidang lainnya agar lebih mumpuni dalam mengembangkan kemandiriannya kelak Khususnya disektor ekonomi. Strategi mengembangkan kemampuan entrepeneurship sejak usia dini melalui strategi yang tepat tanpa mengesampingkan tugas dan hak anak dalam belajar melalui kegiatan bermain yang dikemas dengan berbagai ketrampilan positif.(yuk).
Melalui kemampuan Entrepreneurship yang baik, guru PAUD/TK dan Satuan Paud Sejenis dapat menjalankan pembelajaran sesuai dengan kondisi dan situasi yang terjadi di lingkungannya. Amin Wachid, S.Sos,Msi, membuka Workshop Entrepreneurship Pendidikan Usia Dini Jika tidak memiliki kemampuan Entrepreneurship yang baik, guru PAUD akan mengalami kesulitan dalam menyesuaikan tema pembelajaran dengan situasi yang terjadi di luar tema yang sudah disiapkan guru. Dalam konteks kompetisi Amin menyatakan dengan adanya kegiatan ini bahwa guru dapat memiliki berbagai kompetensi dan keterampilan termasuk kemampuan jiwa wirausaha. Kemampuan jiwa wirausaha menciptakan peluang yang besar untuk menjadi guru PAUD dan SPS yang profesional terutama jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Amin berharap acara ini dapat disambut baik oleh seluruh guru dan TP PKK yang memiliki minat dan bakat berwirausaha. Pendidikan Usia Dini Dra. Goenawati Estiningdyah, Msi, Kepala Bidang PAUD Pendidikan Non Formal (PNF) menjelaskan kegiatan Workshop Entrepreneurship Pendidikan Usia Dini diikuti oleh 140 orang berasal dari guru PAUD/TK/KB/SPS , TPA dan Tim Penggerak PKK Pokja II. Maksud dan tujuan untuk membentuk manusia secara utuh (holistik), sebagai insan yang memiliki kompetensi, karakter, pemahaman dan ketrampilan sebagai wirausaha. Pendidikan kewirausahaan perlu ditanamkan dan dikembangkan sejak dini melalui peranan guru dalam dunia pendidikan. yang dapat merealisasikan pendidikan kewirausahaan kepada anak didik disekolah masing-masing. Ubaya Surabaya menyajikan materi Menurut Fitriah, Spd, Kasi Paud Dinas Pendidikan Kota Mojokerto bahwa Kegiatan Workshop Entrepreneurship Pendidikan Usia Dini yang berlangsung 2 (dua) hari, mulai hari Rabu tanggal 6 Pebruari sampai dengan hari Kamis tanggal 7 Pebruari 2019, Kepala SMPN 3 yang ikut hadir , dua narasumber menjelaskan dalam pendidikan usia dini guru PAUD/TK/KB/SPS , TPA dan Tim Penggerak PKK pengetahuannya tidak cukup hanya dilengkapi kebutuhan akademis namun juga bidang lainnya agar lebih mumpuni dalam mengembangkan kemandiriannya kelak Khususnya disektor ekonomi. Strategi mengembangkan kemampuan entrepeneurship sejak usia dini melalui strategi yang tepat tanpa mengesampingkan tugas dan hak anak dalam belajar melalui kegiatan bermain yang dikemas dengan berbagai ketrampilan positif.(yuk).

No comments:
Post a Comment