MOJOKERTO-GEMA MEDIA :
Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Mojokerto bukan hanya melayani kegiatan
pemotongan hewan, namun ada inovasi lain yaitu memproduksi pupuk organic yang
berbahan baku dari kotoran hewan. Pupuk organic yang dihasilkan antara
lain, pupuk kompos, pupuk cair. Selain itu dari hasil olahan kotoran sapi
ini mampu diproduksi menjadi bahan bakar yaitu biogas. Ditinjau
dari segi inovasi memang bukan hal baru lagi, namun setidaknya RPH ini mampu
memaksimalkan kondisi yang ada sehingga semuanya tidak ada yang sia-sia. Drs.
R.Heppy Dwi Prastiawan, M.Si, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota
Mojokerto saat melakukan monitoring dan evalusi pada senin 25/2/2019
mengatakan, tujuan kunjungan kali ini adalah untuk memantau sarana dan
prasarana yang ada agar produksi pupuk organic ini bisa lebih meningkat.
Pupuk organic yang dihasilkan oleh RPH ini tentu sangat mendukung ramah
lingkungan karena, tanpa bahan kimia.
Sehingga kalau kita gunakan untuk memberi pupuk tanaman sayur sayuran maka hasilnya bergizi tinggi. Oleh karena itu secara tidak langsung dapat mendukung program Kota Layak Anak dan Kota Sehat. Heppy, panggilannya akrabnya bersama Achmad Taufik seorang Analis Informasi Hasil Pertanian, dan Kepala RPH Magfur, SH serta para pejabat di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, telah merumsukan rencana kedepan utamanya terkait Kota Layak anak dan Kota Sehat. Untuk melengkapai kawasan RPH menjadi lingkungan yang edukatif akan dilengkapi dengan sarana prasana berupa APE dalam dan APE luar. Selain itu di area RPH ini akan dibuat kawasan hijau dengan menambah tanaman produktif. Sementara untuk hasil produksi pupuk kompos menurut Taufik diberikan kepada warga secara gratis, utamanya kelompok wanita tani (KWT) atau warga yang mempunyai kegiatan berseri dan kegiatan lain yang mendukung Kota Sehat. Sedangkan untuk produksi biogas selama ini masih mampu disalurkan kepada 4 keluarga. Bagi warga yang ingin mendapatkan pupuk kompos silakan bersurat kepada Dinas ketahanan pangan dan Pertanian. Untuk kedepan pihak RPH akan semakin meningkatkan poduksi pupuk organic ini, sehingga limbah kotoran sapi ini tidak perlu repot untuk membuang karena sudah bisa diolah dari sumbernya. (an)
Sehingga kalau kita gunakan untuk memberi pupuk tanaman sayur sayuran maka hasilnya bergizi tinggi. Oleh karena itu secara tidak langsung dapat mendukung program Kota Layak Anak dan Kota Sehat. Heppy, panggilannya akrabnya bersama Achmad Taufik seorang Analis Informasi Hasil Pertanian, dan Kepala RPH Magfur, SH serta para pejabat di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, telah merumsukan rencana kedepan utamanya terkait Kota Layak anak dan Kota Sehat. Untuk melengkapai kawasan RPH menjadi lingkungan yang edukatif akan dilengkapi dengan sarana prasana berupa APE dalam dan APE luar. Selain itu di area RPH ini akan dibuat kawasan hijau dengan menambah tanaman produktif. Sementara untuk hasil produksi pupuk kompos menurut Taufik diberikan kepada warga secara gratis, utamanya kelompok wanita tani (KWT) atau warga yang mempunyai kegiatan berseri dan kegiatan lain yang mendukung Kota Sehat. Sedangkan untuk produksi biogas selama ini masih mampu disalurkan kepada 4 keluarga. Bagi warga yang ingin mendapatkan pupuk kompos silakan bersurat kepada Dinas ketahanan pangan dan Pertanian. Untuk kedepan pihak RPH akan semakin meningkatkan poduksi pupuk organic ini, sehingga limbah kotoran sapi ini tidak perlu repot untuk membuang karena sudah bisa diolah dari sumbernya. (an)

No comments:
Post a Comment