MOJOKERTO – (GEMA MEDIA) – Semakin tingginya
emansipasi wanita di era globalisasi, memunculkan sikap kemandirian wanita yang
tanpa disadari juga mempengaruhi perilaku dalam kehidupan sosial. Hal ini
nampak dengan semakin banyaknya kegiatan wanita yang sebelumnya hanya dilakukan
oleh kaum Adam, salah satunya pengemudi mobil. Semakin hari, dijalanan sering
terlihat kaum Hawa mengendari mobil pribadi untuk melakukan kegiatannya. Berawal
dari berkumpulnya beberapa wanita, muncul inspirasi untuk membuat komunitas
khusus bagi pengemudi wanita yang bernama Ladies Car Joker (LCJ). Perjalanan
komunitas ini memasuki umur pertamanya dan kegitan perayaan ultah LCJ digelar
di Ayola Hotel, Sunrise Mall lantai III, Jalan Benteng pancasila, Kota
Mojokerto, Minggu (17/2/2019).
Menurut VEGI (26), ketua LCJ Mojokerto, komunitas ini terbentuk atas ide dan usulan dari beberapa wanita yang setiap harinya dalam berkegiatan selalu mengendarai mobil sendiri. “Kami sering kumpul bersama, bercerita dan sharing, sampai curhat apa yang kita alami sat mengemudi. Dari situlah, kita bersepakat untuk membuat komunitas pengendara wanita,” kata Vegi. Vegi menjelaskan, komunitas ini bertujuan sebagai wadah silaturahmi. Saling mengenal dan berbagi sekaligus berbuat sesuatu yang positif bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan. “LCJ ini juga menepis anggapan bahwa pengemudi wanita itu mempunyai stigma negatif, semacam ladies car wash dan sebagainya. Kita tidak seperti itu,” tegas Vegi. Dalam satu tahun, kegiatan LCJ selain melakukan kumpulan rutin setiap bulannya, juga melakukan kegiatan bhakti sosial, bagi takjil saat bulan puasa dan masih banyak lagi. “Tidak hanya itu, setiap pertemuan bulanan, kita sering berdiskusi perihal perilaku saat mengemudi. Saya sering membagikan metode-metode mengemudi melalui grup wa dan kita juga bekerjasama dengan Kasatlantas Polres Mojokerto Kota untuk memberikan sosialisasi terkait berkendara di jalan,” paparnya. Dalam anniversary pertama kali ini, selain berkumpulnya seluruh member LCJ, juga dihadiri oleh Ketua PC Bhayangkari Polres Mojokerto Kota dan Kasatlantas Polres Mojokerto Kota guna memberikan wawasan berkendara yang baik dan benar. “Kehadiran beliau berdua diacara ini sangat bermanfaat bagi kami dan kami akan membuat acara yang lebih besar lagi, bukan hanya untuk member saja melainkan semua pengemudi wanita agar sama-sama mempunyai pengetahuan berkendara yang baik dan benar,” pungkasnya. (Ron/yuk).
Menurut VEGI (26), ketua LCJ Mojokerto, komunitas ini terbentuk atas ide dan usulan dari beberapa wanita yang setiap harinya dalam berkegiatan selalu mengendarai mobil sendiri. “Kami sering kumpul bersama, bercerita dan sharing, sampai curhat apa yang kita alami sat mengemudi. Dari situlah, kita bersepakat untuk membuat komunitas pengendara wanita,” kata Vegi. Vegi menjelaskan, komunitas ini bertujuan sebagai wadah silaturahmi. Saling mengenal dan berbagi sekaligus berbuat sesuatu yang positif bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan. “LCJ ini juga menepis anggapan bahwa pengemudi wanita itu mempunyai stigma negatif, semacam ladies car wash dan sebagainya. Kita tidak seperti itu,” tegas Vegi. Dalam satu tahun, kegiatan LCJ selain melakukan kumpulan rutin setiap bulannya, juga melakukan kegiatan bhakti sosial, bagi takjil saat bulan puasa dan masih banyak lagi. “Tidak hanya itu, setiap pertemuan bulanan, kita sering berdiskusi perihal perilaku saat mengemudi. Saya sering membagikan metode-metode mengemudi melalui grup wa dan kita juga bekerjasama dengan Kasatlantas Polres Mojokerto Kota untuk memberikan sosialisasi terkait berkendara di jalan,” paparnya. Dalam anniversary pertama kali ini, selain berkumpulnya seluruh member LCJ, juga dihadiri oleh Ketua PC Bhayangkari Polres Mojokerto Kota dan Kasatlantas Polres Mojokerto Kota guna memberikan wawasan berkendara yang baik dan benar. “Kehadiran beliau berdua diacara ini sangat bermanfaat bagi kami dan kami akan membuat acara yang lebih besar lagi, bukan hanya untuk member saja melainkan semua pengemudi wanita agar sama-sama mempunyai pengetahuan berkendara yang baik dan benar,” pungkasnya. (Ron/yuk).

No comments:
Post a Comment