Untuk persiapan pantau
Adipura 2019 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto menggelar sosialisasi
Informasi dan Edukasi Adipura di Ruang Pertemuan DLH Kota Mojokerto, Selasa,
(19/02/2019). Sosialisasi dibuka Bashori, SE, Sekretaris DLH mewakili Ikromul
Yasak, S.Sos, MM Kepala DLH dalam sambutannya mengatakan sosialisasi
merupakan moment penting dalam rangka persiapan penilaian adipura
mendatang . Diharapkan dalam sosiaisasi yang digelar agar kita bersama
masyarakat untuk mempersiapkan Kota Mojokerto meraih
penghargaan dalam penilaian adipura ke- 4 (empat kalinya) Selain
penilaian adipura menurut Bashori , untuk menyadarkan masyarakat akan
lingkungan yang bersih adalah sangat penting. Mari bersama-sama menjaga
lingkungan yang bersih. Menurutnya bank sampah, peran pemerintah dari dinas
terkait dan masyarakat kalau sama-sama dalam menjaga lingkungan yang
bersih untuk Kota Mojokerto yakin akan mendapatkan
kembali piala adipura 2019, yang keempat kalinya. Kata Bashori. Kepala Bidang
Kebersihan Drs. Dwi Agus Hariwibowo, Ketua penyelenggara sosialisasi
menyampaikan maksud kegiatan sosialisasi yang diikuti oleh 36 (tiga puluh
enam) orang berasal dari Kasi Pemerintahan baik ditingkat Kecamatan maupun
tingkat Kelurahan, Bank sampah titik pantau adipura serta lingkungan titik
pantau adipura adalah untuk menciptakan kondisi yang bersih di Wilayah Kota
Mojokerto dan membuat masyarakat / warga Kota Mojokerto menjadi nyaman serta
mengajak masyarakat agar lebih sadar akan kebersihan.
Tujuannya dengan menjaga kebersihan di Kota Mojokerto kita semua berharap Kota Mojokerto bisa mendapatkan dan mempertahankan Kota Mojokerto sebagai Kota Adipura. Oleh karenanya kegiatan tersebut digelar untuk lebih mengoptimalkan lagi upaya-upaya yang sudah dilakukan selama ini dalam hal penanganan sampah yaitu dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada, baik dalam pengelolaan sampah maupun pengembangan bank-bank sampah. Hadir 2 narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Timur Ratih Murwani, RA, SE, M.Si. Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah menyampaikan konsep Adipura 2025, program Adipura harus dapat merespons target jakstranas yaitu menjadikan semua kota-kota di Indonesia pengelolaan sampah 100 % dengan 30 % pengurangan sampah dan 70 % penanganan sampah. Materi kedua Adipura 2025 dan pengurangan sampah disajikan oleh Fauzi Bactiar, MT juga dari DLH Propinsi Jawa timur bahwa pengurangan sampah sekitar 30 % meliputi pengurtangan sampah plastic, sekolah Adiwiyata, sumber sampah dari rumah tangga, berasal dari pasar tradisional, restoran dan hotel dan lain-lain.(yuk).
Tujuannya dengan menjaga kebersihan di Kota Mojokerto kita semua berharap Kota Mojokerto bisa mendapatkan dan mempertahankan Kota Mojokerto sebagai Kota Adipura. Oleh karenanya kegiatan tersebut digelar untuk lebih mengoptimalkan lagi upaya-upaya yang sudah dilakukan selama ini dalam hal penanganan sampah yaitu dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada, baik dalam pengelolaan sampah maupun pengembangan bank-bank sampah. Hadir 2 narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Timur Ratih Murwani, RA, SE, M.Si. Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah menyampaikan konsep Adipura 2025, program Adipura harus dapat merespons target jakstranas yaitu menjadikan semua kota-kota di Indonesia pengelolaan sampah 100 % dengan 30 % pengurangan sampah dan 70 % penanganan sampah. Materi kedua Adipura 2025 dan pengurangan sampah disajikan oleh Fauzi Bactiar, MT juga dari DLH Propinsi Jawa timur bahwa pengurangan sampah sekitar 30 % meliputi pengurtangan sampah plastic, sekolah Adiwiyata, sumber sampah dari rumah tangga, berasal dari pasar tradisional, restoran dan hotel dan lain-lain.(yuk).

No comments:
Post a Comment