MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Pada dasarnya setiap orag memiliki jiwa
kerelawan. Namun tidak semua orang memiliki kesadaran menjadi relawan.
Belum lagi semangat relawan yang tiba-tiba kendur lantaran banyak provokasi
yang tidak mendukung. Oleh karena itu pembinaan dan pemantapan jiwa
kerelawanan perlu dilakukan. Seperti yang dilakukan PD Aisyiyah Kota
Mookerto. Relawan yang direkrut sebagai kader TBC cukup banyak, namun
ketika setelah diberi pembekalan akan tugasnya, tidak sedikit yang berhenti
tidak melakukan aktivitasnya. Demikian disampaikan oleh Dra. Ec.Tatik Lutfiati,
ST dari PD Aisyiyah Kota Mojokerto selaku narasumber dalam acara talkshow di
Radio Gema FM, selasa, 22/1/2019. Talkshow dipandu Moderator Adit,
mengambil tema “ Upaya PD. Aisyiyah memupuk jiwa voluntersm (Kerelawanan) bagi
kader TB Care Aisyiyah”.
Dijelaskan oleh Tatik bahwa, upaya yang dilakukan oleh Aisyiyah dengan sentuhan keagamaan “ “Barang siapa yang mengerjakan amal soleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan baik dan pahala yang lebih baik daripada yang mereka kerjakan” kata Sekretaris PD Aisyiyah ini. Dijelaskan oleh Tatik peran Aisyiyah dalam hal ini membantu Pemerintah Kota Mojokerto menuju Zero TB, merupakan aplikasi Amar Makruf Nahi Mungkar, membangun kemitraan dan memecahkan masalah bagi penderita TB yang Dhuafa. tugas kader disini adalah menemukan sucpekt dan penanganan serta pendampingan pasien sampai sembuh. Sementara narasumber lainnya, Ana Hudi Astutik koordinator kader TB Aisyiyah menyampaikan, menjadi seorang kader atau relawan memang tidk mudah. Untuk bisa melakukan itu perlu ada kesadaran dari diri kita sendiri. Ada panggilan hati unuk berbuat sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi orang lain. Di Kota Mojokerto kader TB yang direkrut Aisyiyah sebanyak 48 orang menyebar di 18 Kelurahan , hanya di Kelurahan Purwotengah yang belum ada kader. Untuk mengatasi ini perlu bekerjasama dengan kelurahan sebelah .”kader di kelurahan yang sudah lama membantu kader yang masih baru. Riani, SH, M.Si ketua forum Kota Mojokerto Sehat menambahkan, kegiatan yang dilakukan oleh kader TB Aisyiyah masuk pada Tatanan 8 kehidupan masyarakat sehat mandiri (tatanan 8). Sedangkan tahun ini Forum Kota Sehat mempersiapkan verifikasi Kota sehat tingkat nasional dengan 4 tatanan, yaitu tatanan 2 (kawasasan tertib lalu lintas), kawasan permukiman dan sarana prasarana umum serta kehidupan social yang sehat. Tujuan dibentuknya forum Kota Sehat adalah membantu pemerintah Kota Mojokerto untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Forum dibentuk berdasarkan SK Walikota Mojokerto, beranggotakan 15 orang dari berbagai komunitas yang peduli kesehatan lingkungan yang pada ahirnya mewujudkan masyarakat yang sehat secara jasmani, Rohani dan sosialnya(ri).
Dijelaskan oleh Tatik bahwa, upaya yang dilakukan oleh Aisyiyah dengan sentuhan keagamaan “ “Barang siapa yang mengerjakan amal soleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan baik dan pahala yang lebih baik daripada yang mereka kerjakan” kata Sekretaris PD Aisyiyah ini. Dijelaskan oleh Tatik peran Aisyiyah dalam hal ini membantu Pemerintah Kota Mojokerto menuju Zero TB, merupakan aplikasi Amar Makruf Nahi Mungkar, membangun kemitraan dan memecahkan masalah bagi penderita TB yang Dhuafa. tugas kader disini adalah menemukan sucpekt dan penanganan serta pendampingan pasien sampai sembuh. Sementara narasumber lainnya, Ana Hudi Astutik koordinator kader TB Aisyiyah menyampaikan, menjadi seorang kader atau relawan memang tidk mudah. Untuk bisa melakukan itu perlu ada kesadaran dari diri kita sendiri. Ada panggilan hati unuk berbuat sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi orang lain. Di Kota Mojokerto kader TB yang direkrut Aisyiyah sebanyak 48 orang menyebar di 18 Kelurahan , hanya di Kelurahan Purwotengah yang belum ada kader. Untuk mengatasi ini perlu bekerjasama dengan kelurahan sebelah .”kader di kelurahan yang sudah lama membantu kader yang masih baru. Riani, SH, M.Si ketua forum Kota Mojokerto Sehat menambahkan, kegiatan yang dilakukan oleh kader TB Aisyiyah masuk pada Tatanan 8 kehidupan masyarakat sehat mandiri (tatanan 8). Sedangkan tahun ini Forum Kota Sehat mempersiapkan verifikasi Kota sehat tingkat nasional dengan 4 tatanan, yaitu tatanan 2 (kawasasan tertib lalu lintas), kawasan permukiman dan sarana prasarana umum serta kehidupan social yang sehat. Tujuan dibentuknya forum Kota Sehat adalah membantu pemerintah Kota Mojokerto untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Forum dibentuk berdasarkan SK Walikota Mojokerto, beranggotakan 15 orang dari berbagai komunitas yang peduli kesehatan lingkungan yang pada ahirnya mewujudkan masyarakat yang sehat secara jasmani, Rohani dan sosialnya(ri).

No comments:
Post a Comment