Sebagai
satuan pengamanan, Satpam mempunyai kewajiban dan tanggung jawab yang besar
untuk mewujudkan situasi aman, nyaman dan kondusif. Tidak hanya pada skala
lingkup yang besar namun lebih didahului dari ruang lingkup yang terkecil yaitu
lingkungan sekitarnya. Hal ini disampaikan Kapolres
Mojokerto Kota, AKBP Sigit Dany Setiyono, SH, SIK, M.Sc Eng saat memberikan
sambutannya dalam upacara HUT Satpam ke 38, yang dilaksanakan di Lapangan Patih
Gajah Mada, Polres Mojokerto Kota, Jalan Bhayangkara no 25, Kota Mojokerto,
Jawa Timur, Minggu (30/12/2018). Untuk kondisi saat ini, agenda besar telah
menanti peran serta Satpam dalam mewujudkan kamtibmas yang kondusif. “Kita akan menghadapi agenda besar yakni pesta demokrasi. Jika
ditinjau dari perspektif keamanan, agenda tersebut memiliki karakteristik
tingkat kerawanan sangat tinggi karena untuk pertama kalinya Pilpres dan Pileg
dilaksanakan secara serentak,” ungkapnya.
Lanjut Sigit, agenda
tersebut memunculkan potensi kerawanan yang harus diantisipasi, baik pada masa
kampanye, pemungutan dan penghitungan suara, rekapitulasi perolehan suara,
masing-masing mempunyai potensi kerawanan yang besar. “Perlu diingat,
bahwa potensi yang akan muncul antara lain, munculnya isu sara, ujaran
kebencian dan penyebaran hoax atau berita yang tidak benar,” tandasnya. Guna
menjaga stabilitas keamanan tersebut, Polri membutuhkan dukungan dari semua
masyarakat termasuk satuan pengamanan sebagai profesi yang luhur, yang akan
sangat membantu tugas fungsi kepolisian yang terbatas. Untuk itu, Kapolres
Mojokerto Kota memberikan pesan kepada seluruh satuan pengamanan di Kota
Mojokerto baik yang berada di instansi pemerintahan, BUMD, perbankan dan
perusahaan, untuk bisa mengemban tugas dan amanah dengan sebaik-baiknya. “Sedikit
pesan untuk semua satpam, selalu tingkat keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
sebagai landasan moril dalam mengemban amanah profesi yang luhur dan mulia,”
tandas Sigit. Kedua, jaga kehormatan pribadi dan taat pada kode etik
satuan pengamanan serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ketiga,
tingkatkan kesiapsiagaan diri dalam mengidentifikasi potensi gangguan dan
kerawanan di lingkungan kerja sehingga dapat diantisipasi secara optimal. Keempat,
senantiasa tingkatkan kompetensi diri baik melalui pendidikan maupun pelatihan
guna mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari. Kelima, bangun komunikasi
positif dengan seluruh komponen masyarakat serta tingkatkan sinergi dengan
jajaran Polri dan seluruh steakholder lainnya guna menjaga stabilitas keamanan
pada unit kerjanya masing-masing. “Semoga pada usianya yang bertambah,
semakin bertambah pula semangat dan kualitas kinerjanya demi terwujudnya
keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkasnya. (Ron/AT)

No comments:
Post a Comment