MOJOKERTO – (GEMA
MEDIA) – Intensitas curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan perkembang
biakan nyamuk sangat cepat, genangan – genangan air merupakan tempat nyamuk
berkembang biak. Terutama nyamuk demam berdarah (aides aigepty) yang gigitannya
bisa menyebabkan kematian jika tidak di tangani dengan serius. Mengingat curah
hujan yang sangat tinggi tersebut, Pemerintahan Kota Mojokerto lewat Programnya
Jum’at berseri dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 60 menit
Terintegrasi, menyambangi Lingkungan Meri, Kelurahan Meri,
Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Untuk mengecek dan menabur bubuk Abate ke
tempat-tempat penampungan air dirumahnya warga. Jum’at (25/01/2019).
Dalam PSN tersebut, dihadiri Wakil Walikota Mojokerto H. Achmad Rizal Zakaria beserta isteri, Kepala OPD se Kota Mojokerto, Kader Motivator kesehatan serta, tenaga kesehatan Puskesmas Kedundung serta anggota Forum Kota Sehat (FKS) Kota Mojokerto. Wakil Walikota Mojokerto H. Achmad Rizal Zakaria dalam sambutannya menyampaikan, sesuai jargon Pemerintahan Kota Mojokerto ‘ maju melangkah mari berbenah ‘ merupakan jargon yang harus di bawa di kehidupan sehari-hari. Mulai hal kecil yang harus terus di perhatikan yaitu Kebersihan. ” Sekarang ini curah hujan sangat tinggi, bencana dimana mana, Kota Mojokerto merupakan Kota yang berbentuk seperti piring, cekung di tengah jadi air itu ngumpulnya di tengah. Jadi untuk menghindari air menggenang dan yang menimbulkan wabah penyakit perlu banyak hal yang harus dilakukan. Salah satunya menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap cak Rizal sapaan akrabnya. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, kita pun akan terhindar dari berbagai macam jenis penyakit dan dapat mengurangi perkembang biakan nyamuk berbahaya tersebut, juga dapat mencegah timbulnya bencana seperti banjir, imbuhnya. Pemerintahan bersama masyarakat harus bersinergi, untuk terwujudnya Kota Bersih. Kota yang bebas nyamuk Demam Berdarah. Perlu diketahui, meskipun hasil PSN ini tadi Nol tidak ada jentik , tapi kita semua harus waspada, dan terus menjaga kebersihan. Terutama harus membersihkan genangan – genangan air yang ada di lingkungan sekitar kita, pungkasnya. (Jen/an)
Dalam PSN tersebut, dihadiri Wakil Walikota Mojokerto H. Achmad Rizal Zakaria beserta isteri, Kepala OPD se Kota Mojokerto, Kader Motivator kesehatan serta, tenaga kesehatan Puskesmas Kedundung serta anggota Forum Kota Sehat (FKS) Kota Mojokerto. Wakil Walikota Mojokerto H. Achmad Rizal Zakaria dalam sambutannya menyampaikan, sesuai jargon Pemerintahan Kota Mojokerto ‘ maju melangkah mari berbenah ‘ merupakan jargon yang harus di bawa di kehidupan sehari-hari. Mulai hal kecil yang harus terus di perhatikan yaitu Kebersihan. ” Sekarang ini curah hujan sangat tinggi, bencana dimana mana, Kota Mojokerto merupakan Kota yang berbentuk seperti piring, cekung di tengah jadi air itu ngumpulnya di tengah. Jadi untuk menghindari air menggenang dan yang menimbulkan wabah penyakit perlu banyak hal yang harus dilakukan. Salah satunya menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap cak Rizal sapaan akrabnya. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, kita pun akan terhindar dari berbagai macam jenis penyakit dan dapat mengurangi perkembang biakan nyamuk berbahaya tersebut, juga dapat mencegah timbulnya bencana seperti banjir, imbuhnya. Pemerintahan bersama masyarakat harus bersinergi, untuk terwujudnya Kota Bersih. Kota yang bebas nyamuk Demam Berdarah. Perlu diketahui, meskipun hasil PSN ini tadi Nol tidak ada jentik , tapi kita semua harus waspada, dan terus menjaga kebersihan. Terutama harus membersihkan genangan – genangan air yang ada di lingkungan sekitar kita, pungkasnya. (Jen/an)

No comments:
Post a Comment