Sebagai service city, Kota
Mojokerto bertekad terus meningkatkan pelayanan maksimal dan prima kepada
masyarakat. Dengan semangat Reformasi Birokrasi, Badan Perencanaan Pembangunan
Kota (Bappeko) Mojokerto menggelar sosialisaai Reformasi Birokrasi dalam rangka
mewujudkan Pemerintah Kota Mojokerto yang bersih, akuntabel, efektif, efisien,
memiliki pelayanan publik yang berkualitas dan berkelas dunia. Sosialisasi yang
digelar di ruang Sapire Hotel Ayola Lt.3 Sunrise Mall Jalan Benteng Pancasila
No.9, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018) diikuti oleh pimpinan OPD
dan Lurah Se-Kota Mojokerto. Secara resmi sosialisasi ini di buka oleh Abdur
Rahman Tuwu, S.Sos MM Asisten Administrasi Pemerintahan menggantikan Sekretaris
Daerah Kota Mojokerto yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Asisten,
menyampaikan apresiasi kepada Stakeholder dan masyarakat Kota Mojokerto yang
telah Sudi bekerja bersama-sama dengan pemerintah kota Mojokerto, untuk
melaksanakan berbagai program dan kegiatan baik fisik maupun nonfisik di Kota
Mojokerto.
"Pembangunan harus kita lakukan terus menerus dalam pembangunan jangka menengah Kota Mojokerto dengan visi yang ingin dicapai, yaitu terwujudnya Kota Mojokerto yang maju, sehat, cerdas, sejahtera dan bermoral," katanya. Reformasi birokrasi dan nasionalis dalam peningkatan kerja birokrasi pada semua aspek pemberdayagunaan aparatur negara dan kelembagaan aparatur ketahanan pangan biasa disebut proses aplikasi pada perangkat kualitas pelayanan publik. "Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh tim Kementerian PAN kepada Kota Mojokerto, Aparatur Sipil Negara di Kota Mojokerto dapat lebih baik mungkin, dalam berbagai aspek dan nilai perubahan yang menjadi penghubung reformasi birokrasi dengan evaluasi dan monitoring berkelanjutan," paparnya. Dari aspek tersebut masih kata Tuwu, Pemerintah Kota Mojokerto berharap akan dapat turut mendukung reformasi dari tahun 2010 hingga tahun 2025 seperti yang diamanahkan dalam peraturan Presiden Nomor 81 tahun 2010 yang bertujuan untuk manajemen pemerintahan Indonesia yang berkelas dunia. Sementara itu, Ari Tjatur Yuda Istiningsih, SE Sekretaris Bappeko Mojokerto dalam laporannya menyampaikan, tujuan penyelenggaraan sosialisasi ini adalah untuk memberikan panduan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara(ASN) dan stakeholder Pemerintah Kota Mojokerto dalam menjalankan program-program di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. Memberikan arah pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Linkungan Pemerintah Kota Mojokerto, agar berjalan efektif, efisien, terstruktur, konsisten, terintegrasi , melembaga dan berkelanjutan. Memberikan pemahaman penuh bagi ASN utuk dapat turut serta dalam upaya peningkatan kinerja dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) maupun pelayanan publik seiring dengan ditetapkannya pemberian penghargaan tunjangan kinerja di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. Para Narasumber profesional yang hadir Tri Susilo,S.Sos.,MM dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tri Yuwono dari Badan Kepegawaian Provinsi Jawa Timur dan Suwandi, S.Sos., M.Si, Biro Organisasi Provinsi Jawa Timur. (Ron/ri)
"Pembangunan harus kita lakukan terus menerus dalam pembangunan jangka menengah Kota Mojokerto dengan visi yang ingin dicapai, yaitu terwujudnya Kota Mojokerto yang maju, sehat, cerdas, sejahtera dan bermoral," katanya. Reformasi birokrasi dan nasionalis dalam peningkatan kerja birokrasi pada semua aspek pemberdayagunaan aparatur negara dan kelembagaan aparatur ketahanan pangan biasa disebut proses aplikasi pada perangkat kualitas pelayanan publik. "Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh tim Kementerian PAN kepada Kota Mojokerto, Aparatur Sipil Negara di Kota Mojokerto dapat lebih baik mungkin, dalam berbagai aspek dan nilai perubahan yang menjadi penghubung reformasi birokrasi dengan evaluasi dan monitoring berkelanjutan," paparnya. Dari aspek tersebut masih kata Tuwu, Pemerintah Kota Mojokerto berharap akan dapat turut mendukung reformasi dari tahun 2010 hingga tahun 2025 seperti yang diamanahkan dalam peraturan Presiden Nomor 81 tahun 2010 yang bertujuan untuk manajemen pemerintahan Indonesia yang berkelas dunia. Sementara itu, Ari Tjatur Yuda Istiningsih, SE Sekretaris Bappeko Mojokerto dalam laporannya menyampaikan, tujuan penyelenggaraan sosialisasi ini adalah untuk memberikan panduan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara(ASN) dan stakeholder Pemerintah Kota Mojokerto dalam menjalankan program-program di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. Memberikan arah pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Linkungan Pemerintah Kota Mojokerto, agar berjalan efektif, efisien, terstruktur, konsisten, terintegrasi , melembaga dan berkelanjutan. Memberikan pemahaman penuh bagi ASN utuk dapat turut serta dalam upaya peningkatan kinerja dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) maupun pelayanan publik seiring dengan ditetapkannya pemberian penghargaan tunjangan kinerja di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. Para Narasumber profesional yang hadir Tri Susilo,S.Sos.,MM dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tri Yuwono dari Badan Kepegawaian Provinsi Jawa Timur dan Suwandi, S.Sos., M.Si, Biro Organisasi Provinsi Jawa Timur. (Ron/ri)

No comments:
Post a Comment