Usai pengukuhan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
Mojokerto periode 2018-2021, berlangsung di Pendopo Praja Wijaya Pemkot
Kota Mojokerto, Selasa (23/10-2018) siang,langsung digelar Sarasehan
Peran Media Dalam Menjaga Kondusifitas dan Kemajuan Daerah . Kegiatan
dimulai pukul 11.00 Wib ini dihadiri ± 100 0rang yang terdiri dari
Jajaran Forkompinda Kota dan Kabupaten Mojokerto, Walikota dan Wakil Walikota
Mojokerto terpilih, OPD mitra kerja wartawan, Organisasi Kemasyarakatan,
Organisasi Keagamanaan, Organisasi Keolahragaan, KPU Mojokerto, Pengusaha, BEM
Perguruan Tinggi se Kota Mojokerto, Para pengurus PWI Provinsi Jawa Timur dan
PWI Mojokerto. 4 (ermpat) narasumber menjadi pembicara dalam sarasehan tersebut
diantaranya Wakil Bupati Mojokerto, Sekdakot Mojokerto Harlistyati, SH, M.Si,
, Wakil Ketua Bidang Organisasi, PWI Jawa Timur, Mahmud Suhermono,
Wakapolres Mojokerto Eddy Prayitno dan Diak Eko Purwoto, Ketua PWI Mojokerto
terpilih yang dipandu oleh Sayidul Mala Muzzaki dan Karyadi Wakil Ketua PWI
Mojokerto. Sekdakot Mojokerto Harlistyati, SH, M.Si, mendapatkan kesempatan
pertama untuk menyampaikan paparannya dan menegaskan kepada para wartawan bahwa
masalah berita yang berasal dari Pemerintah haruslah benar sehingga terbangun
opini yang bagus. Sebagai insan media harus saling berbagi informasi yang
benar pula.
Sesuai dengan tema “PERAN MEDIA DALAM MENJAGA KONDUSIFITASN DAN
KEMAJUAN DAERAH “ Kita harus saling menjaga dengan situasi yang kondusif, kita
harus membangun hal-hal yang baik, kita saling menghargai insan media untuk
memberi informasi kepada masyrakat. Mari bekerja sesuai dengan kode etik
jurnalistik kita tegakkan dan saling memberikan kritik yang sifatnya membangun.
Sementara Wakil Bupati Mojokerto menyatakan pemerintah itu tidak ada apa-apanya
kalau tidak diinformasikan oleh wartawan. Namun saya pesan kepada wartawan
Dewan Kehormatan PWI Pusat menegaskan, dalam pemberitaan soal Pilkada,
wartawan harus tetap berpegang teguh kepada perinsip akurasi, berimbang dan dan
independent wartawan dilarang menyiarkan berita yang tidak berdasarkan
fakta atau memutarbalikan data dan fakta yang dapat menguntungkan atau
merugikan pihak tertentu. Pembuatan dan penyiaran berita yang tidak akurat,
tidak berimbang dan dengan itikad buruk bertentangan diametral dengan Kode Etik
Jurnalistik. Sedangkan Ning ita walikota Mojokerto terpilih berharap kepada
wartawan apabila menulis suatu berita semuanya harus diuntungkan. Apabila ada
hal-hal yang kurang baik dikomunikasikan lebih dahulu supaya tidak terjadi isu
negative. Hal-hal yang positif lebih dikedepankan. Demikian juga Kejari Kota
Mojokerto DR Halila Rahma menyerukan agar para wartawan memegang teguh untuk
mengabdi kepada kepentingan umum dan kebenaran, bukan untuk kepentingan
sekelompok atau segelintir golongan.
No comments:
Post a Comment