Tuberkulosis (TBC) adalah Penyakit Menular langsung yang
disebabkan oleh Kuman TB (Myobacterium Tuberculosis) sebagian besar kuman TB
menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya, untuk
mengetahui tentang penyakit TB, PKK Kecamatan Prajuritkulon telah
memberikan/melaksanakan sosialisasi tentang penyakit tersebut pada acara Pleno
PKK Kecamatan Prajuritkulon pada hari Senin (1/10/2018) di Pendopo Kelurahan Surodinawan
Kecamatan Prajuritkulon yang di ikuti oleh Pengurus PKK Kelurahan dan Kecamatan
Prajuritkulon. Nur Masidah Yusuf Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan
Prajuritkulon dalam sambutannya mengatakan bahwa Ibu-ibu sebagai ujung tombak
di Kelurahan harus ikut mendukung Program Pemberantasan Penyakit TB yang
menurut data dari DKK, Kecamatan Prajuritkulon masih banyak yang terjangkit
penyakit TBC, untuk itu Ibu-ibu harus benar-benar ikut mengawasi dan melaporkan
ke Puskesmas terdekat jika warganya dicurigai kena penyakit TBC.
Mari kita
bersama-sama meminimalisir penyakit TBC dengan olahraga dan kegiatan yang
bersifat positif, meningkatkan kebersihan lingkungan agar lingkungan menjadi
bersih dan sehat. Mari kita berperilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar
dari berbagai penyakit. Selain itu dijelaskan bahwa di Kota Mojokerto ini
mempunyai P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak),
sebagai bantuan hukum bagi anak-anak yang mendapat masalah. Dengan melalui PKK
akan dapat dibantu dan dilakukan pendampingan dalam menghadapi masalah bagi
anak-anak dan perempuan. Sementara itu dr. Sri Wahyuni, M.Si dari Dinas
Kesehatan Kota Mojokerto dalam materinya menjelaskan tentang bahaya penyakit
tuberculosis (TBC) yang setiap hari 274 orang meninggal karena penyakit TBC.
Untuk itu ibu-ibu harus benar mewaspadai tentang bahaya penyakit TBC. Penularan
penyakit TB pada umumnya terjadi melalui udara. Ketika seseorang yang mengidap
penyakit TBC batuk, bersin, atau berbicara dengan memercikkan ludah, bakteri
TBC akan ikut melalui ludah tersebut untuk terbang ke udara, selanjutnya
bakteri akan masuk lubang oral lain melalui udara yang dihirup. Penyakit TBC
biasanya tidak memiliki gejala-gejala, ketiga gejala terjadi biasanya berupa
batuk (kadang-kadang ada bercak darah), penurunan berat badan dan berkeringat
di malam hari dan demam, nyeri dada saat bernafas, batuk berdahak atau kronis.
Seluruh tubuh berkeringat di malam hari, kehilangan selera makan, kelebihan
malaise, panas dingin atau berkeringat, dahak, massa otot berkurang, nafas
pendek, pembengkakan kelenjar getah bening atau penurunan berat badan yang
tidak disengaja yang parah. TB masih merupakan penyakit yang mengancam
Indonesia, pasalnya negara ini menduduki peringkat 2 setelah India perilaku dan
faktor lingkungan menjadi dua hal yang harus dijaga, karena saat kita bersin
atau batuk partikel kecil pada kuman akan membaur dengan udara, sehingga ketika
bersin atau batuk sebaiknya menutup dengan bahu bukan telapak tangan, sedangkan
faktor lingkungan yang semakin bagus maka resiko terkena TB juga akan menurun.

No comments:
Post a Comment