Wali Kota
Mojokerto Mas’ud Yunus Kamis (22/2) me-launching Program
Kecakapan Dasar Keagamaan (KDK) jenjang SMP. Bertempat di Aula SMPN 3 Kota
Mojokerto, Mas’ud Yunus hadir didampingi Kepala Dinas Pendidikan Novi Rahardjo,
Dewan Pendidikan Kota, Pimpinan Kantor Kemenag dan Kepala SMPN 3 Evi Poespito
Hany. Sebelumnya, KDK hanya diterapkan pada jenjang sekolah dasar (SD) di semua
agama. Namun karena pentingnya pendidikan moral, Mas’ud Yunus mulai tahun 2018
ini menerapkan program KDK hingga jenjang SMP. Wali Kota
menjadikan KDK sebagai kebijakan Pemerintah Kota Mojokerto tujuannya
adalah untuk mempersiapkan generasi muda dalam mengarungi kehidupan di masa
yang akan datang. Pasalnya, kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi
menjadi sumber yang tidak terbendung.
Dihadapan
ratusan guru agama SMP, guru TPQ dan tokoh agama se-Kota Mojokerto Wali Kota
menuturkan bahwa pendidikan karakter sangat diperlukan dalam era milenial ini.
“Pendidikan karakter harus dibarengi dengan pendidikan agama. Hakikatnya KDK
itu untuk menambah jam pelajaran agama. Karena tidak dapat masuk kurikulum maka
kita kolaborasikan dengan program KDK,” tuturnya. Wali Kota berharap dengan
adanya KDK tingkat SMP ini anak-anak nantinya menjadi generasi yang saleh
ritual dan saleh sosial. Saleh ritual diukur melalui keaktifan dalam
melaksanakan ibadah ritual. Saleh sosialnya artinya meningkatnya kepedulian
anak-anak terhadap masalah sosial. “Karena itu KDK ini banyak yang bersifat
aplikatif. Jadi menyangkut masalah tingkah laku, berilmu amaliah dan beramal
ilmiah. Bagaimana anak-anak bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh sekaligus
dalam hal sikap perilakunya didasari dengan ilmu yang mereka miliki,” jelasnya.
Sinergitas antara ilmu dan amal, diharap dapat membangun karakter bangsa. (Rr -
Humas)

No comments:
Post a Comment