SEKRETARIAT : JLN. GAJAHMADA NO. 100 GEDUNG GMSC KOTA MOJOKERTO TELP : 0822 3117 3218 Email : telecenterpalapakotamojokerto@gmail.com, Blogger : http://telecenterpalapa.blogspot.co.id/

Sunday, October 15, 2017

PERINGATAN HARI JADI KE 72 PROVINSI JAWA TIMUR “Kota Mojokerto Terima Penghargaan Kader Jumantik Terbaik Sejawa Timur”

Peringatan Hari Jadi ke 72 Pemerintah Provinsi Jawa Tmur telah diikuti upacara di berbagai daerah Kabupaten/ Kota se-Jawa Timur  Kamis 12 Oktober 2017, Sejarah mencatat bahwa Provinsi Jawa Timur telah genap berusia 72 tahun. Pembacaan sejarah singkat telah disampaikan oleh Anis  Mindarti Kabag Pemerintahan Sekdakot Mojokerto.  Pada saat yang sama  pula, Kota Mojokerto menerima penghargaan dari Provinsi  Jatim yang diserahkan oleh Mendagri Cahyo Kumolo didampingi Gubernur Jawa Timur DR. H.Sukarwo di Tugu Pahlawan Surabaya atas prestasinya sebagai kader juru pemantau jentik terbaik.

Kader jumantik yang dipercaya sebagai duta Kota Mojokerto adalah Siti Machrufah dan Ety Rusminingsih warga Kelurahan Balongsari. Di Kota Mojokerto upacara berlangsung di halaman Pemkot Mojokerto. Inspektur upacara Walikota Mojokerto KH. Mas’ud Yunus menyampaikan pidato resmi Gubernur Jawa Timur.  Dalam sambutannya Walikota menyampaikan bahwa, hari jadi Provinsi Jawa Timur yang ke 72 ini merupakan momentum untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan, kebanggaan daerah serta merupakan sarana mendorong semangat memiliki dan membangun daerah serta memperkuat rasa kecintaan masyarakat di wilayah jawa timur dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hikmah  terpenting memperingati hari jadi Provinsi Jawa timur adalah sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas perjalanan sejarah jawa timur yang penuh dinamika hingga bisa mencapai kemajuan untuk kesejahteraan rakyat yang lebih baik. Peringatan hari jadi provinsi tak lepas dari sejarah terbentuknya pemerintahan Provinsi Jawa Timur ditandai dengan dimulainya penyelenggaraan pemerintahan provinsi pada tanggal 12 oktober 1945 dengan gubernur pertama raden mas tumenggung (r.m.t. soerjo). Momentum tanggal 12 oktober 1945 inilah yang di sepakati sebagai hari jadi Provinsi Jawa Timur, dan kemudian dituangkan dalam Peraturan Daerah (perda) provinsi jawa timur nomor 6 tahun 2007 tentang hari jadi Provinsi Jawa  Timur. Perjalanan sejarah Jawa Timur dengan semangat gotong royong, toleran, santun, agamis adalah ciri khas sekaligus modal dasar (human capital) pembangunan yang sangat fundamental. Semangat juang yang tak kenal menyerah terus dilakukan oleh para pemimpin-pemimpin jawa timur sejak raden mas tumenggung soerjo hingga sekarang. Ketika Gubernur dijabat Soenandar Prijosoedarmo , telah dicanangkan Panca Tertib “ yakin tertib program , tertib anggaran , tertib pelaksanaan ,tertib pengadilan  dan pengawasan serta tertip adminitrasi. Era Gubernur Wahono telah berhasil meletakkan pembangunan yang berbasis pedesaan. Era Gubernur Soelarso Jawa Timur mulai menjadi provinsi industri karena disaat itulah jawa timur mulai mengembangkan pembangunan yang menitikan pada peran pihak swasta . Gubenur Basofi  Soedirman melanjutkannya dengan program utama pemerataan pembangunan dengan gerakan kembali ke desa (GKD).  Ada tiga fokus penting dalam arah pembangunan inklusif , yaitu pertama ,produksi di segmen UMKM dan segmen besar dengan kebijakan fasilitasi bagi segmen besar berupa non fiscal insentive , atimulasi bagi segmen umkm khususnya dalam pengembangan kapasitas SDM UMKM baik melalui inkubator , SMK mini , smk fillial dengan ptn , kedua , pembayaran murah dengan suku bunga 6 persen baik di kredit pertanian , kredit industri primer dan sekunder  serta kredit hulu – hilir sektor pertanian dalam arti luas untuk peningkatan nilai tambahan serta mampu membantu pemerintah untuk mengurangi subsidi , ketiga pasar yang kompetitif , ini dimaksudkan untuk memberikan ruang pasar bagi UMKM agar mampu menguasai baik pasar domestik indonesia yang memiliki size 40 persen pasar asean maupun pasar global di berbagai negara di dunia . Disamping itu ketiga fokus produksi , pembayaran dan pasar , didukung oleh stabilitas penyelenggaraan pemerintah daerah , yang merupakan kolaborasi antara gubernur jawa timur dengan dprd provinsi jawa timur dalam kontruksi hubungan “ kemitrasejajaran kritis yang kontruksi , ketiga fokus plus atabilitas tadi telah saya kontruksi dalam sebuah  pandangan pola pembagunan ekonomi yang saya namakan “ jatimnomics” Tema peringatan hari jadi ke 72 Provinsi Jawa Timur tahun 2017 kali ini adalah“ peningkatan sumber daya manusia lewat pendidikan kejurusan sebagai solusi menuju jawa timur mandiri dan berdaya saing global “ merupakan sebuah tekad dan semangat provinsi jawa timur membangun ekonomi berbasis SDM ( Human Development Economi Based ) , agar mampu tumbuh inklusif dan berkelanjutan dengan fokus pada segmen UMKM . Semangat dan tekad sehubungan dengan tema hari jadi dimaksud ,sangat relevan dengan persoalan dan tantangan jawa timur kedepan yang tidak ringan , yaitu bonus demografi yang sudah akan terjadi di jawa timur pada tahun 2019 dengan jumlah usia produktif mencapai 69,59 persen sedangkan nasional baru terjadi pada 2025 Tantangan tersebut memerlukan solusi yang terkonstruksi kedalam kebijakan dan strategi dengan peta jalan (road map ) yang memiliki prioritas dan fokus dengan kerangka waktu dan sumberdaya ( resources ) yang tersetruktur. Upacara kali ini diikuti oleh karyawan karyawati pemkot Mojokerto, pelajar, Pramuka, TNI Polri dan hadir pula jajaran forum komunikasi. Usai upacara Walikota Mojokerto menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba olahan makanan berbahan kelor. (ri)


No comments:

Post a Comment