Tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia
masih rendah yakni hanya 35 kilogram per kapita. Rendahnya konsumsi ikan akan
berpengaruh ke IQ dan tinggi badan. Pemerintah Indonesia selalu terus berupaya
meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap ikan. Berbagai program digalakkan.
Penyebabnya bukan karena faktor rendahnya konsumsi ikan. Mengingat produksi
ikan nasional cukup bagus terlebih mengingat luasnya wilayah perairan. Hal ini
memberikan gambaran bahwa persoalannya bukan karena ketersediaan ikan, tetapi
terletak kesadaran untuk mengkonsumsi.
Terlebih pemerintah telah membuat
peraturan terkait dengan penangkapan ikan. Hanya pengusaha Indonesia yang
diperbolehkan menangkap ikan. Orang asing, hanya boleh masuk di sektor
perikanan dari sisi industri. Artinya, nanti ke depan jaminan ketersediaan ikan
itu akan makin banyak dan terutama ditujukan untuk konsumsi masyarakat
Indonesia. Hal tersebut disampaikan Ninis Triaswati, S.Kep, M.Si Kepala Bidang
Pemberdayaan Perempuan PP-PUG, PUHA dan PM. Dalam sambutan Pembukaan
Sosialisasi dan Pelatihan Gemarikan bagi Anggota TP.PKK Kelurahan dan Kecamatan
se Kota Mojokerto tahun 2017 dengan harapan hasil yang diperoleh dari mengikuti
sosialisasi dan pelatihan ini bisa disampaikan/ditularkan kepada anggota lain
yang belum bisa mengikuti sosialisasi. Dengan diadakannya Sosialisasi dan
Pelatihan Gemarikan di Kota Mojokerto adalah untuk memotivasi masyarakat agar
mengkonsumsi ikan secara teratur dalam jumlah yang diisyaratkan bagi kesehatan
agar terbentuk manusia Indonesia yang sehat, kuat dan cerdas. Hj. Siti Amsah
Mas’ud Yunus dalam sambutan pengarahannya mengatakan bahwa di era globalisasi
saat ini generasi Indonesia harus mampu bersaing dengan para kompetitor yang
kian hari terus melahirkan inovasi-inovasi baru. Untuk menjadi generasi sehat
dan memiliki daya saing global masyarakat Indonesia untuk gemar makan ikan.
Karena di dalam ikan terkandung banyak unsur seperti, vitamin, mineral serta
sangat baik untuk kesehatan kita. Selain itu, ikan adalah sumber protein yang
sangat besar. Sangat tinggi dan baik untuk kebutuhan IQ (kecerdasan) Sumber
Daya Manusia,“. Jika tidak suka makan ikan karena berbau amis, harus
mempertimbangkannya lagi. Ikan memberikan berbagai manfaat kesehatan dari otak
hingga jantung, untuk mendapatkan manfaat dari ikan secara maksimal,
Departemen Pertanian Amerika Serikat (United States Department Of
Agriculture atau USDA) merekomendasikan makan delapan ons ikan
setiap pekan. Cara mudah mendapatkan semua manfaat ikan dengan mengganti dua
porsi daging setiap pekan dengan ikan. Manfaat memakan ikan dapat mengontrol
berat badan, ikan merupakan makanan yang rendah lemak dan sumber lemak
berkualitas tinggi. Makan ikan ketika makan malam akan membantu merasa kenyang
tanpa menimbun lemak. Caranya dengan tidak di goreng, tapi dikukus, dibakar,
atau dibuat sup untuk kesehatan jantung. Dalam sebuah studi pada 2006 yang dilakukan
oleh Harvard School Of Public Health, peneliti menemukan bahwa tingkat kematian
akibat penyakit jantung pada orang dewasa yang makan ikan dua kali sepekan, 36%
lebih rendah daripada mereka yang makan ikan sedikit atau tidak sama sekali.
Ikan merupakan sumber penting dua asam lemak omega-3, yaitu eicosapentaenoic
acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA).
Omega-3 membantu menurunkan tekanan darah yang akan membantu menjaga kesehatan
jantung. Karena tubuh tidak memproduksi omega-3, maka kita perlu mendapatkannya
melalui makanan yang dimakan, contohnya ikan. Omega-3 juga dapat menjaga otak
anda dalam kondisi prima. Omega-3 yang ditemukan dalam ikan dapat menurunkan
resiko ADHD, depresi, dan demensia. Selain itu, sebuah penelitian yang
dipresentasikan pada 2011 dalam Radiological Society Of North America menunjukkan
bahwa mengkonsumsi dua porsi ikan setiap pekan dapat mencegah penyakit
Alzheimer. Menurunkan kolesterol dan trigliserida ikan air
dingin dapat membantu menurunkan trigliserida atau
lemak darah. Dengan meengganti dua porsi daging dengan ikan, anda mengganti
sumber tinggi lemak jenuh dengan protein. Untuk mendapatkan manfaat penurunan
kolesterol dan trigliserida secara maksimal, pilihlah
ikan air dingin, seperti salmon, trout, sarden atau tiram. Mencegah penyakit
dalam studi Harvard yang sama, para peneliti menemukan bahwa angka kematian
secara keseluruhan diantara orang dewasa yang makan ikan dua kali sepekan 17%
lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa yang makan ikan sedikit atau
tidak sama sekali. Makan ikan dapat mencegah sejumlah penyakit lainnya, seperti
peradangan, kanker tertentu, dan arthritis. Sementara Dian
Susanti, SP Ketua Pelaksana kegiatan dari Pokja III PKK Kota Mojokerto dalam
laporannya maksud dan tujuan dilaksanakan Sosialisasi GEMARIKAN ini adalah
memberikan wawasan, pengetahuan tentang Gemarikan yang merupkan kepanjangan
dari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan. Gerakan ini bertujuan untuk
menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi ikan. Perlunya
mengkampanyekan gemarikan ini mulai dari anak TK, dan Sekolah Dasar. Melalui
gerakan ini diharapkan adanya kesadaran, pelatihan dan pembiasaan. Kegiatan
dilaksanakan Selasa (3/10/2017) di Ruang PKK Kota Mojokerto, dengan Narasumber
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana
Kota Mojokerto, Suhartowo, SP Kasi Bibit/Benih dan Produksi Dinas Ketahanan
Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto. (Sef). 
No comments:
Post a Comment