Memperingati Milad ke – 12 tahun Pengajian Wanita AR –
ROHMAH Tim Penggerak PKK RT.04 / RW.04 Jalan Salak Magersari Indah Kelurahan
Wates gelar pengajian sekaligus memperingati HUT Kemerdekaan RI ke - 72.
Kegiatan pengajian yang digelar dengan maksud dan tujuan untuk menambah
ketaqwaan dan membentuk akhlaq yang mulia bagi ibu-ibu pengajian di
Wilayah tersebut. Dijelaskan oleh Inarto Hadi bahwa Milad itu berasal dari bahasa
Arab. Kalau biasanya umat islam tiap tahun memperingati hari kelahiran Nabi
Muhammad SAW, biasanya hari tersebut disebut Maulud Nabi. Orang Jawa bilang
Mauluddan. Milad berasal dari kata maulud yang artinya hari lahir. Maulid Nabi
adalah peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW yang di negara Indonesia
jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul awal. Perayaan Maulid Nabi merupakan
tradisi yang berkembang di masyarakat islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW
wafat.
Peringatan ini merupakan penghormatan kepada Nabi Muhamammad SAW yang
kita laksanakan setiap tahun. Kita hanya mengikuti penanggalan hijriah, bukan
penanggalan masehi. Itulah sebabnya mengapa hari maulid dan hari lebaran tidak
tentu kapan waktunya itu karena kita sebagai masyarakat umum Indonesia, kita
hanya menggunakan kalender masehi sebagai patokan. Yang terpenting dalam
peringatan milad ke – 12 ini bagi baginda Rasulullah Muhammad SAW, ini semoga
kita bisa mengambil teladan yang baik dari beliau. Yaitu ada kisah
teladan Rasululah SAW diantaranya pernah seorang Arab Badwi menarik dengan
kasar jubah buatan Najran yang kasar kainnya yang dipakai oleh Rasululah SAW
hingga berbekas leher baginda Rasulullah SAW, tetapi Rosul tidak marah, malah
menghadiahkan jubah itu kepada Arab Badwi tersebut. Kedua, seorang wanita tua
selalu menyakiti Rasululah SAW dengan meletakkan duri, najis dan lain-lain
halangan di jalan yang selalu dilalui oleh Rosululah SAW. Namun
Rasulullah SAW tidak bertindak balas. Pada satu ketika apabila wanita itu
sakit, Rasulullah tetap mengunjungi dan menunjukkan kasih sayang terhadapnya.
Wanita tua itu terharu dengan kebaikan Rasulullah, lantas memeluk Islam di
tangan baginda dan masih banyak kisah teladan laiinya. Itulah
contoh-contoh Rosul yang perlu kita teladani dalam menjalankan kehidupan
sehari. Pesan Inarto Hadi. Hj. Inarto Hadi, Ketua Pengajian Ar – Rohman
menyampaikan bahwa Pengajian Wanita Ar – Rohman berdiri dan terbentuk sejak
tahun 2005 dengan anggota 35 orang ibu. Kegiatan PW Ar – Rohman ini 2 (dua)
macam kegiatan antara lain pertama, kegiatan didalam adalah setiap bulan
pengajian yasin dan tahlil, diba’an dan ceramah agama. Kedua, kegiatan keluar
adalah kegiatan PHBI. Didalam kurun waktu 12 tahun sudah melaksanakan sebanyak
7 kali kegiatan mengunjungi yayasan Yatim piatu dan memberi bantuan ( yakni
yayasan Ulul Albab, Yayasan Muhammadiyah, Nurul Huda, Nurul Islah Abayat dan di
Lingkungan Magersari Indah. Dalam kegiatan ini Inarto hadi berharap semoga PW
Ar – Rohman kedepan lebih maju dan anggotanya bisa bertambah banyak. Amin.(Orz).
No comments:
Post a Comment