Untuk meningkatkan pengetahuan, kinerja, wawasan dan
kreatifitas kader PKK sebagai penggerak 10 program pokok PKK di Kabupaten/Kota,
Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto yang terdiri dari 1 (satu) orang Ketua Tim
Penggerak PKK Kota Mojokerto, 1 (satu) orang Sekretaris Tim Penggerak PKK Kota
diwakili Sekretaris II Dra. Goenawati Estiningdyah , Msi, 1 (satu) orang
Anggota Tim Penggerak PKK Kota Dra. Nina Ulfa, MM dan 5 (lima) orang
kader Kelurahan yang berprestasi mengikuti Jambore Kader PKK tahun 2017 mulai
tanggal 18 sampai dengan 21 September 2017 bertempat di Hotel Purnama, Raya
Selecta, Bumiaji Kota Batu. Kegiatan yang diikuti oleh Kader PKK Kota Mojokerto
dalam kegiatan Jambore PKK / temu kader PKK Prov. Jatim selama 4 (empat) hari
di Kota Batu, menurut Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto, Hj. Siti Amsah
Mas’ud Yunus, antara lain mengikuti lomba Fragmen tentang Peredaran dan
penyalahgunaan Narkotika masing peserta berjumlah 5 (lima) orang, lomba Jinggle
tentang IVA Test dan lomba Gembira. Masing-masing peserta adalah kader-kader
PKK yang terpilih dan berprestasi, karenanya Siti Amsah berharap dalam lomba
ini Kader PKK Kota Mojokerto meraih Juara, semoga berhasil dan selamat
berlomba.
Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat membuka pelaksanaan Jambore
/ temu kader PKK Prov. Jatim mengatakan bahwa keberadaan organisasi Pembinaan
Kesejahteraan Keluarga /PKK memiliki peran penting dalam mengoptimalkan
produktivitas perempuan khususnya di Jawa Timur. Peran penting tersebut antara
lain terbukti dengan tingginya kualitas gender di Jawa Timur sehingga selama 10
(sepuluh) tahun berturut-turut Jatim memperoleh penghargaan dalam hal
pengarusutamaan gender. Dalam rangka meningkatkan pembangunan SDM, lanjut Pakde
Karwo, Pemprov. Jatim terus bersinergi dengan PKK baik dibidang pendidikan
maupun bidang kesehatan. Apalagi dengan adanya tantangan bonus demografi yang
akan dihadapi Jatim pada tahun 2019 “ Bonus ini akan menjadi bencana, jika pada
masa seribu awal kehidupan manusianya serta delapan tahun awal pendidikannya
tidak diurusi dan disinilah peran penting PKK.ungkapnya. Terkait sinergitas
program pemprov. Jatim dengan PKK dibidang pendidikan, Pakde Karwo menjelaskan,
dengan menciptakan generasi unggul melalui pendidikan formal dan informal.
Pendidikan tersebut diwujudkan dengan mmbentuk program Bina Keluarga Balita
(BKB), Taman Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pendidikan Anak Usia Dini
(PAUD). Khusus untuk taman Posyandu saat ini jumlahnya mencapai 12.227 yang
tersebar di seluruh Jawa timur. Taman Posyandu ini saya rasa adalah solusi yang
bagus karena dalam kegiatannya menyertakan pendidikan parenting. Imbuh pakde
Karwo. Dibidang Kesehatan, terang Pakde Karwo, beberapa program inovatif
unggulan yang dibuat diantaranya yakni pengembangan forum PENAKIB di
Kabupaten/Kota, pengembangan rumah tunggu kelahiran di Kabupaten/Kota, dan
penguatan jejaring sistem rujukan maternal dan neonatal di Kabupaten/Kota. Semua
program tersebut sebagai bentuk upaya untuk menurunkan angka Kematian ibu/AKI
dan Angka Kematian Bayi (AKB). Kami juga mendukung penuh program menuju Jatim
100 % ASI Eksklusif. Di akhir sambutan, Pakde Karwo berpesan, kesejahteraan
bisa terjadi jika ada kebahagiaan lahir dan batin. Faktor penentu kebahagiaan
utamanya terdapat pada keharmonisan hubungan keluarga, lewat kualitas waktu
yang diwujudkan bersama. Oleh sebab itu sebenarnya kebahagiaan bukan hanya
ditentukan oleh besarnya pendapatan. “ Dengan pembinaan keluarga melalui
Program PKK, mari kita wujudkan kebahagiaan semua anggota keluarga yang
berujung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.Pungkasnya.(Orz). 
No comments:
Post a Comment