FESTIVAL BATIKU BATIKMU
WARNAI HARI JADI KOTA MOJOKERTO KE 97
Sesuai dengan thema peringatan hari jadi Kota Mojokerto
kali ini yaitu “97 Tahun Mojokerto service city cinta produkku, cinta Kotaku,
sejahtera rakyatku dan maju bangsaku”.
Untuk mewarnai pesta ulang tahun kota kali ini Ikatan Gus dan Yuk
bekerjasama dengan Dinas Pemuda Olahrah, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar)
menyelenggarakan festival batikmu batikmu. Acara bergensi ini dihelat pada
minggu 7 Juni 2015 bertempat di jln. Raya Surodinawan Kecamatan Prajuritkulon.
Wiwit Febriyanto
Kepala Disporabudpar Kota Mojokerto mengakatan, tujuan festival batiku
batikmu ini adalah untuk mempromosikan produk daerah kota Mojokerto dan
mencintai produk dalam negeri. Megingat para pengrajin batik di Kota Mojokerto
ini tumbuh dan berkembang dengan pesat.
Hasil produk para pengrajin ini
sudah mampu bersaing tingkat nasional.
Untuk festival kali ini diikuti sebanyak 450 peserta lebih belum
termasuk peserta dari SKPD. Peserta
bukan hanya dari Kota/ Kab. Mojokerto, namun juga dari Jombang, Lamongan,
Bojonegoro, Tuban, Kab/Kota Kediri,
Sidoarjo dan Surabaya serta Kab/Kota Malang.
Dijelaskan oleh Nyong Larunga ketua Ikatan Gus dan Yuk
(IGY) Kota Mojokerto selaku panitia pelaksana, .festival batiku - batikmu ini
terbagi menjadi dua tingkat yaitu tingkat anak (TK/SD) dan tingkat
Remaja/Dewasa. Sedangkan untuk penilaian
terbagi menjadi empat kategori yaitu kategori pesta glamor, muslim glamor,
office dan carnival.
Selain penampilan peserta, panitia juga menghadirkan
bintang tamu putri Indonesia Vindia Rosi.
Kemudian juga hadir Putri Bandara, Putra/Putri Batik Nsantara, Raka/Raki
Jawa Timur, Duta Wisata Indonesia dan Duta wisata Kab/Kota se-Jawa Timur. Para
duta wisata ini juga ikut berlenggak lengkop diatar Red karpet sambil
mempamerkan hasil batik dari pembatik Kota Mojokerto. Mereka tampil tampak anggun dan cantik
mencerminkan kecantikan dari dalam(iner beauty). Bukan itu saja para pengrajin
batik di Kota Mojokerto juga ikut ambil bagian dengan menampilkan para
peragawati untuk menunjukan keanggunan batik mereka, seperti batik Erna, batik Bu Dar,
batikHindun, batik Sofia, batik Bado, batik Bety serta yang lainnya.
Nyong selku ketua IGY mengaku berkeinginan memperkenalkan
produk batik Kota ini sampai ke kanca internasional. Kedepan Nyong beharap
dapat menghadirkan para wisatawan asing untuk bisa mengikuti festival batikmu
batiku. Dengan demikian secara tidak
langsung akan membawa Kota Mojokerto ke kanca internasional. Untuk saat ini IGY membantu Disporaudpar
sedang menyiapkan pembuatan Website khusus batikmu- batiku. Melalui media online ini akan dapat mudah
diakses oleh darah-daerah lain baik wisatawan nusantara maupun wisatawan manca
Negara.
Berdasarkan hasil pantauan IGY saat ini produk batik yang
sudah dilegalkan sebagai produk daerah Kota Mojokerto sebanyak 15 macam. Diantaranya
batik Koro Renteng, Rawon Inggek, Mrico Bolong, Matahari, Gedek Roboh/Sulam
Kloso, Kampung Sepatu, Lerek Kali, Surya
Mojopahit dan Sisik Grinting. Selain lima belas yang sudah dilegalkan masih
banyak produk lain karya dari para pengrajin di Kota Mojokerto ini.
Walikota Mojokerto KH. Masud Yunus yang hadir pada
kesempatan tersebut menyambut gembira atas terselenggaranya festival batiku –
batikmu ini yang dilaksanakan secara tertib, aman, indah, bersih dan penuh
kekeluargaan. Batik merupakan budaya bangsa Indonesia, dengan festival ini
diharapkan dapat mencintai karya anak bangsa dan sekaligus mensejahterakan
warga Kota Mojokerto. Untuk meningkatkan usaha para pembatik ini Pemerintah
Kota Mojokerto juga sudah memberikan akses permodalan melalui
Diskoperindag. Bantuan modal bergilir
ini tanpa bunga, tanpa uang administrasi dan baru diangsur enam bulan kemudian
setelah modal ini digunakan. Selain itu
untuk pengusaha/pengrajin yang mengembangkan produk local daerah, juga tersedia
program usaha berbasis syariah (Pusyar).
Untuk ini kerja sama antara Dikoperindag, BAZ dan BPRS Kota Mojokerto
serta Masyarakat Ekonomi Syariah.
Walikota berharap agar festival batiku batikmu ini dapat
dilaksanakan secara rutin setiap tahun untuk mendukung pengembangan wisata
daerah. “ Walau Kota Mojokerto tidak
memiliki wisata alam, namun melalui wisata PKL, wisata belanja dan wisata
budaya dapat menarik wisatawan manca negara hadir di Mojokerto. Oleh karena itu kita perlu menyiapkan
kualitas sumber daya kita baik produk dan jasa layanan “. Kata Walikota. Selain
Walikota beserta isteri Ny. Siti Hamsyah,hadir pula Wakil Walikota Mojokerto
beserta isteri, Sekdakot dan pejabat SKPD, Camat dan Lurah se-Kota Mojokerto.
Pada akhir acara tim pengamat busana yang terdiri dari
Iwan Kurniawan JRP, Sony Basuki Rahardjo, dan Hardiah Santi menetapkan para
pemenang untuk masing-masing kategori ada
lima penampilan terbaik. Para pesera yang harus melintasi red karpet
sepanjang 800 meter ini dinilai oleh tim pengamat dan telah diteapkan untuk
tingkat anak kategori pesta glamor diraih Ayu Kusuma, kategori Muslim glamor
diraih Jesika dan kategori office dimenangkan oleh Arya Guna, untuk kategori
carnival dimenangkan oleh Raditya Febriani. Tingkat Remaja/Dewasa kategori
busana pesta dimenangkan oleh Rini, Muslim glamor Al Ummahat, kategori office-
Ria Rosary dan Kanival diraih oleh Heru Prayitno. Hadih berupa Thropy, piagam
penghargaan dan uang pembinaan kepada terbaik I dan diserahkan langsun oleh tim
pengamat busana. (ri)
No comments:
Post a Comment